7. Perjanjian baru

362 29 0
                                        

Arshaka ada di pinggir lapangan dekat UKS, dia memilih bolos dengan alasan tidak enak badan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arshaka ada di pinggir lapangan dekat UKS, dia memilih bolos dengan alasan tidak enak badan. Dia disana hanya duduk diam bergulat dengan pikirannya sendiri. Dari ujung matanya dia melihat Savian yang berjalan sendirian.

"Woy Sav", panggil Arshaka kepada Savian yang lewat di depannya. Tangan nya mengisyaratkan Savian untuk mendekat.

"Sav sav, siapa yang lo panggil hah?!", tanya Savian dengan nada ngegas.

"Emang ada orang lewat sini yang namanya Savian selain lo?", ujar Arshaka. "Kocak lo, sini cepetan", lanjutnya.

Savian memutar bola matanya malas, meskipun seperti itu dia tetap menghampiri Arshaka tentu saja dengan disertai rasa malas. Arshaka menatap Savian dari atas sampai bawah tidak ada hal yang terlewati sama sekali. Dia memegang dahu nya sambil berfikir keras. Jari nya membuat bentuk persegi panjang layaknya sedang membuat layar kamera bohongan. Arshaka melihat dengan metode itu dari segala arah.

"Jelek anjir gak menarik", gumam Arshaka, lalu kembali berfikir.

"Maksud lo apa anjir? Lo manggil gue cuma buat ngata-ngatain gue doang?!", ujar Savian tidak terima. Baru saja ingin melayangkan tinjuan Arshaka menatapnya dengan tajam lalu mengisyaratkan para Savian untuk menurunkan tinjunya sontak membuat Savian membatu di tempat. Hanya dengan isyarat mata saja Savian sudah takut dengan orang di depannya itu.

"Gak lupa kan lo soal kesepakatan tadi? Gue mau nanya sama lo duduk cepet", kata Arshaka, dengan cepat Savian duduk di samping Arshaka.

"Cepetan gue mau bolos sama pacar gue", Meskipun malas Savian tidak akan melupakan kesepakatan yang sudah ia buat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Cepetan gue mau bolos sama pacar gue", Meskipun malas Savian tidak akan melupakan kesepakatan yang sudah ia buat.

"Apa yang buat lo ngebully gue sampai segitunya? Sejujurnya gue penasaran banget sampai rasanya gue mau mutilasi lo saat ini juga", Arshaka berkata demikian tanpa ekspresi. Tanpa menoleh ke Savian dia sudah membuat Savian menelan ludahnya, suasananya sangat tegang. Arshaka melihat ke arah lapangan sedari tadi namun pikiran nya sedang menembus atmosfer.

"Lo keliatan kaya pecundang, ke mana-mana sendiri udah gitu nunduk mulu kek menye-menye gue gedek banget liat lo anjir. Harusnya lo berterimakasih karna gue udah temenin lo, tapi kenapa lo nanya ke gue? Gila lo ya wah, Lo sendiri juga yang bikin gara-gara karna liatin cewe gue mulu", jelas Savian dengan penuh ekspresif. Arshaka menoleh ke arah Savian dan menatapnya aneh, dia cerita seru sendiri anjir batin nya.

THE TWINS [BxB] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang