21. Arshaka & Kevlar

281 19 2
                                        

"TUNGGUIN", Gavin melambaikan tangan nya kepada Arshaka dan Kevlar yang meninggalkan nya sendirian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"TUNGGUIN", Gavin melambaikan tangan nya kepada Arshaka dan Kevlar yang meninggalkan nya sendirian. Mereka berdua naik taxi sedangkan Gavin berusaha menyusul mereka namun apa daya supir taxi seperti nya alumni racing jadi gak ke kejar sama Gavin. Dia cuma bisa senyum sambil hembusin nafas sabar meskipun pengen teriak bajingan. Sore menjelang malam ini enak nya resign jadi manusia trus berubah jadi pot bunga, emang shaka a nya anjing, Batin Gavin yang ketinggalan mobil taxi mereka.


Di lain sisi Arshaka dan Kevlar belum memutuskan tempat tujuan mereka. Supir taxi hanya mengikuti arahan mereka saja. "Jadi adek-adek ini mau saya anter kemana?", tanya supir taxi yang kepo dengan dua bocah SMA yang nampak nya habis tertimpa musibah. Dua-duanya lebam dan sama sama dapat luka di tempat yang sama bedanya yang satu nangis.

"Hotel Ariela aja pak", balas Kevlar.

"Ngapain? Dirumah gue aja anjir lo buang-buang duit", Ujar Arshaka menatap Kevlar bingung. Dia gak sadar apa ya dengan dia pakai jasa bapak taxi tapi gak tau arahnya kemana dan udah pasti kena cost gede, kalau bukan buang-buang duit namanya apa? Ngepet? Yang bener aja.

"Itu hotel mama gue, santai aja. Gue gak enak sama Aksa dan ayah lo kalau harus nginep. Nanti gue bakal bilang mama kok", kata Kevlar meyakinkan Arshaka. Arshaka menatap Kevlar tidak percaya, soalnya Kevlar kalau sendiri jadi gak terkendali. "Sekali ini aja Shaka, gue lagi mau sendiri", lanjutnya.

"Tapi gue temenin ya nanti, gue balik jam 8", Kevlar mengangguk, setuju dengan perkataan Arshaka. Kevlar sebenarnya merasa tidak enak apalagi keselamatan Arshaka hampir saja terganggu karna ulah ayahnya. Dia masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran ayah nya itu. "Gue selalu di samping lo Kev, jangan ragu buat keluarin keluh kesah lo. Gue tarik omongan gue buat gak mikirin lo karna beban gue udah banyak, gue rela jadi tempat lo bersandar. Tanpa gue sadari lo udah jadi salah satu tanggung jawab gue", lanjut Arshaka sambil menggenggam tangan Kevlar.

"Stop anggap gue tanggung jawab lo Shaka, sejujurnya yang harus megang tanggung jawab disini tuh gue. Lo gak lupa kalau gue ini tutor sebaya lo? Gue pegang kendali penuh atas prestasi lo Shaka. Cukup lo sebagai murid teladan aja dan gue yang bimbing lo", ujar Kevlar lalu mengelus puncak kepala Arshaka dan memberikan tatapan lembut khasnya. Arshaka mengalihkan pandangan nya, entah kenapa jantung nyan sedikit berdebar lebih cepat ketika Kevlar bilang dia yang akan membimbing nya.

"Makasih, selama ini gue selalu terbiasa megang tanggung jawab sampai lupa kalau sebenarnya gue butuh sandaran juga. Disini gue butuh lo buat ningkatin nilai gue biar gue bisa kuliah, dari dulu gue selalu menghormati guru dan paling takut sama mereka makanya gue bakal percayain diri gue sepenuhnya sama lo Kev", Arshaka memandang jalanan yang ramai lancar itu. Arshaka memang bisa bersandar pada ayahnya dan dia sudah melakukan hal itu namun untuk urusan hidup nya sebagai seorang remaja Arshaka tidak bisa meminta bantuan ayahnya untuk mengurus semua hal. Karna ini kehidupannya sendiri, Arshaka harus mandiri namun ia juga butuh sandaran yang cocok selayaknya sahabat. Sejatinya ada hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan keluarga sendiri oleh sebab itu kita butuh adanya peran sahabat.

THE TWINS [BxB] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang