Part 22

1K 55 19
                                        

Abaikan typo sayangkuu

Di sisi lain, Dikta sedang berbaring dengan kedua mata tertutup tidak lupa juga Rio yang berada di smping nya mengelus-ngelus wajah Dikta pelan dengan senyum liciknya.

Flsh back,,,,,

"Lah? Ko tidur ajg" kaget Dikta saat melihat kedua temannya sudah tertidur pulas.

"Biarin aja mereka tidur, mungkin mereka kecapean" jawab Rio yang berada tepat di samping Dikta.

Tak ada jawaban dari yang lebih kecil. Dikta memandang lurus ke depan melihat kekasihnya yang sedang sibuk bersama teman-teamannya dan itu berhasil membuatnya kesal, ia merasa terabaikan.

Tanpa di sadari Rio juga mengukuti kemana arah pandang Dikta.

"Kenapa? Lo cemburu?"

Mendengar itu dikta mengalihkan pandangannya .

"Ga." jawabnya singkat.

"Gue ketoilet dulu." lanjutnya .

Tanpa menunggu jawaban dari yang lebih tua ,Dikta pergi begitu saja dengan hati yang dongkol.

Tak lama setelah kepergian Dikta ,Rio mulai mengikutinya dari belakang dengan langkah santainya.

Sedangkan di dalam toilet ,Dikta mengerutu tak jelas ,menyumpah serapahi kekasihnya yang mengbaikannya begitu saja . Ia tau jika kekasihnya itu ketua osis yang sudah pasti dia sangat sibuk mengurus acara ,tapi tidak ada kah waktu untuknya? Walpun hanya sebentar?

"Dik..." panggil seseorang dari luar ,dan itu berhasil membiyarkan lamunnya.

Clekk

"Lo ngapain kesini?" tanya Dikta pada Rio.

Ya,Rio yang mengetuk pintu tadi.

"Lo lama."

Tanpa memperdulikan ucapan Rio ,Dikta pergi begitu saja, akan tetapi belum juga langkah ketiga tangannya sudah di cekal kuat oleh Rio.

Dikta menghela napas kasar , " Sakit ajg" marahnya.

Mendengar itu ,Rio menarik tangan dikta kuat dan langsung di bawa kembali ke dalam toilet, dan ia juga tidak lupa menguncinya.

"Lo apa apaan sih?!" emosinya keluar begitu saja , sedari tadi ia mencoba menetralkan emosi nya agar tidak meledak akan tetapi Rio sudah kelewatan!

Sedangkan si pelaku dia hanya tersenyum tanpa dosa ,dan dengan santainya menaruh telunjuknya di depan bibir Dikta.

"Sutttt"

Dan dengan polosnya Dikta terdiam.

Sedangkan yang lebih tua, dia memanfaatkan kelengahan Dikta untuk melancarkan niatnya.

Dengan segera Rio mencium bibir Dikta kuat.

Sedangkan Dikta,dia mencoba memberontak. Memukul-mukul dada bidang sang dominan akan tetapi itu tak membuahkan hasil.

"Eummmm...."

Karna geram Dikta tak kunjung membuka mulutnya, Rio menggigit bibir bawah Dikta sampai-sampai mengeluarkan darah segar.

Dengan segera, Rio memasukkan paksa lidahnya.

"Eummm" Dikta sudah mulai kehilangan oksigen, tenaganya sudah menghilang secara perlahan.

Tangan yang tadinya sangat aktif memukul, kini sudah melemas. Dikta kehabisan oksigen akn tetapi Rio tak kunjung melepaskan ciuman itu.

Perbuatannya saat ini adalah rencananya untuk membawa kabur Dikta.

Tak lama dari itu tubuh kecilnyapun terjatuh kedalam pelukan yang lebih tua.

"Lo milik gue Dikta, gada yang bisa milikin lo selain gue," ucap Rio dengan senyuman kecil khasnya.

Flash back end___

ß

Cahaya bulan semakin terang, bulan yang tadinya berada di arah jam satu kini berada di arah jam duabelas.

Saat ini, Dikta masih setia memejamkan mata indahnya itu. Harusnya sedari tadi Dikta sudah membuka mata akan tetapi tadi sebelum Dikta terbangun Rio dengan segera menyuntikkkan obat bius pada dikta tepat di blakang lehernya.

"Cantik",ucapnya di barengi dengan senyum semriknya.

Perlahan demi perlahan tangan yang tadinya mengulus wajah mulus Dikta, kini turun ke dada dan membuka satu persatu kancing kemeja yang di gunakan oleh Dikta.

Rio tersenyum lebar saat melihat tubuh orang yang ia inginkan sejak dulu kini berada di hadapannya.

"Lo cantik, sekarang tubuh lo ini milik gue."

....

Sedangkan di luar sana ada seorang anak muda yang datang dengan penuh emosi.

"Mana temen lo?!" tanya Al penuh emosi, saat sampai di tempat tongkrongan Rio.

Ya,Al mendatangi tempat yang biasa Rio dan teman-temannya berkumpul.

Mendengar itu teman-teman Rio pun terkejut, bagaimana Al bisa mengetahui tempat ini .

"JAWAB PERTANYAAN GUE ANJING!!" marahnya karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari orang-orang yang berada di depannya.

"Atas dasar apa lo dateng kesini tiba-tiba dan lo langsung nanyain Rio??" tanya balik salah satu teman Rio.

Mendengar itu Al maju selangakah, mendekat pada slah satu anak buah Rio.

"Dan atas dasar apa juga lo nanya gue dateng kesini buat apa,itu urusan gue sama ketua geng lo itu." balasnya dingin.

"Hahhh..., itu jelas urusan kita juga" ucap salah satu teman Rio santai.

Mendengar itu Al mengepalkan tangannya kuat.

"BANYAK BACOT LO PADA!!" ucap Al marah sangat marah. Dan Al pun langsung menghajar satu persatu orang yang berada disitu.

Dan akhirnya hama kecil itu terkalahkan oleh si ketua Osis.

Tanpa menunggu lama Al langsung saja masuk ke dalam.

Disinilah Al sekarang, di depan pintu berwarna putih. Al memandang pintu itu dengan amarah yang kian memuncak.

Tanpa menunggu lama Al langsung saja menendang pintu itu dengan keras.

BRAKKKKK

"............."





Ekhmmm ga kerasa nih cerita udah satu tahun aja ga gue lanjuttt
Sorry yaaa , kalian pasti lupa ya sama alurnya maaf bgt nihhh
lama nihhh gue ga updateeee,,,,, lama bgt mlh ya, satu tahun cuyy gilaaa
Sorry yaa ,

Happy readingggggg


See you di part selajutnya
Papayyy

20 july 2025

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Backstreet With KetosTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang