Happy Reading all !
Rein melihat Lana persis di meja seperti kemarin, dengan dua mangkok mie ayam dan dua es jeruk peras dihadapannya.
"Dor!" Kejut Rein. Tapi tidak membuat Lana kaget.
"Mana bukunya, katanya dari perpus?" tanya Lana heran, padahal Rein tadi mengatakan kalau habis mencari buku.
"Loh astaga, ketinggalan jir, aduh mager bangett buat bolak-balik." Keluh Rein lalu menyeruput es Jeruk di hadapannya sekarang. Sangat segar sekali.
"Teledor seperti biasanya, gue punya nomer salah satu penjaga perpus nih, tapi gue yakin sih lo nanti pasti kena semprot, karena ninggalin buku pinjaman lo."
"Oh iya, gue minta nomer Jenovan aja Na, lo punya nggak?" Pertanyaan Rein membuat Lana kaget.
"Buset, udah kenalan aja lo sama Jenovan."
"Gak sengaja ketemu tadi di perpus, cepet naaaa gue minta, biar gue japri dia nya." Rein menjadi tidak tenang sekarang, was-was jika buku yang ia pinjam tadi tiba-tiba hilang, pasti nanti ia harus mengganti rugi. Tapi ia berusaha berfikir positif.
"Udah tuh."
"Okei makasii princess Lana Cangtip." Ucap Rein yang membuat Lana memutar bola matanya malas. Dasar, kalau ada maunya saja, memuji.
Langsung saja Rein menyimpan nomer Jenovan yang dikasih oleh Lana terlebih dahulu, lalu ia mengirimkan pesan kepada Jenovan.
Jenovan
jenovan, ini gue Rein|
gue tadi minjem buku di perpus, tapi lupa| bawa, seinget gue, gue naruh bukunya di sekitar meja tempat kita duduk tadi, kalau emang disitu, gue minta tolong lo bawa dulu ya? nanti gue ambil.
11.58
Delive
"Udah di jawab?" tanya Lana melihat Rein yang menghela nafas.
"Belum, di delive sama dia, kayanya masih kelas." Jawab Rein, lalu mengaduk mie ayam yang sepertinya mulai mendingin karena belum ia sentuh sedari tadi.
"Kenal sampe mana lo? sampe jadwal matkul aja tau." Ujar Lana dengan ejekan khas nya.
"Dih, dia tadi ada bilang ye, sempet ngobrol sebentar tadi."
"Ahhaahah, iyaaa dehhh." Lana tertawa geli melihat respon Rein kesal karena tuduhan dirinya.
"Ck, Loh gue baru inget, dia tadi bilang kalau mau kelas siang, tapi kok gak barengan sama lo sih? kan dia satu jurusan sama lo?" Tanya Rein heran.
"Sebenernya pas gue udah ke kelas tadi, kelas nya sepi banget gila, ternyata pas gue nge check di grup, kelas nya di undur jadi siang hehehe, terus gue tinggal deh rapat Hima."
"Lah terus ngapain sekarang lo nggak ke kelas?"
"Cape gue Reeeee habis rapatt, puyeng banget, jadi gue nitip absen sih ke Jenovan hahahahah, untung aja dia mau."
"Pasti Jenovan nya lo paksa kan? makanya mau-mau aja." Rein menatap Lana curiga.
"Nggak lahh, emang Jenovan tuh baik orang nya Re, tipe-tipe orang penurut, mana ganteng lagi, cuma ketutupan aja sama sifat nerd nya itu."
