WARNING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA VOTE
&
KOMEN
.
.
HAPPY READING
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: SasuFemNaru
- Putri Luar Biasa -
"Aku harap bukan kabar mengecewakan setelah kepergian mu selama 6 hari ini haru"
Ruang gelap, dengan interior kayu ukiran rumi. Suasana di dalam ruang itu terlihat menegangkan, dua orang saling berhadapan dengan serius. Salah satu dari mereka duduk angkuh di kursi besar nya, kalian sudah tau bahwa dirinya lah sang penguasa.
"Maaf yang mulia, tapi kabar itu lah yang harus saya sampai kan" jawab sosok haru dengan sopan.
Brak
Prank
Haru melirik cawan emas yang di lemparkan tepat di sebelah nya, tubuh nya masih terus membungkuk memberikan gestur meminta maaf.
"Bagiamana bisa?!" Tanya nya setengah berteriak "apa kau mencarinya dengan benar?! Mereka sangat suka tempat seperti itu!"
"Maaf yang mulia, hamba memeriksa ke tiap sudut desa namun tak menemukan apapun. Bahkan bukti hanya untuk mengatakan bahwa desa itu pernah di tempati pun tak ada yang mulia"
"Sial! Sudah! Kembali sana!"
"Baik, hamba pamit undur diri yang mulia" Hary membungkuk sekilas, dan berlalu pergi melewati satu satunya pintu di ruang itu.
Brak
"Bagaimana bisa ini terjadi?!" Tanya danzo tak menyangka, tangan kanannya terkepal kuat di atas meja. Netra nya menyorot tajam didinding ruang kerja nya "cih! Kuso!" Umpat nya kesal
.
🍅🍥
.
"Apa kalian sudah siap?!"
"Siap putri!"
Naruto mengangguk dengan bangga, kedua tangan nya terlipat di depan perut dengan anggun. Ibu nya dan kiba setia berdiri di sebelah nya mendampingi nya, mereka telah sampai di desa yang di huni pasukan malam.
"Malam ini, kita akan bergerak!" Naruto memberikan informasi, dagu nya terangkat tinggi dengan sorot mata yang menajam memancarkan sedalam mana dendam mengambil hatinya "kita akan akan Meratakan kerajaan senju yang rekah di Kotori oleh danzo!! Dan mulai saat itu kerjaan senju sudah tak ada!"
Kushina membekap mulut nya kuat, menahan isak tangis yang hendak keluar. Pengakuan sang putri di sebelah nya, memukul kuat hati nya. Sakit, ia merasa sakit mendengar kerajaan yang telah di jayakan orang tuanya dulu harus di hancurkan.
Namun inilah janji hidup keturunan Senju, jika telah muncul penghianat di kerajaan senju. Maka hancurkan lah penghianat itu, dan musnahkan kerjaan dari kotoran yang telah pernah membelenggu.
"Dan kita!, akan hidup di sini dengan tenang! Keturunan Senju, uzumaki maupun namikaze akan menjadi bangsawan terhormat. Dan aku janji itu akan di akui oleh keempat kerajaan lainnya. Persiapkan diri kalian! Nanti malam akan tiba saat nya malam berdarah!"
.
🍅🍥
.
"Ada apa dengan desa ini?" Monolog gadis bertudung hitam, yang kini berjalan menyusuri desa. Mereka sudah 3 haru tiba di desa ini, namun selama 3 hari itu desa ini memang terlihat normal. Namun, aneh rasanya tak menemukan satupun penduduk yang berwatak serakah. Tak ada perkelahian, atupun perdebatan di pasar.
"
Ya" lelaki di sebelah nya tampak mengangguk setuju, netra nya mengawasi tiap aktifitas penduduk "aneh rasanya, mereka tak memiliki kepala desa namun tak ada kekacauan yang terjadi"
Gadis disebelah nya mengangguk setuju, namun kemudian mengedikan bahu dengan acuh "siapa peduli, selagi penyamaran kita aman di sini ya sudah" sahut nya cuek, netra nya menatap jepitan kayu di tangan nya dengan penuh binar "ji-san? Berapa harga satu jepitan ini?"
"Ah, anda memiliki penglihatan yang baik nona. Harga jepit ini hanya 1 koin perak"
"Baik, aku ambil yang ini" gadis itu memasukkan jepit yang di pilih nya ke dalam saku jubah nya, dan mengeluarkan 1 keping koin perak "arigatou ji-san!"
"Ck! Kau menghabiskan uang ku!" Delik sang lelaki kesal, ia menatap tajam gadis yang tampak tak mengidahkan ucapan nya "kita akan makan batu jika kau terus boros seperti itu!" Tanpa sadar ia menggeram karena ucapan nya tak di idahkan.
"Oh ayolah~, ini hanya 1 koin perak ni-san. Jangan seperti itu pada adik mu!"
"Cih!"
.
🍅🍥
.
Malam telah tiba, langit gelap menyelimuti desa uzushio. Desa terbengkalai yang berada di timur iwa, desa yang berdiri Tampa keterkaitan dengan kerajaan iwa sendiri.
Petir menyambar, langit gelap tanpa awan terlihat bercahaya kala petir memperlihatkan diri pada dunia. Cuaca tampak memperlihatkan badai yang akan datang, namun tidak jika melihat angin yang tak bertiup sama sekali.
Di malam yang gelap ini, petir menyambar dengan dahsyat. Tanpa angin. Dan tanpa rintik air yang mengiringi.
Namun cuaca itu tak membuat pasukan malam gentar, di gerbang timur area kerajaan iwa. Pasukan malam yang di pimpin oleh Naruto dan kiba berdiri dengan tangguh di depan gerbang timur, 2000 pasukan malam yang di gabung dengan pemanah dan pemain pedang.
Strategi perang telah di putuskan, bendera yang melambangkan clan Namikaze di pegang tinggi beberapa pasukan malam. Obor yang semula menyala di tangan, kini tampak mati satu persatu hingga akhirnya gelap gulita.
"Siap?!" Teriak kiba
"Siap!"
"Serang!!" Naruto
Malam berdarah pun tiba.
.
🍅🍥
.
"Gawat! Danzo sama!"
"Di mana sopan santun mu sebagai prajurit elit?!" Teriak Danzo murka
"Maaf yang mulia!! Gerbang timur di serang!"
Rahang danzo mengeras *Brak* meja kayu jati itu terbalik akibat tendangan nya, danzo berdiri dengan kasar dari duduknya "apa yang kau katakan sialan?!" Marah nya
"Maaf yang mulia, kejadian begitu cepat. Mereka tau bahwa gebang timur tidak memiliki penjagaan yang ketat dan melancarkan serang pada malam hari, saat ini sudah ada 200 prajurit biasa dan 176 prajurit elit yang tewas. Mungkin sebentar lagi mereka akan tiba di istana"
Brak!
Srak!
Prank!
"Sial!! Apa apaan penyerangan tiba-tiba inu?! Bagiamana bisa prajurit elit gugur sebanyak itu?!" Tanya danzo yang tampak sudah termakan emosi
"Maaf yang mulia, dari zirah dan anak panah yang mereka pakai. Saya menduga mereka adalah pasukan malam" jawab prajurit itu bergetar, suara nya tampak parau dan ketakutan kala menyebut pasukan malam "bendera yang mereka kibarkan adalah bendera clan Namikaze" lanjut nya
"Namikaze Naruto!" Geram danzo, netra nya memerah berkilat tajam "siapkan 1000 pasukan elit dan serang balik mereka sebelum tiba di kerajaan!" Perintah danzo dengan cepat.
Prajurit itu berbalik dan pergi dengan cepat, danzo memukul meja nya dengan keras "sial! Aku menganggap remeh gadis sialan itu!!" Desis nya marah, kedua tangan nya terkepal kuat "tak ada yang mengira selama ini pasukan malam telah berada di tangan gadis sialan itu sejak lama!! Kuso!!" Umpat nya marah
Brak!
Lagi dan lagi, kursi kayu menjadi sasaran tendangan nya "lihat saja! Ini menjadi kematian kedua mu!! Namikaze Naruto!!"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
Fiksi PenggemarPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
