29

329 17 1
                                        

Suasana siang hari di kediaman Uzumaki tengah ramai, bukan karena ada tamu. Tapi memang sekeluarga ini yang membuat rumah nya sendiri terasa menjadi satu desa, dengan kyubi yang memang kadang sikap nya melengser dari kata putri bangsawan, Kushina yang tak bisa tak mengomeli tindak tanduk kyubi, kurama yang terus memancing pertengkaran, dengan Naruto yang menonton asik sesekali ikut memanasi kedua kakaknya.

Para dayang yang menyaksikan hangat nya keluarga Uzumaki merasa tak menyesal untuk berada di sekitar mereka, beberapa dayang berjejer menatap interaksi seru yang akan sangat langkah di kalangan bangsawan.

Sungguh, Uzumaki adalah keluarga yang benar benar dapat di sebut keluarga. Kalian mengerti maksud ku kan?
Para bangsawan lain, jangan kan bersikap seperti mereka. Bahkan untuk bersikap hangat dan sedikit bercanda tidak bisa di lakukan mereka, tak seperti apa yang di lakukan keluarga Uzumaki saat ini.

"Jika aku menjadi kushina-sama maka aku mungkin akan menarik Telinga keduanya" komentar salah satu dayang sembari terkekeh kecil, netra nya terus menatap kehangatan keluarga uzumaki.

Dayang di sebelah nya menoleh, dan tak lama mengangguk setuju "mungkin kushina-sama juga akan melakukan nya" sahut nya sembari mengangguk

"AWWW!!!"

"itteee..."

Tak lama, apa yang di bicarakan kedua dayang itu pun terjadi sesuai perkiraan mereka. Kushina dengan wajah merah meraih masing masing Telinga kurama dan kyubi, nampak wanita paruh baya itu sudah berada di puncak kekesalan.

"Itte.. ka-chan" kyubi menoleh dengan wajah memelas, telinga nya terasa amat nyilu

"Ka-chan" Kurama ikut menyahut, namun Kushina nampak masih betah mendiamkan tangannya di daun telinga mereka.

Naruto memang ku kaki kiri di atas paha kaki kanan nya, melipat kedua tangan lantas gadis yang lebih muda itu menyunggingkan senyum mengejek "uh.. ni-sama sudah seperti anak gadis saja, memelas begitu.." kata ejek kan keluar dengan mulus dari belah bibir Naruto.

Ketiga nya menoleh, menatap Naruto yang menatap mereka sembari tersenyum miring "naru? Apa yang kau katakan?" Kurama bertanya dengan wajah tak percaya, bahkan pemuda itu melupakan rasa sakit yang mendera telinga nya.

"Kau seperti anak gadis ku-nii" kyubi Menoleh menatap Kurama yang melirik nya dengan tatapan tajam

"Apa aku bilang?!" Kurama tiba tiba kembali pada setingan awal nya, tatapan pemuda itu nampak marah "berani sekali kau mengatakan ni-sama seperti itu?!" Tanya kurama pada kyubi yang terdiam membisu

Menyadari sesuatu akan terjadi, kushina dengan ganas menarik telinga kurama hingga pemuda itu nampak terperanjat dan kembali mengeluh "kembali ingin bertengkar?!" Tanya Kushina murka

Kyubi dengan wajah memelas menoleh pada adik manis nya "naruuu, hentikan ini" ucap kyubi lelah, ini tak akan berhenti jika Naruto terus memancing nya untuk mengkritik kurama.

"Oh? Baiklah kalau begitu-"

Tok!
Tok!
Tok!

Suara ketukan pintu memotong perkataan Naruto, keempat nya serempak saling menatap "siapa?" Pertanyaan pertama keluar dari bibir kushina

Mengangkat bahu nya, lantas Naruto memerintahkan dayang untuk membukakan pintu. Dayang itu pun dengan segera melakukan nya, tak lama suara pintu yang terbuka dan langkah kaki mulai terdengar.

🍅🍥

"Yang mulia" keluarga uzumaki segera membungkuk hormat kala mendapati keluarga uchiha minus shisui datang berkunjung ke kediaman mereka.

"Silahkan yang mulia" kurama dengan sigap mempersilahkan keluarga sang kaisar duduk, dan memerintahkan pada dayang untuk membuat kopi teh dan membawa kudapan kemari "Ada apa yang mulia? Anda tiba tiba datang kemari seperti ini itu sangat mengejutkan kami" kurama bertanya kala seluruh keluarga uchiha telah menduduki diri mereka.

"Yah, bukan kah lebih baik memanggil kami ke istana?" Sahut kushina merasa aneh dengan kedatangan keluarga Kerajaan ke kediaman mereka, di sebelah kushina Naruto dan kyubi hanya terdiam di tempat duduk mereka.

"Ahahaha, tidak tidak" fugaku mengibaskan tangan nya dengan ringan, di sebelah nya sang istri -mikoto ikut tersenyum "kami hanya ingin melakukan ini secara normal, tentu dengan pertemanan dan kekeluargaan" ucap kasira membuat kushina dan kurama bingung.

"Maksud anda yang mulia?" Kurama bertanya guna memenuhi rasa penasaran nya

"Begini, pernikahan Naruto dan Sasuke akan di lakukan akhir pekan ini" sahut fugaku yang membuat kurama dan Kushina mengangguk, melihat reaksi keduanya lantas fugaku kembali terkekeh "nah, aku ingin pernikahan mereka di barengi dengan pernikahan itachi dan kyubi"

"APA!?!?" Kurama

"Uh!!" Kushina

"Uhuk!" Naruto

Kyubi semangkin menundukkan kepala mendengar reaksi keluarga nya, ia tak menyangka bahwa itachi akan benar benar melakukan ini.

"Permisi yang mulia" seorang dayang datang dan menata teh dan kopi berserta air putih di atas meja dan beberapa piring kudapan.

"Uhuk!" Naruto mengambil sapu tangan nya dan menutup mulut nya, sedikit mengalihkan wajah.

Mata Naruto sedikit membulat kala melihat secangkir air putih berada tepat di depan wajah nya, dengan gerakan pelan ia menoleh menatap tangan yang menjulur segelas air padanya.

"Minumlah" Sasuke kembali menyodorkan segelas air di tangan mendesak Naruto untuk mengambilnya.

"Terimakasih" balas Naruto nyaris seperti sebuah cicitan kecil, yang di balas Sasuke dengan angguk serta senyum yang sudah pasti melelehkan hati para gadis yang melihat nya.

"Lebih baik itachi yang menjelaskan" ucap fugaku mengabaikan adegan sasunaru yang membuat mereka beku sesaat.

Mendengar nama nya, itachi pun dengan sigap menegakkan tubuh nya "singkatnya, kyubi meminta ku untuk datang dan menemukan keluarga nya" ucap itachi singkat, padat, dan jelas tentunya.

"Kyu?" Kushina menoleh dengan tatapan tak percaya

"Kyubi?" Beo kurama menatap tajam itachi

Itachi mengangguk mantap, ia tak gentar menghadapi kurama yang dalam mode sangar. Ingatkan kurama bahwa itachi sudah sering menghadapi nya kala kecil dulu, jadi sudah pasti pemuda itu sudah terbiasa.

"Beberapa hari yang lalu, aku mengajak kyubi untuk berkeliling ibu kota. Dan yah, aku melamar nya di salah satu kedai giok indah, dan kyubi mengatakan bahwa aku harus menemui ni-sama nya" jelas itachi kemudian

"Kyu?" Kurama beralih menoleh pada kyubi yang sedari tadi menunduk

"Kyu? Apa kau menginginkan ini?" Tanya Kushina tampak tak yakin, sebab belum genap sebulan itachi dan kyubi bertemu. Apa lagi mereka terlihat jarang berinteraksi, ini cukup membingungkan bagi Kushina.

"Kushi-chan, bukan kah ini tak apa. Akan aku pastikan bahwa Itachi akan membahagiakan anak gadis mu, lagi pula usia kyubi memang sudah di haruskan untuk menikah" sahut mikoto

Kyubi dengan ragu mengangkat kepalanya, netra rubby gadis itu menatap wajah keluarga nya satu persatu. Terlihat sangat gugup, dan keraguan terpancar jelas di kedua mata nya.

"Kyu?" Kurama kembali berseru dengan lembut

Sentuhan di bahu kyubi membuat gadis itu menoleh "jika kyu-nii memang merasa cocok dengan pangeran itachi kyu-nii tak perlu ragu untuk mengatakan nya, asalkan jangan menyesali apa yang telah kyu-nii pilih dan jalani lah dan nikmati. Aku tak keberatan untuk merayakan double pernikahan" ucap Naruto sembari terkekeh kecil

Kyubi mengangguk paham, gadis itu menatap keluarga nya tanpa sedikitpun keraguan "yah, aku yang meminta pangeran itachi untuk datang kemari ka-sama, ni-sama" kyubi mengakui keinginan nya, dengan wajah teduh gadis itu menggenggam tangan sang ibunda "aku merasa nyaman dengan pangeran itachi, aku tau apa yang kalian khawatir kan. Tapi aku berjanji akan berbahagia bersama nya, aku... Aku ingin bersama pangeran itachi ka-sama"

TBC

Putri Luar Biasa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang