WARNING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA VOTE
&
KOMEN
.
.
HAPPY READING
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: sasufemnaru
- Putri Luar Biasa -
Setelah kejadian beberapa menit yang lalu, Kushina langsung saja membawa kyubi dan Kurama memasuki rumah nya. Meminta penjelasan bagaimana bisa Kurama selamat dari pembantaian, dan berakhir bertemu saudari kembar nya.
Kurama pun dengan senang hati menceritakan apa yang di alami nya, mulai ia yang terbaring di tempat asing dan asal muasal diri nya bertemu kyubi.
Isak tangis tak luput menggiring cerita Kurama, tentu saja Kushina tak kuasa untuk menahan rasa sedih nya. Kedua anak nya melalui hal yang begitu berat, ia harap dari sini tak ada lagi cobaan berat untuk mereka.
"Dan akhirnya kami bertemu denganmu, ka-sama.." ucap akhir Kurama mengakhiri cerita panjang nya.
Kushina mengusap pelan pipi nya yang basah, netra nya melirik sosok gadis yang amat mirip Dengan nya. Gadis itu sedari tadi terus saja menunduk, namun getaran kecil di bahu gadis itu tak dapat menyembunyikan bahwa dirinya juga hanyut dalam cerita Kurama.
"Kyu.. maaf kan ka-chan,ne?" Kushina berucap lembut, suara nya hampir terdengar serak karena menangis
Kyubi dengan cepat mengangkat wajah nya, menatap sosok ibu yang di dambakan nya selama ini. Menggeleng pelan lantas kyubi berkata "tidak, setelah aku tau alasan ka-chan adalah untuk melindungi ku aku tak mungkin marah" ucap nya mencoba melemparkan senyum
"Senang mendengar itu, kemarilah.." Kushina merentangkan kedua tangan nya dan di sambut baik oleh kyubi, kedua ibu dan anak yang baru kembali bertemu itu saling melepaskan rindu "ku.."
Kurama tersenyum lebar, dirinya dengan serta Merta memeluk kedua wanita tersayang nya. Kedua? Alis Kurama mengerut heran, ia dengan cepat melepaskan dekapannya "di mana Naru, ka-sama?" Tanya nya setelah menyadari sesuatu yang ganjal.
"Naru? Naruto?" Beo kyubi ikut menatap Kurama yang hanya mengangguk singkat
"Naru.. Naru pergi mencari kalian, aku akan mengirimkan surat untuk nya agar kembali!" Kushina dengan cepat berlari ke arah kamar nya, mengambil secarik kertas dengan tergesa ia menuliskan perintah untuk Naruto kembali.
🍅🍥
Hampir 2 hari perjalanan, dan kini mereka telah berada di perbatasan Amegakure. Naruto menatap sekeliling dengan resah, ada yang mengawasi mereka.
"Berhenti di sini.." Naruto berucap begitu pelan, netra nya melirik ke segala arah mencoba mencari akan rasa ganjal yang di rasakan nya.
"Seseorang mengawasi kita" ucap gara yang ikut bersiaga, tangan nya sudah menggenggam pegangan pedang di punggung nya.
"Sial, apa tak bisa kita masuk dengan mulus?!" Kesal Kiba
Kwak!
Kwak!
Kwak!
Naruto, Kiba, dan gara serempak menoleh pada burung Kaka tua yang tampak bertengger di dahan rendah pada sebuah pohon.
"Ada surat di kaki nya" ucap Kiba sembari menunjuk pergelangan kaki burung itu yang di ikat secarik kertas
"Naruto!" Naruto menoleh pada gara yang memanggil nya dengan raut wajah khawatir "hati-hati!" Peringat nya
Naruto hanya mengangguk dan melangkahkan mendekati batang pohon, ia mengambil gulungan kertas yang berada di pergelangan kaki burung itu. Tak lama, burung itu kembali terbang meninggalkan mereka begitu Naruto membuka ikatan kertas di kaki nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
FanfictionPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
