Naruto menatap taman yang dulu pernah dirinya datangi, sekelebat bayang dua bocah kecil berbeda gender terlihat berlari mengelilingi taman yang di tengah nya terdapat air pancur.
Pandangan Naruto berubah sendu, netra nya tak lepas dari bayangan doa bocah yang di lihatnya. Ia sadar bahwa ini hanya ilusi semata, tapi itu tetap menyentuh dasar hati nya.
Tepukan di bahu menyadarkan Naruto, ia menoleh menatap kyubi yang menampilkan raut khawatir. Kembali melihat seisi taman, Naruto tak lagi mendapati bayangan masa kecil nya dan Sasuke di sana.
"Naru? Kau baik-baik saja?" Suara kyubi kembali terdengar, seperti gadis yang lebih tua darinya ini betul-betul menghawatirkan nya.
Menggeleng, Naruto menoleh menatap kyubi dan tersenyum "tidak apa" sahut Naruto mencoba terdengar biasa saja, namun pandangan sendu nya tak dapat mengelabui kyubi.
"Baiklah" kyubi memilih diam, mungkin Naruto tak ingin menceritakan. Jika begitu ia hanya perlu menunggu sampai Naruto menceritakan nya sendiri.
"Kyubi, Naru? Sedang apa kalian di sana?" Kedua nya mendongak, menatap sang ibu yang berdiri tak jauh dari mereka. Di sebelah sang Ibunda terlihat permaisuri mikoto yang juga tengah menatap mereka heran, dengan anggun keduanya berjalan menghampiri sang ibunda.
"Salam yang mulai permaisuri" Naruto dan kyubi kompak membungkuk memberikan penghormatan pada mikoto kala mereka telah sampai di hadapan sang Ibunda.
"Ah tidak perlu seperti ini nak, kalian sudah seperti putri ku" mikoto dengan lembut menggapai lengan kedua beradik di hadapan nya "maaf mengganggu waktu istirahat kalian" ucap nya tersenyum penuh keibuan
"Bukan hal besar yang mulia" sahut kyubi sembari tersenyum
"Ah anak mu begitu manis Kushina, ini kah kembar dari Kurama?" Tanya nya meng fokus kan atensi nya pada kyubi
Mengangguk, Kushina tersenyum "yah, bahkan sikap kedua nya tak jauh beda" sahut Kushina
"Aih.. baiklah, kyu? Bagiamana jika kau berkeliling istana?" Tawar mikoto
Kyubi nampak bingung, ia melirik Naruto yang juga melirik nya "aku akan membawa kyu-ne berkeliling jika begitu" sahut Naruto mengerti pandangan sang ne-chan
"Tidak-tidak" mikoto dengan cepat menolak, ia tersenyum penuh arti "Naru, kau tetap di sini" tunjuk nya pada Naruto "soal kyubi" ia melirik kyubi dan kembali tersenyum lebar "biar Itachi yang membawa nya keliling, kau tidak akan menolak kan, Itachi?"
"Ha'i ka-sama"
Kushina, Naruto,dan kyubi serempak menoleh pada sosok Itachi yang kini berjalan menghampiri mereka. Naruto terpaku di tempat, ia begitu mengenal sosok yang berjalan di belakang Itachi. Itu Sasuke.
Naruto menoleh pada mikoto dengan cepat, ia mengerti kenapa ne-chan di serahkan pada Itachi. Ini memang sudah di rencanakan, ia memandang ka-chan nya dengan tatapan tak percaya. Namun sosok yang di pandang nya hanya tersenyum dan mengangguk kecil, Naruto dapat membaca dengan jelas gerak bibir sang ibunda.
(Selesaikan semuanya dengan Sasuke Naru, ini waktu nya kau terlepas dari penderitaan mu)
Tidak, ia sudah baik dengan seperti ini. Walau, walau hati kecil nya terasa nyilu kala memperlakukan Sasuke bak orang asing untuk nya.
"Salam ka-sama" Sasuke dan Itachi membungkuk hormat pada sang ibu "salam Kushina ka-chan"
"Nah Itachi, kau bisa membawa kyubi berkeliling istana" ucap mikoto penuh semangat
Itachi mengangguk dan menatap kyubi "mari putri" ucap nya dan melangkah pergi begitu saja.
Kyubi menoleh pada Naruto dan tersenyum, sebelum akhir ia benar benar melangkah mengikuti Itachi yang sudah cukup jauh di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
Fiksi PenggemarPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
