Jika orang-orang bertanya, bagaimana kehidupan sekarang? Mungkin Naruto akan menjawab dengan jujur bahwa dirinya bahagia, namun Naruto akan lebih bahagia jika mereka memilih menjadi orang biasa. Tinggal di desa yang damai, tanpa keterlibatan tembok kerajaan dan sebuah politik.
Jika Naruto boleh memilih
Mungkin ia akan meminta, jika untuk kehidupan kedepannya biarkan ia menjadi orang biasa.
Itu hanya sebuah harapan.
Harapan yang berada amat dalam di lubuk hatinya.
Naruto memejamkan mata menikmati sapuan lembut angin di wajahnya, deru nafas yang amat tertarik. Gemersik dedaunan yang saling menyentuh, suara samar rerumputan yang bergesekan. Bau khas dari sebuah tanaman hijau, sejuk nya terasa begitu memanjakan diri.
Perlahan, Naruto membuka kelopak mata nya. Menatap langit biru yang begitu cerah dengan awan putih yang lebih banyak, hembusan angin kembali menerpa dan menerbangkan helaian surai pirang yang di gerai.
"Harapan itu?"
"Akan kah aku bisa menggapai nya setelah mengucapkan janji suci pada sosok yang ku cinta?"
"Apakah bisa aku meminta itu sebagai hadiah?"
"Dan apakah Sasuke mau menerima nya?"
Menggeleng, Naruto menepuk pelan kening nya
"Khe.. man mungkin, Sasuke adalah seorang pangeran dari kekaisaran uchiha naruto. Bukan seorang petani biasa" lantas, Naruto terkekeh meratapi pengharapan nya yang nyatanya akan kandas begitu saja.
"Tinggal beberapa hari yah?" Monolog Naruto pelan, gadis cantik itu kembali mendongak menatap langit biru. Tangan kanan nya terangkat menutup matahari yang menyilaukan, manik nya berkedip pelan "selamanya.."
🍅🍥
Di sisi lain, kyubi dan juga Itachi kini berada di tengah kota Konoha. Keduanya nampak menikmati perjalanan mengelilingi kota Konoha, ralat mungkin hanya pangeran Itachi yang menikmati perjalanan mereka.
Kenapa begitu?
Lihat saja kyubi yang berjalan sembari terus menundukkan kepala karena tak nyaman dengan pandangan warga desa, kyubi sadar bahwa dirinya tak banyak dikenal itu karena identitasnya yang disembunyikan. Kyubi merasa aneh kalau warga menatapnya begitu penasaran, mungkin mereka berpikir siapa dirinya yang bisa berjalan sedekat ini dengan pangeran Itachi.
Itachi menatap kedai gelang giok yang berada tak jauh dari posisinya, dengan senyum sumringah ia merasa memiliki sesuatu untuk diberikan pada kyubi. Dengan semangat Itachi menoleh menatap kyubi yang ternyata jauh tertinggal di belakangnya, dengan perasaan khawatir Itachi berjalan dengan cepat menghampiri kyubi.
"Kyu?" Mendengar suara Itachi yang begitu dekat dengannya lantas kyubi menengok pada sumber suara, netra ruby kyubi menatap manik kelam Itachi.
"Pangeran Itachi? ada apa?" Kyubi menatap Itachi dengan sorot mata bingung
Dalam sekejap Itachi gelagapan menanggapi kyubi, kedua belah bibirnya hanya mengatup tak jelas ingin mengucapkan sesuatu.
"Pengen Itachi ada apa? apa anda baik-baik saja?" Mendapati keterdiaman Itachi lantas kyubi melangkah mendekati pemuda itu, Itachi yang melihat kyubi semakin mendekati dirinya hanya termangu di tempatnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Kyubi semakin penasaran kala Itachi terus terdiam, tanpa sadar tangan kyubi terangkat menyentuh kening Itachi. Hal itu sukses membuat Itachi berdiri semakin kaku di tempatnya, rona merah samar terlihat menjalar dari pipi hingga ke telinga pemuda Uchiha.
"A-apa yang kau lakukan?" Tergagap Itachi mencoba menetralkan suaranya, bertindak seolah bahwa ia tidak sedang salah tingkah.
Kedua alis kyubi mengerut hampir menyatu mendengar pertanyaan Itachi, mungkin gadis Namikaze itu berfikir apa pangeran dihadapannya ini tidak mendengarkannya sama sekali? Yah mungkin saja itu terjadi
"Anda sedari tadi hanya terdiam di sini pangeran ada apa? Anda memanggil saya tapi ketika saya menanya kan maksud anda hanya terdiam"jelas kyubi mulai merasa jengkel
Itachi dibuat panik kalau melihat wajah masam kyubi, dengan cepat pemuda itu menyambar pergelangan tangan kyubi dan menariknya menuju sebuah kedai giok yang berdetak jauh dari posisi mereka saat ini.
"Hei ini tidak baik untuk saling menyentuh seperti ini pangeran!" Kyubi berkata dengan tegas dan melepaskan genggaman Itachi dari pergelangan tangannya, netra ruby kyubi kembali melirik para warga yang menatapnya hampir tak berkedip.
Itachi yang menyadari itu pun segera melihat sekitarnya, kini pemuda itu baru sadar bahwa dari tadi warga menatap mereka "apa yang kalian lihat, apa kalian tidak mengenal sosok di sebelahku ini?" Itachi bertanya dengan nantang pada warga yang berada di sekitarnya, nada tegas yang dikeluarkan oleh sang pangeran mampu membungkam para warga yang semula berbisik-bisik sesama mereka.
Tak ada yang berani menjawab, karena mungkin mereka berpikir diam adalah hal yang dapat menyelamatkan nyawa mereka. Tak mungkin mereka tak tahu siapa yang sedang berbicara di hadapan mereka saat ini, putra kedua kaisar Uchiha, Itachi Uchiha. Nama Itachi sangat dikenal dengan julukan pemuda genius, keterampilan berpedang dan bela diri yang sangat tinggi dimiliki Itachi sejak dini.
"Apa tak ada satupun dari kalian yang ingin menjawab?" Suara Itachi kembali terdengar, kerumunan warga yang semula ramai semakin bertambah.
Kyubi yang melihat itu tak ingin mengambil pusing, iya dengan cepat mencubit lengan Itachi hingga pemuda itu meringis dan menoleh padanya "apa yang kau lakukan kau membuat kumpulan mereka semakin ramai!" Bisik kyubi
"Aku hanya ingin memperkenalkanmu kepada mereka? Apa itu salah?" Itachi mengangkat kedua tangannya, netra kolamnya menatap kyubi yang tampak menunduk.
"Kau tak perlu mengenalkanku kepada mereka pangeran, karena itu akan dilakukan oleh kakak tertuaku" suara kyubi nampak bergetar, menghembuskan napas kasar akhirnya Itachi memilih diam.
Pemuda itu kembali pada tujuan awalnya, Itachi menatap pemilik kedai giok yang juga menyimak pembicaraan mereka.
"Apa ada giok yang paling bagus di sini?" Katanya Itachi tanpa basa-basi
Kalang kabut, pemilik kedai giok itu dengan cepat berlari masuk dan mengeluarkan sebuah kotak coklat dan meletakkannya di hadapan Itachi "kami hanya memiliki giok ini di antara giok yang paling bagus, konon giok ini dapat memberikan kebahagiaan bagi pengguna selama mereka telah membina keluarga" jelas pemilik kedai giok
Kyubi mengerutkan alis bingung, yang menatap Itachi heran. Apa yang dilakukan pria itu dengan membeli giok yang berguna untuk kebahagiaan bagi pengguna selama telah membina keluarga? Apa Itachi berpikir untuk membina keluarga saat ini?
Menggiling dengan cepat lantas kyubi menghilangkan pikiran tak jelasnya, menghembuskan nafas dengan pelan kyubi berjalan menghampiri Itachi yang sibuk melihat-lihat giok di tangannya
"Apa saat ini aku boleh berpikir bahwa kau berniat untuk membina keluarga pangeran itachi?" Setelah berada tepat di sebelah Itachi lantas kyubi bertanya dengan senyum mengejek yang terbit di wajah cantiknya.
Mendengar itu senyum Itachi mengembang, dengan tatapan teduh penuh cinta ia menatap kyubi yang tampak mengangkat kedua alisnya "tentu mungkin aku bisa memikirkan membina keluarga.. bersamamu mungkin?"
Kyubi terkejut, gadis itu bahkan tanpa sadar mundur beberapa langkah dari Itachi "a-apa yang kau katakan?" Kyubi bertanya sembari memalingkan wajahnya yang memerah, ini begitu memalukan mengungkapkan nya di hadapan para warga.
"Yah... Apa kau tidak berpikir untuk mengikat janji suci bersamaan dengan Naruto dan Sasuke?" Senyum Itachi semakin mengembang kala mendapati wajah kyubi yang amat memerah "Hei kyu.. ini bisa kau anggap sebagai sebuah lamaran loh..."
"Uchiha Itachi!!!"
"Aku tunggu kau menghadap Ni-sama!" Setelah mengucapkan itu kyubi lantas berlari meninggalkan Itachi yang menatapnya sembari tertawa
"Aih lucu sekali.." gumamnya lantaran gemas pada kyubi yang kini sudah menghilang dari sana
"Pangeran bagaimana dengan gioknya?"
Sadar akan sesuatu Itachi menoleh menatap sang pemilik kedai giok, mengeluarkan beberapa teal lantas Itachi berucap "bungkus ini untukku!"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
FanficPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
