Naruto terbangun dari tidur nyenyak nya, ia menatap sekeliling dan mendapati dirinya berada di rumah baru mereka. Sesaat dirinya lupa jika mereka kini telah menjadi bangsawan di bawah naungan uchiha, bukan kah miris? Yang sebelumnya adalah putri dari seorang kaisar di tanah senju kini menjadi seorang bangsawan biasa.
Namun Naruto tak berfikir demikian, ia bahkan berfikir hidup di desa uzu lebih baik ketimbang harus menjadi keluarga bangsawan kembali.
Apakah dirinya harus turun saat ini juga?
Tiba-tiba kejadian semalam di taman kerajaan kembali berputar di kepala naruto, wajah memerah padam. Dengan Malu Naruto menutup wajah nya dengan bantal sutra milik nya.
"Aih, apa aku masih memiliki muka untuk makan setelah ini?!" Gumam Naruto dengan wajah memerah bak tomat ke sukaan Sasuke.
FLASHBACK
"Ha'i ha'i ha'i, cukup Sampai di situ. Jagan harap bisa melakukan nya sebelum mengucap janji suci"
Naruto dan Sasuke serempak menoleh dan mendapati kurama yang sudah berkacak pinggang dan menatap mereka tajam, di sebelah kurama berdiri pangeran mahkota Uchiha- Shisui Uchiha
Reflek Naruto dan Sasuke berdiri dari duduk mereka, berbeda dengan Sasuke yang berdiri sembari memasang wajah datar. Naruto kini sudah meringsut kebalik punggung Sasuke karena malu, wajah nya sudah merah melebihi kepiting rebus
"Kuso!" Umpat Naruto kecil
Sasuke terkekeh mendengar umpatan naruto, ia melirik naruto yang bersembunyi di belakang punggung nya "jangan berbicara seperti itu, dasar dobe" Sasuke berucap dengan nada mengejek
"Diam teme! Ini karena kau!" Balas Naruto melupakan keberadaan kakak nya dan juga pangeran mahkota uchiha di hadapan mereka.
Sasuke kembali tersenyum, ia berbalik hanya untuk berhadapan langsung pada Naruto "aku jadi ingin menciummu saat ini juga" ucap Sasuke gemas, bahkan kedua telapak tangan nya sudah kembali menangkup kedua pipi naruto dengan gemas
"Ya! Berhenti sampai di sana Uchiha!" Ucap Kurama setengah berteriak. Mendengar teriakan kurama Sasuke kembali berbalik menatap kakak dari gadis nya, naruto? Jangan tanya ia hanya mengintip malu dari balik punggung Sasuke.
"Jangan lupakan kalau aku juga uchiha, Namikaze-san" sahut shisui tiba-tiba, mendengar suara shisui kurama menoleh sekilas pada pangeran mahkota uchiha itu dan mengangguk mengerti.
"Ya! Berhenti sampai di sana Sasuke!" Kurama kembali berucap setengah berteriak
"Ni-san mu bodoh sekali dobe" Sasuke berbisik pada sosok gadis yang langsung saja menghadiahkan nya sebuah cubitan di punggung nya, membuat sang empu nya meringis
"Ku-nii juga akan menjadi ni-san mu!" Sahut Naruto terdengar marah
"Khekhe, jadi kau sudah menerima lamaran ku?" Sasuke bertanya dengan suara yang sengaja di besarkan nya, hal itu sukses membuat empat orang yang bersembunyi keluar dari persembunyian mereka
"Kya!!! Kushina-chan, kita akan jadi besan!" Mikoto melupakan sejenak title nya sebagai seorang permaisuri, ia dengan energic mengguncang bahu kushina dan bertepuk tangan ria
"Haha iya miko-chan" balas kushina tersenyum anggun, hampir saja dirinya melihat putri nya yang di cium oleh pangeran Sasuke 'kurama datang di waktu yang tepat' batin kushina merasa lega
Keempat anak muda lain menoleh, mereka melihat dua wanita paruh baya dan satu gadis sebaya dan lagi? Uchiha itachi yang tersenyum tak jelas di depan sana.
"Aihh aku rasa menghilang dari sini lebih baik, hirashin!" Gumam Naruto tak jelas, malu nya sudah bertambah berkali-kali lipat. Tak hanya terpergok oleh kurama, tapi juga di saksikan oleh ibu dan kaka perempuan nya?! Lebih baik Naruto menghilang sekarang. Siapa pun! Tolong bawa Naruto dengan jurus hirashin!
FLASHBACK OFF
Tok tok tok
Bunyi ketukan di pintu membuat Naruto kembali sadar, ia menetralkan wajah nya yang teras panas. Ia harus bersikap seolah tak terjadi apapun, menebalkan wajah nya untuk saat ini mungkin tidak apa
"Masuk"
Ceklek
Pintu mulai terbuka kala Naruto sudah memberikan perintah, Naruto menatap Yugao dan Matsuri yang berjalan memasuki kamar nya.
"Selamat pagi putri" sapa kedua nya membungkuk hormat
Naruto mengangguk sebagai jawaban, wajah dingin nya telah kembali
"Putri bangun lebih pagi, ne.." ucap Yugao mulai membuka lemari pakaian Naruto
Mengerutkan dahi, Naruto menatap Yugao penuh tanya "lebih pagi?" Beo Naruto
Yugao menoleh dan mengangguk "ha'i, hari belum terang putri" ucap nya membuat Naruto ber o Ria
"Saya akan menyiapkan air untuk putri mandi" Matsuri pun berlalu pergi menuju perairan yang memang berada di dalam kamar naruto.
"Putri?" Naruto menoleh, dan mendapati Yugao yang sudah memegang dua buah gaun di tangan nya. Melihat Naruto yang hanya diam menatap nya Yugao oun tersenyum "putri ingin menggunakan warna apa? Hari ini keluarga anda akan ada pertemuan kembali di istana"
"A-apa?! Pertemuan?!" Hilang sudah wajah dingin Naruto, wajah nya berganti pucat dengan raut panik. Bagiamana jika ia bertemu pangeran itachi?, bagiamana jika pangeran shisui menceritakan semua nya pada kaisar fugaku?, bagiamana jika ia bertemu permaisuri mikoto?!
"Putri, anda terlihat begitu kaget. Apa yang anda khawatir kan?" Yugao menatap heran Naruto yang tampak begitu panik hanya mendengar kata pertemuan, apa terjadi sesuatu yang langkah semalam? Pikir nya
"Bi-bisakah aku tidak pergi?" Tanya naruto memelas
Yugao dengan tegas menggeleng, bagaimana ia sudah mendapatkan perintah dari pangeran Sasuke bahwa calon nya harus hadir dan tampil menawan "tidak putri, bangsawan uzumaki di wajibkan hadir" ucap Yugao
"Apa tak bisa dengan ka-sama, ni-sama, dan ne-sama saja?" Tanya Naruto terkesan begitu menolak untuk ikut
"Anda merupakan salah satu anggota keluarga uzumaki putri, dan anggota keluarga uzumaki di wajibkan hadir. Lagi pula apa yang perlu putri khawatir kan?" Tanya Yugao mencoba menyelediki
"Memang nya pertemuan apa?" Tanya Naruto tak menghiraukan pertanyaan Yugao
"Hanya sarapan bersama antar keluarga Kerajaan dan juga keluarga bangsawan uzumaki, putri"
"Putri air anda sudah siap" Naruto hendak kembali berbicara jika saja Matsuri tak keluar, dengan pasrah Naruto berjalan menghampiri Matsuri yang telah menunggu nya di pintu perairan.
"Aku akan memakai yang berwarna biru" ucap Naruto sebelum benar benar memasuki bilik perairan bersama matsuri
Yugao menatap pintu bilik perairan yang tertutup, pandangan nya beralih pada kedua gaun yang berada di genggamannya.
Menatap satu persatu gaun itu akhirnya Yugao memahami sesuatu, warna biru adalah ciri khas putri Naruto. Aura nya yang cerah, rambut secerah matahari, dan mata nya yang berwarna sapphire. Perpaduan yang begitu indah untuk di lihat, Yugao sekarang mengerti kenapa tuan nya memerintahkan nya kemari.
Menaruh salah satu gaun di tangan nya kembali ke tempat semula, Yugao meletakkan gaun yang di pilih oleh Naruto tepat di atas tempat tidur Naruto. Ia beralih berjalan menuju meja rias, dan menyiapkan hiasan apa yang cocok dengan gaun yang di kenakan calon tuannya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
Fiksi PenggemarPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
