WARNING
TYPO BERTEBARAN
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA VOTE
&
KOMEN
.
.
HAPPY READING
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: sasufemnaru
- Putri Luar Biasa -
Bulan terlihat bersinar dengan terang, cahaya yang merengsek dari sela sela dedaunan hutan begitu lembut menerpa wajah Naruto.
Sekelebat bayang masa kecil nya muncul bagai film yang terus berputar, tawa yang menggema di kepala nya mampu membuat dirinya tak dapat untuk tidak ikut tersenyum. Walau terasa pahit.
Bulan adalah Sasuke, dan matahari adalah dirinya. Itu yang sering di ucapkan keluarga uchiha dan keluarga nya dulu, mereka berdua dengan senang menerima julukan itu.
Senyum Naruto berubah getir kala sekelebat bayang yang membuat dirinya dan Sasuke bagai orang asing, itu salahnya. Ia merasa bersalah karena telah memaksa Sasuke kala itu, ia pantas untuk menerima hukuman ini.
Tapi di kala dirinya harus berpura-pura dingin pada Sasuke, di saat itu lah hatinya nyeri. Rasa bersalah bahkan dengan seringnya menghampiri kala ia terus memperlakukan Sasuke bagai orang asing di hidup nya.
"Naru?"
"Sudah selesai?"
"Yah, kami sudah menghantarkan mereka untuk melaksanakan tugas sekarang" jelas gara, netra jad nya menatap punggung Naruto yang masih sibuk menatap bulan "bulan itu mengingat kan mu Padanya bukan?" Tebak nya terang-terangan.
"Yah" gara nampak kaget kala Naruto membenarkan ucapan nya, ia mengira Naruto akan kembali mengelak "tapi ini yang harus kulakukan" Naruto berbalik menatap gara dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Apa ada kisah lain di balik asing nya kalian saat ini?" Gara kembali menebak.
Naruto terkekeh geli, gara suka sekali menebak tentang hidup nya. Dan sial nya tebakan nya 89% benar "di suatu pertemuan tentu harus ada perpisahan gara"
"Jika seperti itu apa kita akan berpisah juga kelak?" Tanya Kiba yang datang membawa tiga ekor kuda
"Akan ada waktu nya kita akan berpisah, berpisah bukan berarti saling tak mengenal bukan? Kalian masih bisa mengunjungi ku" sahut Naruto yang membuat perasaan Kiba dan gara tak nyaman. 'entah kapan orang tua kalian menyadari dan ingin kalian kembali ke sisi mereka' batin Naruto pahit
"Walaupun itu yang akan terjadi aku akan memilih tetap di sisi mu Naru" sahut Kiba begitu yakin
Gara mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Kiba "dan aku harap perpisahan itu hanya sekejap, seperti misi yang kita jalani selama ini" timpal nya
Naruto memasang jubah cream nya, beserta tudung yang menutupi setengah wajahnya. Dengan lihai ia menaiki kuda putih miliknya.
"Ayo, kota ame menunggu kita" Naruto
🍅🍥
Dua sosok orang terlihat mengenakan jubah hitam yang kebesaran, mereka terus mengelilingi desa dari ujung ke ujung seolah sedang mencari tahu sesuatu di desa ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
FanfictionPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
