Kini Uzumaki bersaudara beserta sang ibu tengah berkumpul di ruang utama rumah sederhana mereka, tak ada yang berbicara. Keadaan tampak hening dengan mata yang hanya saling melirik.
Bosan dengan keadaan hening yang sudah terjadi sekitar 5 menit yang lalu, Naruto memilih untuk membuat suara "jadi? Aku rasa pendapat ka-sama adalah hal yang harus di utamakan untuk ini" Naruto menatap sang ibu yang tampak berfikir keras
Namun beberapa saat kemudian Kushina menoleh pada anak bungsu nya "ka-chan sudah tak bisa mengambil keputusan ini Naru.." netra nya melirik Kurama yang hanya diam menatap mereka "kali ini ni-san mu sudah kembali, dan ia lah yang akan menggantikan posisi tou-san mu. Jadi biarkan dia yang memilih nya"
Naruto mengangguk mengerti, mungkin ia hanya akan menikmati dan menerima keputusan dari Kurama.
Kurma sendiri pun tampak berfikir keras, sesekali ia akan melihat reaksi ibu, dan kedua adik nya.
"Aku berfikir, ada baik nya kita menerima itu ka-sama" sahut Kurama setelah terjadi keheningan beberapa saat
Kushina mengangguk mengerti, ia tersenyum kecil "memang tidak ada salah nya, karena mereka juga mengetahui seperti apa kita" sahut Kushina
"Apa?" Semua mata kini menatap Naruto yang menunduk kan kepala dalam "apa alasan nii-sama mengatakan bahwa baik jika kita berada di sana?" Naruto mengangkat wajah nya, memandang wajah sang Kurama dengan amat serius yang berhasil membuat kurama terdiam.
Kyubi beserta Kurama terpaku di tempat kala melihat sorot mata serius serta aura kepemimpinan dari adik mereka, Kurama tak tahan menahan rasa bangga yang sudah memenuhi dada nya. Apa yang di alami mereka membuat Naruto menjadi gadis tangguh seperti nenek mereka dulu, ataukah mungkin ketangguhan itu sudah ada padanya sejak awal?
"Yah aku rasa kita juga membutuhkan alasan nya.." sahut kyubi menyetujui Naruto
"Baiklah" Kurama mendesah pasrah kala netra kembali menatap Naruto yang masih tak mengubah ekspresi nya, Kushina sendiri hanya terkiki geli dengan kyubi yang tersenyum "alasan nya.. selain kita memiliki pendukung cadangan, setidak nya kita akan tak sendiri di sana. Maksud ku, kerajaan uchiha tak mungkin tak melindungi kita setelah berani menawarkan untuk menjadi keluarga bangsawan di bawa kepemimpinan mereka" jelas kurama
"Semua kerjaan telah mengetahui bahwa aku menghancurkan kerajaan senju, jika berita tentang kita yang memasuki kawasan uchiha sebagai salah satu keluarga bangsawan yang akan menetap di sana. Itu tak mungkin tak memicu kebencian dari bangsawan yang pernah berada di naungan senju, ni-san tak mungkin tak tau bagiamana sikap bangsawan lain yang berada di bawah senju saat itu" ucap Naruto yang kembali membuat Kurama berfikir keras
Melihat ni-san yang kembali berfikir, Naruto tersenyum kecil "tak apa jika nii-sama ingin menerima nya, aku mendukungnya"
"Apa kau berencana hanya membiarkan kamu untuk pergi?" Suara kyubi terdengar tinggi mengutarakan apa yang berada di dalam pikiran nya, ia curiga Naruto akan memilih menetap di sini.
Kushina dan Kurama ikut menatap Naruto yang tampak tersenyum kikuk di tempat nya "jadi? Kau benar memikirkan itu nak?" Tanya Kushina tak menyangka
"Aku hanya berpikir saja, tapi aku rasa itu baik. Tapi aku belum memutuskan nya" aku Naruto
Kurama menghela nafas "jika begitu lebih baik kita tidak menerima nya" semua menatap Kurama tak mengerti, Kurama yang di tatap pun hanya mengedikan bahu "percuma, jika Naruto tak ikut bersama kita" ucap nya yang membuat Kushina beserta kyubi mengangguk setuju.
Tersenyum kecut, Naruto akhir pasrah "baiklah aku ikut" pasrah nya yang menerbitkan senyum di bibir Kurama
🍅🍥
Di kerajaan uchiha, para kelurga kerjaan sedang mengadakan rapat soal pengrekrutan kelurga bangsawan bersama bangsawan yang memang berada di naungan uchiha.
Perlu di ketahui, uchiha adalah salah satu kerjaan yang memiliki keluarga bangsawan yang sedikit. Mereka hanya memiliki tiga keluarga bangsawan, dan di antara nya adalah Nara, Hyuga, dan Akiminchi.
Menambah keluarga bangsawan di naungan mereka akan menguntungkan, terutama jika itu inuzka dan Uzumaki. Dua bangsawan ini begitu tersohor, terutama Uzumaki yang berdarah biru alias keturunan kerajaan senju.
"Jadi apa mereka telah mengirim kan balasan? Ini sudah 2 hari sejak surat permintaan di kirim kan?" Tanya fugaku pada Kasim di sebelah nya
Di sebelah sang raja, terdapat permaisuri mikoto yang duduk anggun mengikuti pertemuan. Tiga pangeran lain juga tampak duduk tenang di kursi mereka.
Sang Kasim tampak membungkuk "ha'i yang mulai, kami telah menerima balasannya dari kedua nya" sahut sang Kasim
"Bacakan!" Perintah nya tak sabar menunggu, apakah mereka akan menerima nya ataukah tidak.
Sang Kasim dengan patuh mengangguk "baik yang mulai" sang Kasim pun dengan cepat berbalik menghadapnya tiga keluarga bangsawan lain untuk membacakan isi dari kedua surat, surat yang pertama telah di tangan nya.
Kasim itu membuka gulungan surat dengan cepat, netra menatap para bangsawan yang juga tampak nya sangat penasaran "surat pertama datang dari bangsawan inuzka" semua terdiam, keadaan menjadi hening menantikan kelanjutan isi surat yang akan di bacakan "mereka menolak nya" raut kekecewaan nampak jelas di wajah para bangsawan dan juga keluarga Kerajaan "mereka mengatakan bahwa mereka cukup menjadi warga biasa untuk saat ini"
"Ke Setian inuzka akan kerjaan senju memang tak main-main " sahut hiashi yang mendapat persetujuan dari yang lainnya
"Tidak menutup kemungkinan jika Naruto memulai kembali untuk membangun kerajaan senju, inuzka adalah bangsawan pertama yang akan berada di sisi nya" sahut shukaku
"Lanjutkan!" Perintah fugaku
Kasim kembali mengangguk dan mengambil gulungan kertas kedua "surat kedua datang dari bangsawan Uzumaki" keadaan hening, bahkan lebih hening dari sebelumnya. Ini lah klimaks yang mereka nantikan, mereka memiliki harapan besar agak Uzumaki mau bergabung "mereka menerima nya"
Semua mata menatap kaget sang Kasim yang tampak tersenyum dan menundukkan memberikan penghormatan, bahkan para pangeran uchiha pun tampak kaget.
Naruto bukan lah orang yang mudah di bujuk, anak itu begitu keras.
"Apa yang terjadi? Apa aku tak salah mendengar?" Tanya bangsawan Akiminchi
"Ini adalah salah satu keuntungan dan keajaiban yang mulai, tak ada yang menyangka mereka akan menerima nya" sahut hiashi
"Tapi ini cukup membingungkan, kita sudah tau bagaimana watak putri Naruto. Ia bukan lah orang yang mudah di bujuk, menerima penawaran ini begitu saja bukan lah apa yang biasa di lakukan nya" sahut shukaku mengutarakan kebingungan nya
"Terakhir saat aku berada di desa Uzu" semua mata kini menatap Sasuke yang berdiri, pemuda itu tampak sangat serius "putri Naruto memimpin penuh dalam hal apapun, dan putri Kushina hanya akan mendukung apa yang akan di lakukan putri Naruto"
Penjelasan Sasuke semangkin membuat mereka bingung, kenapa tiba-tiba Naruto menjadi lunak.
"Apa ada hal lain yang di katakan dalam surat itu, Kasim?" Tanya Itachi
"Ha'i pangeran" sang Kasim mengangguk dan kembali membuat surat yang telah di tutup nya beberapa menit yang lalu " mereka mengatakan akan tiba sore ini di kerajaan uchiha, dan juga kertas ini tampak di stampel"
"Stampel?" Beo shishui
"Stampel ini jika saya tak salah mengenali, ini adalah Stampel persatuan Namikaze dan Uzumaki. Yang di resmi kan oleh Namikaze Jiraya 20 tahun yang lalu" ucap sang Kasim
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
FanfictionPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
