22

258 22 0
                                        

Mikoto, permaisuri dari kerajaan Uchiha menatap anak bungsunya yang duduk tepat di hadapan nya. Kini mereka berdua berada di gazebo kediaman permaisuri, mikoto nampak dapat melihat jelas kegelisahan di mata sang anak.

"Dulu..."
Mikoto menatap Sasuke yang segera mengangkat kepalanya kala ia mulai mengeluarkan suara "kau dan Naruto adalah teman dekat, bahkan dunia mengatakan kalian adalah pasangan yang di takdirkan..."

Sasuke diam menatap sang ibu, ia tak ingin menyela hingga ibunya selesai menceritakan segala hal yang seharusnya di ketahui nya.

"Kau sangat sensitif Jika itu adalah hal tentang Naruto, dan Naruto sendiri... Ia sulit untuk berteman. Namun saat bertemu dengan mu, entah keajaiban apa yang telah di rencanakan kami-sama Kalian menjadi teman yang saling melengkapi. Hingga suatu hal membuat Naruto memilih tak bertemu dan berhubungan dengan mu lagi, Karena merasa dirinya lah yang menjadi penyebab kau seperti ini..."

"A-apa yang terjadi..?" Sasuke tak kuasa membuka suara kala melihat sang ibu menitikkan air mata, apa yang membuat Naruto memilih tak berhubungan dengan nya lagi?

"Pada saat itu, tepat nya di arena latihan kuda kerajaan Uchiha. Naruto menonton mu yang sedang menunggangi kuda, namun dengan perasaan yang amat penasaran Naruto meminta mu untuk mengajari nya. Namun tak ada yang menyangka bahwa hal itu bisa membuat kalian berdua celaka, pada saat kau mengajari Naruto. Entah kenapa kuda yang jinak tiba-tiba menjadi liar, kuda itu berlari tak tentu arah. Hingga Naruto sempat oleng dan hendak terjatuh, namun kau dengan penuh keberanian menjadikan dirimu sebagai tameng untuk Naruto. Kau mengalami cedera serius, kepala mu yang terbentur batu membuat mu tak ingat akan persahabatan kalian. Pada saat kau tak sadar, Naruto selalu menemani mu dan tak ingin pulang kekerajaan nya... Dan saat kau sadar ia begitulah terlihat bahagia dan terus menangis, namun kami-sama menginginkan hal lain. Pada saat kau membuka mata mu, kau langsung saja memanggil para dayang untuk mengusir nya dengan alasan bahwa kau tak mengenali nya. Dan dari situ Naruto terus meminta maaf kepada kami dan menyalahkan dirinya adalah sepenuhnya orang yang bersalah, dan berjanji tak akan menemui mu dan berhubungan dengan mu lagi sebagai hukuman untuk nya"

Mikoto melirik Sasuke yang memalingkan wajah nya, tersenyum getir. Mikoto tau bahwa anak nya yang dingin itu juga meneteskan air mata "Sasuke..." Panggil nya lembut

Mikoto tersenyum maklum kala anak nya itu tetep kekeuh tak ingin menoleh, netra kelam nya menatap bintang indah yang kini menghiasi langit malam "ini kesempatan mu untuk mengakhiri semua, buat lah Naruto terbebas dari penderitaan yang di alami nya... Gadis itu, sudah terlalu banyak menderita. Ka-chan ingin kau membuat nya bahagia, dan mengembalikan senyum cerah nya"

"Ka-sama aku-"

"Naruto bersikap seperti itu karena rasa bersalah nya padamu" mikoto bangkit dan berjalan dengan anggun menghampiri putranya, ia menangkup kedua pipi Sasuke hingga netra kelam Sasuke mampu menatap nya dengan jelas "Naruto memegang erat Janji yang di buat nya, tak ada salah nya memperbaiki semua. Ka-chan mendukung mu, ne?" Tersenyum lembut, mikoto menatap Sasuke yang tampak masih ragu "kau bisa melakukan nya, anak ka-chan bukan lah orang yang mudah menyerah"

Sasuke mengangguk dengan tegas, kedua tangan nya terangkat menggenggam tangan sang ibu yang masih berada di kedua pipinya "aku akan melakukan nya ka-sama, aku akan"

🍅🍥

Teng!
Teng!
Teng!

Lonceng yang berbunyi nyaring menandakan akan kedatangan seseorang, Kushina yang berada tepat di Halam rumah berlari untuk melihat siapakah yang datang. Dari arah berlawanan terlihat kyubi dan kurama menyusul sang ibu ke halaman depan.

Suara langkah kaki kuda yang tiba tiba berhenti menyambung Kushina, sosok dengan jubah yang melekat di tubuh nya menuruni kuda dan melangkahkan menaiki anak tangga dengan anggunnya.

Tepat pada saat ia telah berhadapan langsung dengan tuan rumah, kyubi dan Kurama juga tiba di halaman depan.

Sosok dengan jubah itu membungkuk hormat, tudung yang di kenakan nya terbuka karena tertiup angin. Helaian surai pirang melambai dengan indah "Naru pulang, ka-sama" menegakkan tubuh nya, Naruto melemparkan senyum tipis kepada sang ibu.

Dekapan hangat menyambut nya, ia dengan senang hati menyambut dekapan yang di berikan ibunya memejamkan mata nya menikmati hangatnya dekapan seorang ibu.

"Naru?"

Lantunan suara lain mengambil atensi Naruto, netra sapphire nya bergulir menatap sosok pemuda tinggi yang selama ini di pikir nya telah meninggal kan mereka. Di sebelah pemuda itu terlihat sosok gadis yang di akui nya sangat mirip dengan ibunya, tanpa sadar tetes demi tetes air mata menuruni pipi putih Naruto.

"Nii-sama..." Lirih nya

Kushina yang mengerti dengan lembut melepaskan dekapan nya, ia memegang kedua bahu Naruto dan mengangguk sembari tersenyum haru "yah, mereka ni-san dan ni-chan mu"

"Ni-.. nii-sama" kurama merentangkan kedua tangan nya, dengan cepat Naruto menghambur kan dirinya di dekapan sang ni-san "nii-sama hiks ni... Aku sudah hiks- aku sudah membalaskan dendam kita pada hiks- danzou.."

Kurama mengusap lembut punggung Naruto yang bergetar, netra nya melirik kyubi yang hanya di di sebelah sang ibu "aku tau... Aku tau kau bisa melakukan nya naruu.." kurama menatap wajah Naruto yang sembab, ini kali pertama ia kembali Melihat Naruto menangis setelah sekian lama "lihat lah.." kurama memberikan isyarat dengan dagu nya "aku membawa ni-chan mu.."

Naruto menoleh menatap kyubi yang tersenyum padanya, ia kembali menatap Kurama yang mengangguk. Dengan langkah pelan Naruto menghampiri kyubi yang berdiri di sebelah sang ibu.

"Ni-chan... Maaf kan Naru yang terlambat mengetahui tentang mu.." Naruto hendak membungkuk, namun kyubi dengan cepat menahan tubuh Naruto dan beralih memeluk nya dengan erat

"Walaupun kita baru bertemu sekarang, tapi dari yang mengalir di tubuh mu dan tubuhku adalah darah yang sama. Walau kita tak pernah berinteraksi, namun aku yakin ikatan persaudaraan kita begitu kuat" ucap kyubi melemparkan senyum nya pada Naruto yang mengangguk mengerti

"Maaf mengganggu waktu anda nyonya " sebuah suara menginterupsi kegiatan keluarga yang baru melepaskan rindu mereka

"Ada apa?" Naruto maju terdepan kala mendapati salah satu anggota shadow mendatangi rumah nya

Sosok itu terlihat membungkuk dan beralih menopang tubuh nya dengan lutut kanan nya, ia tampak menyerahkan sebuah gulung kertas pada Naruto "Ada pesan dari kerajaan Uchiha" ucap nya

Naruto dengan segera mengambil gulungan itu dan memerintahkan shadow itu untuk kembali, seperti detik kemudian shadow itu menghilangkan begitu saja.

"Uchiha? Mereka mengirimkan pesan apa?" Tanya kurama yang mulai mendekat para wanita

"Lebih baik ka-sama yang membuka nya.." pinta Naruto

Kushina menggeleng pelan, ia melemparkan senyum manis pada Naruto "selama kau yang berjuang Naru, kau bisa memimpin nya. Jadi tak ada masalah Jika kau yang membuka nya.."

"Aku? Tapi ka-sama-"

"Ucapan ka-chan adalah perintah untuk kita Naru..." Nasehat kyubi

Denga pasrah Naruto membuka surat itu, netra nya tampak melotot tak percaya dengan raut wajah kaget. Kurama yang melihat itu tak kuasa menahan rasa penasaran nya, ia dengan cepat mengambil alih surat di tangan Naruto.

"I-ini?! Permintaan keluarga Uzumaki untuk menjadi anggota keluarga bangsawan di kerajaan uchiha?!" Ucap Kurama tak percaya

TBC

Putri Luar Biasa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang