Kereta kuda mulai memelankan laju nya hingga akhirnya benar benar berhenti, Naruto mengikuti kyubi yang lebih dulu turun. Ia menatap Istana yang berada tepat di hadapan nya, dapat di lihat di depan sana sudah banyak dayang yang menunggu kedatangan mereka.
"Salam, tuan kurama" sapa kasim kerajaan menghampiri kurama "mari, Kaisar dan yang lainnya sudah menunggu anda di dalam"
Sang kasim berbalik dan memimpin jalan, membawa mereka munju ruang pertemuan yang nyata nya adalah ruang makan. Ini kali kedua Naruto memasuki ruang makan kerajaan, sulu saat dirinya baru membongkar identitas nya dan saat ini.
"Selamat datang, silahkan" permaisuri mikoto dengan cepat menyambut tamu nya kala melihat Kushina dan kurama memasuki ruangan
"Ini terlalu berlebihan hanya untuk menyambut kami, miko-chan" kushina menduduki dirinya di hadapan mikoto, di susul oleh kurama yang duduk tepat di sebelah shisui.
"Tidak, tentu tidak! Apa yang tidak boleh ku lakukan untuk menyambut calon besan ku, kushi-chan" balas mikoto membuat Naruto menundukkan wajah dalam, oh ayolah ia kembali mengingat kejadian semalam.
Di sisi lain, kyubi nampak khawatir kala Naruto semangkin menundukkan kepala nya dengan wajah yang memerah. Kyubi mungkin akan berfikir Naruto sedang sakit jika saja tak melihat daun telinga gadis itu yang ikut memerah, pada akhirnya kyubi mengerti bahwa adik manis nya itu hanya malu.
"Naru?" Kyubi dengan iseng menyentuh tangan Naruto yang berada tepat di atas paha gadis itu
Naruto menoleh, namun masi dengan menundukkan kepalanya nya "lihat ke depan kyu-nee" balas Naruto lalu kembali ke acara menunduk nya
Kyubi mengangkat alis tak mengerti, namun ia menurut dan mengangkat kepalanya untuk melihat ke depan nya. Kini berganti wajah kyubi yang memerah, dengan Canggung gadis berusia 19 tahun itu mengalihkan pandangan nya.
'kenapa tak memberi tahu kalau keriput itu duduk di hadapan ku' bati kyubi
Bayangkan saja, saat dirinya menoleh dan mendapati sosok pangeran kedua uchiha yang menatap nya sembari tersenyum tampan. Oh ayolah, kyubi bukan gadis munafik yang sama sekali bisa berpura-pura mengabaikan wajah tampan di hadapan nya.
Berbeda dengan kedua gadis dan dua pangeran yang tengah kasmaran, kurama justru berdiam diri dengan tatapan tajam dan aura suram yang berhasil mengganggu ketenteraman sang putra mahkota- Shisui Uchiha.
"Sebenarnya apa yang kau mau, tak baik mengeluarkan aura seperti ini di meja makan!" Bisik shisui tak ingin mengganggu pembicaraan orang tua nya, sesekali pemuda itu melirik ibu dan ayah nya yang tampak mengobrol dengan Kushina.
"Aku masih mendendam pada kedua adik mu itu! Bisa bisa nya aku hampir kecolongan semalam!" Balas kurama ikut berbisik, netra nya menatap tajam Sasuke dan itachi bergantian. Kedua pemuda uchiha itu masih saja berani menatap adik adik manis nya seperti saat ini, apa mereka tidak melihat dirinya?!
"Kurama"
"H-ha'i? Yang mulai? Ada apa?" Kurama menjawab dengan linglung, ia sedang asik mengawasi Itachi dan Sasuke malah di kejutkan dengan panggilan dari fugaku.
Semua mata kini menatap nya, termasuk adik adik manis nya dan kedua pangeran biadap yang ingin mencuri adik nya.
"Ku? Ada apa? Sepertinya kau tak fokus?" Kushina bertanya dengan khawatir, kurama sering menyembunyikan semua sendiri hampir sama seperti Naruto yang suka menanggung semua sendiri.
"Ahaha, itu hal yang wajar kushina-kachan. Biasa nya orang akan cenderung linglung jika perut nya masih kosong" shisui menyahut sembari tersenyum tanpa dosa, tak memperdulikan kurama yang melotot pada nya.
"Ya! Apa yang di katakan pangeran mahkota benar, seperti nya kurama-san sudah tak tahan untuk menjamu makanan saat ini" timpal itachi tak memperdulikan tatapan tajam yang melayang pada nya
"Ah maafkan aku, aku sampai lupa" fugaku sedikit terkekeh, ia membenahi duduk nya dengan benar "seperti nya nanti saja membicarakan nya, mari kita makan!"
"Ha'i"
🍅🍥
Kini para keluarga Kerajaan uchiha dan juga bangsawan uzumaki masih berada di ruang yang sama, meja makan sudah bersih dari piring kotor dan juga makanan berat. Kini hanya ada teh kopi, dan juga kudapan di atas meja untuk menemani pembicaraan mereka.
"Soal yang tadi.. aku ingin meminta pendapat keluarga Uzumaki, terutama kushina-san dan kurama" kurama dan Kushina menatap fugaku kala nama mereka di sebut, kedua nya tampak bingung "Ini soal pernikahan Sasuke dan Naruto" lanjut fugaku yang membuat kurama melotot "bagiamana menurut mu, kurama?"
"A? S-saya?" Kurama menunjuk dirinya sendiri, mengerti akan kekonyolan nya kurama mencoba berdehem guna menetralkan perasaan nya "kalau saya, saya hanya ingin yang terbaik untuk Naruto. Selebihnya, saya akan membiarkan Naruto untuk memilih sendiri. Jika memang benar ia bahagia bersama pilihan nya, saya akan mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk mereka" ucap kurama bijak
"Ku..." Kurama menoleh pada shisui yang memandang nya terharu "kau, kau sungguh ni-san yang baik kurama!!"
"Ahaha maaf kan pangeran shisui, sikap nya memang agak melengser dari Uchiha" mikoto tertawa canggung melihat ke absurd-an anak pertama nya, dan wajah kurama yang jijik kala ingin di peluk oleh shisui
Kushina yang mendengar itu hanya tersenyum maklum dan mengangguk, ia sudah sering melihat sosok uchiha yang melengser dari sikap mereka 'apa miko-chan tak sadar bahwa dirinya lebih sering' batin kushina
"Nah, lalu bagaimana dengan mu kushina-san?" Fugaku kembali bertanya membuat semua mata menatap kushina, dan keadaan kembali hening.
"Sama seperti yang di katakan kurama, aku pun akan seperti itu. Bagi seorang ibu, kebahagiaan anak anak mereka adalah hal nomor satu.. aku hanya ingin kebahagiaan untuk anak-anak ku" jawab Kushina sembari tersenyum
"Ka-sama..." Naruto menatap kushina dengan mata berkaca-kaca, suara nya terdengar parau karena tangis nya hampir tumpah. Setetes air mata kini membasahi pipi naruto, menikah Adalah hal yang di impikan dari setiap para gadis. Namun menikah itu berarti ia memilih untuk hidup dan berbakti pada suami nya, dan itu berarti ia harus rela meninggalkan keluarga nya dan mengikuti sang suami Kemana pun ia pergi.
Sapuan lembut di pipi kini di rasakan naruto, ia melirik sang empunya tangan yang ternyata adalah Sasuke. Pemuda itu menarik tangan nya setelah menyapu bersih tetesan air mata di pipi Naruto "tidak baik menangis, kau tau di sini terasa sakit melihat kau seperti ini" Sasuke berucap sembari menyentuh dada nya dengan senyum teduh.
Baiklah abaikan tatapan dan berbagai ekspresi yang lainnya, biar kan mereka menonton kemesraan sasunaru secara live.
Baiklah mungkin menceritakan lebih baik.
Saat ini Naruto terdiam sembari menatap Sasuke kaget, dan Sasuke menatap nya dengan Tersenyum tampan.
Lalu di sebelah mereka, itachi dan kyubi menatap kedua nya kaget dengan wajah yang bersemu.
Fugaku, menatap tak percaya pada sang putra yang terkenal kulkas. Mikoto yang tersenyum bahagia dan bertepuk tangan, kushina yang menggeleng dan memili mengalihkan pandangan nya.
Dan...
Shisui yang menatap kurama sembari tersenyum miring, lalu kurama yang menatap tajam Sasuke dengan wajah yang memerah karena marah.
Sepertinya nya lamaran Sasuke di terima dengan banyak ekspresi penutup pada kemesraan Sasuke dan Naruto yang kini memperlihatkan dunia seakan milik berdua.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Putri Luar Biasa
FanfictionPerjuangan seorang putri bungsu dam sang ibu untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mereka, dalam perjalanan itu membawa naruto bertemu dengan orang yang ia cintai uchiha sasuke
