6. TRAUMA YANG KEMBALI DATANG

4.9K 242 4
                                        

hallo guysss....
gimana nihh kabarnya...??

sebelumnya aku berterimakasih pada pembaca yang sudah mampir kekarya aku dan udah vote juga, makasih banyak yaa...

dan buat yang liat doang terus gak vote di vote dong komen juga karena itu semua penting banget..

gampang kok gak riber gratis juga tinggal klik bitang di pojok udah dehh...

yuk vote dulu yu... jangan jadi pembaca dalam diam, cukup kamumencintainya dalam diam jangan jadi pembaca dalan diam juga dong...

wk wkk....

oke lah langsung cuss aja

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

setelah kejadian dimana Cheryl di bully kini ia di larikan ke ruang IGD karena Cheryl sudah tidak sadarkan diri dan banyak luka luka di beberapa daerah di tubuh dan wajahnya

Arsen kini masih setia menunggu Cheryl yang berada di ruang IGD dengan keadaan yang masih memakai pakaian sekolah dan dia sudah terlihat kucel namun ia tidak mau meninggalkan adiknya yang sedang di periksa oleh dokter di dalam

disana Arsen tidak sendiri ia ditemani paman dan bibinya serta sahabat sahabatnya dan juga Jian

tadi setelah Jian meninggalkan sekolah ia tidak langsung kerumah sakit melainkan ia pergi kerumah untuk memberi tahu orang rumah tentang kejadian yang menimpa Cheryl

setelah menunggu beberapa jam kini pintu ruangan IGD sudah terbuka dan menampilkan dokter yang baru saja keluar dari sana

kini semua orang langsung mengerumi dokter untuk bertanya bagaimana keadaan Cheryl

"dokter gimana keadaan anak saya? "tanya Bian pada dokter

dokter menatap kearah Bian

"nona Cheryl sebenarnya sangat memprihatin keadaannya untuk saat ini, luka ditubuhnya tidak begitu parah, namun mungkin karena kejadian ini nona Cheryl sangat menguncang mental nona Cheryl karena tadi saat saya memeriksanya beberapa kali nona Cheryl mengigau dan meminta tolong "jelas sang dokter laki laki itu pada mereka

Arsen Jian dan juga yang lain sangat kaget mendengar penjelasan dokter tentang keadaan Cheryl, bahkan Syifa sampai terisak dalam dekapan Bian

Arsen sudah mengepalkan tangan sejak tadi kini emosi dia memuncak setelah mendengar penjelasan dokter namun ia mencoba menahan emosinya

kalian pikir saja, kakak mana yang mau melihat adiknya disakiti oleh orang lain bahkan hingga mentalnya terguncang, mungkin hanya seorang kakak yang bodoh yang yang rela adiknya disakiti oleh orang lain

"baik terimakasih dong penjelasannya, ouh ya boleh saya dan yang lainnya menjenguk Cheryl kedalam?"tanya Bian

"boleh, tapi hanya dua saja mungkin nanti kalian bisa bergantian masuk "jawab dokter laki laki itu

"oh baik, terima kasih sekali lagi ya dok "ucap Bian

"sama sama, kalau begitu saya pamit karena harus ada pasien lain yang saya tangani "ucap dokter tersebut

"silahkan dokter "jawab bian

kemudian dokter itu mengangguk dan langsung pergi dari sana

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang