Vote komenn jangan lupa guysss...
Happy Reading... 🤸♀
******
" jangan pernah menaruh duri dijalanku
karna aku bisa saja membalas itu dengan duri yang
lebih tajam dan mematikan "
_ Archeryl by Leevann_
****
TPU Pondok tulip......
Kini dipemakaman itu sedang diselimuti duka. kepergian seseorang memang sangat menyakitkan, terkadang kita menyesali semua yang kita lakukan pada orang itu saat orang itu benar benar peegi untuk selamanya dan kita tidak akan bisa melihatnya kembali dimuka bumi ini. itu yang sedang dialami oleh keluarga Bian sekarang
hari ini mereka harus kehilangan wanita yang sangat berharga dihidup mereka yaitu Syifa, kepergian Syifa membuat Jian, Arsen dan Cheryl benar benar terpukul, apalagi dengan Jian yang terus meneteskan air mata sejak dari rumah sakit tadi
Kini pemakaman sudah selesai, bahkan semua orang sudah mulai berpergian setelah mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Bian, disana sekarang hanya tersisa Jian, Bian, Arsen, Cheryl dan Livy yang sedang menguatkan Cheryl yang menatap kosong gundukan tanah yang ditaburi bunga dihadapannya
Kejadian tadi pagi membuat Cheryl trauma sekaligus takut, karna setelah ia yakin, bahkan dirinya akan disalahkan atas semua kejadian yang menimpa keluarga Bian hari ini. ya.. meski ia tau kalau ini bukan kesalahannya.
" Ma, Jian baru beberapa jam gak denger suara mama aja Jian udah kangen banget. gimana kedepannya ? saat Jian gak akan bisa melihat wajah mama, Jian gak bisa denger suara lembur mama yang mampu membuat Jian semangat, kenapa ma ? kenapa harus mama yang pergi ? kenapa bukan Jian aja ? " ucap Jian sambil mengusap pelan nisan Syifa dengan air mata yang terus mengalir
bahkan, saat pemandian Syifa tadi, Jian hanya ikut melihat saja, ia tidak akan kuat menahan air matanya jika harus ikut turun memandikan mamanya. ia pernah mendengar orang yang meninggal tidak boleh terkena tetesan air mata, jadi itu sebabnya dia tidak ikut memandikan mamanya. katakan kalau Jian lebay, Namun bukankah cinta pertama anak laki laki itu ibunya ? dan sekarang cinta pertama Jian sudah pergi
Sementara itu Bian mengusap pundak putranya dengan lembut, posisi sekarang dirinya juga sangat sakit karna ditinggalkan oleh wanita yang ia cintai. Namun dirinya harus tegar, Jian membutuhkannya sekarang
" Tante, Arsen minta maaf, kalau Arsen belum bisa banggain tante, Arsen hanya membuat tante terbebani, maaf... " Arsen menundukan pandangannya, ia harus kehilangan orang yang dia sayang lagi, untuk kebeberapa kalinya.
Sementara itu Cheryl masih menatap kosong gundukan tanah didepannya itu. air matanya tidak berhenti mengalir, bahkan tubuhnyapun sudah sangat lemas dan sudah tidak kuat untuk menopang dirinya sendiri. Kalau saja Livy tidak ada untuk menahan badannya, mungkin dirinya sudah ambruk ditanah
Ia tidak sanggup untuk mengucapkan apapun, jiwanya ini seolah menghilang entah kemana sekarang. banyak pertanyaan dan ketakutan yang berputar dikepalanya sekarang
" Cher.. " panggil Livy lembut sambil menepuk pundak Cheryl pelan, Cheryl hanya menatap Livy dengan tatapan kosongnya " Kita pulang ya ?.. " ajak Livy sambil menatap Cheryl dengan senyuman kecil
KAMU SEDANG MEMBACA
ARCHERYL
Novela JuvenilArcheryl Natasya Gabriel, gadis yang sejak kecil tidak pernah merasakan apa yang namanya kasih sayang orang tua mulai dari ibunya yang pergi meninggal saat sedang melahirkannya kedunia,dia hanya melihat wajah sang ibunya dari sebuah lembaran poto...
