27

432 31 6
                                    

VOTE KOMENNYA YA MANIZZ JANGAN LUPA

lupa aku gak bakal update :)

*****

" Emang setiap masalah harus dilakukan dengan cara
memutuskan hubungan ? Meski itu hubungan
keluarga "

_ Alvion Alwijaya_

*****

" Gimana keadaan putri saya dok ?" tanya Nata pada dokter yang sedang memeriksa Yuna yang tiba tiba saja mengalami kejang

" Putri anda sebaiknya harus segera mendapatkan donor ginjalnya. Kalau tidak secepatnya kami tidak akan bisa menjamin kalau putri anda akan benar benar bertahan dalam waktu lama " Dokter itu menjelaskan semuanya pada Nata dan Elana yang menangis dipelukan Nata

Mata Nata kembali berair dan mulai meneteskan air matanya. Yuna anak gadis perempuannya harus bertahan, ia tidak akan sanggup jika Yuna benar benar pergi meninggalkannya.

" Dokter, apakah tidak ada cara lain ?" tanya Elara sambil sesegukan menatap Yuna yanvmg memejamkan mata

" Tidak, karna ginjal Yuna sudah benar benar rusak dan itu sudah mencapai stadium akhir, tidak ada cara lain selain ada pendonor yang siap mendonorkan ginjalnya untuk Yuna "

" Baik dok, sesegara mungkin saya akan mencari pendonor ginjal untuk putri saya " Nata membuka suara dan membuat dokter itu mengangguk

" Bertahan Yuna papa akan mencarikan pendonor untuk kamu, meski papa harus mengorbankan putri kandung papa sendiri " batin Nata

*****

" Makanlah obatnya " ucap seorang suster yang baru saja membawakan makanan dan obat untuk Cheryl

Cheryl mengangguk lalu ia memasukan obat itu kedalam mulutnya dan langsung meminum air yang diberikan oleh suster tadi

Aksara yang menunggu Cheryl diruangannya langsung bangun dari duduknya dan membantu Cheryl untuk tidur kembali

" Kalau begitu saya permisi " ucap Suster itu lalu ia berjalan keluar dari ruangan Cheryl

Aksarapun duduk di kursi bekas suster tadi duduk dan langsung menggenggam jari jemari tangan Cheryl. Cherylpun menatap tangannya yang digenggam oleh Aksara

" Cher.. lo udah gapapa kan ?" tanya Aksara dengan nada khawatir dan tatapan yang sendu

" Gue gapapa Aksa, lo gak usah khawatir " jawab Cheryl sambil mencoba melepaskan tangannya yang digenggam Aksara. Namun nihil Aksara malah memperat pegangannya

" Cher gue mohon, jangan ada lagi hal yang lo sembunyiin dari gue. Gue disini ada buat lo, gue bakal selalu dukung lo Cher, gue mohon lo harus cerita semuanya sama gue Cher, selama gue pergi apa yang membuat lo tertekan Cher ?" Aksara mengutarakan semua isi hatinya. Namun, ia tidak menyadari ia berkata seolah dirinya kenal dengab Cheryl sudah lama

" Maksud lo, selama lo pergi gue tertekan ? kita pernah kenal ?" tanya Cheryl yang bingung dengan maksud Aksara.

Aksara yang sekarang baru menyadari ucapannyapun langsung mendadak gelagapan dan melepaskan pegangan tangannya. Ia benar benar bodoh, harusnya disaat seperti ini dia tidak boleh mengungkapkan semuanya sekarang

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang