33

983 49 133
                                        

" Kehidupan seseorang akan sangat dibenci jika
ada kesalah pahaman disana "

******

Hujan deras kini mengguyur jakarta. Jalanan yang licin, macet karna banyak mobil, tidak menutup tekad Jian untuk menemui seseorang.

Jian mencengkram stang motornya. Air matanya sudah luruh sejak tadi, bahkan amarahnya pun sudah memuncak. matanya yang merah menandakan bagaimana ia meredam emosinya.

flashback...

" Aksara ! "

Panggilan Jian mampu membuat Aksara membalikan badannya. Kemudian, Jian berlari mendekati Aksara dan berdiri tepat dihadapannya.

" Gimana ? udah ketemu ?" tanya Jian

Aksara menggeleng sebagai jawaban. Jian pun mengusap rambutnya kasar. Sejak tadi sore, Aksara dan dirinya mencari keberadaan Arsen. Tapi mereka tidak sama sekali menemukannya.

"  Lagian, apa yang buat dia emosi sih ?! " tanya Jian

" Gue " jawab Aksara

Tatapan Jian kinj seketika berubah menjadi tatapan yang sulit diartikan oleh Aksara.

" Dia... Dia lagi nyari keberadaan mamanya. "

" Jangan ngaco, dia udah tau mamanya pergi  dan kemustahilan kalau dia bakal balik lagi "

" Tante Analisa masih hidup, bahkan sekarang dia ada di sekitar kalian. Tapi, dia tidak akan ingat kalian "

Jian menautkan keningnya dan menatap pemuh intimidasi ke Aksara.

" Lo tau semua ini dari mana ? Atau selama ini lo yang ngumpetin tante Ana ?" tanya Jian

" Livy, dia ngasih tau gue. Tadi, gue juga coba ngomong sama nyokap gue yang ternyata terkait sama semua ini. "

" Livy kemarin nyeritain semuanya yang ia tau. Bahkan, Livy kemarin yang memberi tahu gue siapa orang yang ibu lo. Tapi mungkin, lo gak akan percaya sama apa yang gue bilang. Jadi, gue sekarang lagi berusaha nyari bukti buat buktiin semuanya. Ternyata, dia dalang di balik keluarga Cheryl hancur dan mama terbunuh. "

Jian mengepalkan tangannya, bahkan hingga buku buku ditangannya memutih.

" Siapa ?"

" Gue bakal nyari bukti dulu. Gue gak mau lo malah ngerasa kalau gue adalah orang yang mempropokasi lo dengan memberi tahu lo siapa orangnya. Sedangkan gue belum memegang bukti apapun. Tapi, gue yakin. Kalau semua yang dibilang Livy itu ada kebenarannya. " ucap Aksara

" Gue gak peduli ! Gue cuma mau tau, siapa dalang dibalik semua ini ?!"

" Nanti, gue bakal kasih tau setelah gue dapat bukti "

Jian menarik kerah kemeja Aksara kasar. Tatapan mata tajam Jian kini menatap mata Aksara.

" JAWAB ! GUE GAK SUKA DIPERMAININ !"

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang