23

1.5K 72 1
                                        

🎗 Vote and komen 🎗
🎗 gratis kok guys gak bayar guys 🎗

*****

kaki Cheryl yang menjutai di atas gedung dengan tangan yang dipegang oleh Jian dan Arsen. Cheryl yang melayang diatas sebuah gedung berlantai 4 itu, semua orang yang berada dibawah sontak menjerit saat melihat Cheryl yang menggantung di atas

Arsen dan Jian yang memegang tanga Cheryl dengan erat, dengan raut wajah yang menahan amarah dan rasa panik sakaligus

Livy yang melihat itu langsung mencari alat untuk membantu Cheryl, hingga pada akhirnya ia menemukan semua tali yang berada diujung rooftop, kemudian ia berlari untuk mengambil tali itu, kemudian ia berlari menuju Jian dan Arsen yang memegang tangan Cheryl

" bang pake ini, kalau kalian narik Cheryl dengan cara kayak gini yang ada kalian akan ikut jatuh, karena kaki Cheryl gak bisa bertumpu untuk membantu badannya naik " jelas Lyvi, sebelum ia menyerahkan itu semua ia sudah mengikat tambang itu disalah satu tiang yang berada dirooftop

" Cher, pegang talinya " teriak Livy kepada Cheryl

" ARSENN JIANNN.... LONCAT AJA DIBAWAH UDAH ADA PELINDUNG " teriak seseorang dari bawah sana

" loncat ?! engga gue gak mau ngambil resiko, kalau semisalnya perlindungan itu gak seperti yang kita bayangkan yang ada Cheryl gak bakal selamat" ucap Livy

" kalian ini sibuk sekali, sudah biarkan saja dia mati, lagipun gak ada gunanya dia hidup, hanya merusak semuanya " ucap Elana

kemudian Elana berjalan menuju Arsen dan Jian, Livy kaget saat Elana yang mencoba melepaskan yang Arsen dan Jian yang memegangi tangan Cheryl

" TANTE GILAA, JANGAN LAKUKAN ITU BODOHH" tetiak Livy sambil melerai apa yang dilakukan Elana

" abang.... lepas aja gak papa... percaya kalau aku gak bakal kenapa napa okee " Cheryl memberanikan diri untuk berkata seperti itu pada kedua kakak laki lakinya

" gak akan kamu harus... Ahkk... " ucap Arsen namun terpotong karena tiba tiba Nata yang menginjak siku tangannya

" lepaskan dia Arsen " ucap Nata penuh penekanan

" om jangan gilaaa ya !! dia anak om " ucap Jian

Livypun harus berbuat nekat sekarang setelah melawan Elana tadi Elana sekarang sedang sibuk memberekan peralatan yang jatuh dari dalam tasnya yang dilepar oleh Livy

kemudian Livypun mengikatkan tali itu pada pinggangnya, ini memang beresiko tapi ia harus melakukannya, toh dibawahpun sudah ada yang akan menyelamatkan mereka jika mereka benar benar jatuh, meski ia masih meragukan alat penyelamat dibawah itu

" Liv, lo harus yakin kalau lo bakal selamat " batin Livy meyakinkan dirinya sendiri

kemudian ia mulai turun dan langsung mendekati Cheryl. " Sen, Ji percata sama gue, gue bakal bawa Cheryl mendarat dengan selamat " ucap Livy meyakin kan kedua abangnya Cheryl

" bang.. semua bakal baik baik aja " lirih Cheryl sambil tersenyum pelan.

" dramastis " ucap Nata kemudian melepaskan tangan Jian dan Arsen secara bersamaan, dan sama hal nya dengan Livy ia melepaskan tambang yang mengikat pinggangnya

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang