7. BERTEMU

4.4K 209 7
                                        

HALOO GUYSSS....

GIMANA KABAR KALIAN??....

OUH YA MAKASIH YA UDAH MAU MAMPIR DAN BERTAHAN DI CERITA AKU MENSKI CERITANYA ACAK ACAKAN DAN MASIH KURANG MENYENANGKAN AKU BERTERIMAKASIH BNGTT SAMAA KALIAN..

OH YA TADINYA AKU GAK MAU UPDATE SEKARANG KARENA INI VOTE DI CHAPTER SEBELUMNYA BELUM SESUAI TARGET TAPI AKU GAK ADA KEGIATAN JADI AKU MEMUTUSKAN UNTUK UPDATE

OKE SEGITU AJA, JANGAN LUPA VOTMEN DULU BARU BACA OKEE...

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

kini hari sudah menjelang pagi namun matahari masih malu malu untuk keluar. dan kebetulan hari ini cuaca cukup mendung jadi matahari mungkin tidak akan terlalu keluar

kini diruangan VIP terbaringnya seorang gadis dengan tangan yang masih terpasang dengan selang infus

dan ada dua orang sepasang suami istri yang sedang menunggu putrinya itu yang sedang terbaring sakit di brankar

" mas gimana kalau penyakit yuna semakin parah, dan kita masih belum menemukan pendonor untuk dia ?"ucap Ilona pada Nata yang sedang memasang dasi bersiap untuk pergi kekantor

ya kedua sepasang suami istri itu adalah Nata dan juga Ilona berserta anak dari Ilona yang ia bawa dari suami pertamannya.sebenarnya dulu ia pernah mempunyai anak dengan Nata namun anak mereka meninggal sejak kecil karena penyakit tumor dan sekarang mereka berdua hanya mempunyai yuna yang juga mempunyai penyakit gagal ginjal

" kamu tenang aja sayang , aku bakal mencoba mencari pendonor buat putri kita "ucap Nata sambil mengelus rambut istrinya

" janji ya? pokoknya kamu harus dapatin pendonornya bagaimanapun caranya, aku gak mau liat yuna sakit sakitan terus "ucap Ilona manja pada Nata

kemudian Nata tersenyum dan mengecup jidat Ilona

" iya iya janji, udah ah aku mau kekantor dulu kamu jagain yuna disini nanti setelah aku kembali kesini aku akan membawakan kamu sesuatu oke? "ucap Nata

kemudian Ilona mengangguk dan kemudian Nata mengecup seluruh wajah Ilona kecuali di bagian bibir.setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Ilona dan Yuna di sana

kemudian Ilona ia mendekat ke brankar putrinya

"kamu harus kuat ya sayang mama dan papa akan cepat cepat cari pendonor ginjal buat kamu "ucap Ilona sambil mengelus rambut Yuna

¤¤¤¤¤¤¤¤¤

masi dirumah sakit yang sama disebuah ruangan ada Cheryl yang terbaring diatas brankar

Arsen kini sedang mempersiapkan dirinya untuk pergi kesekolah, sebenarnya tadinya ia ingin bolos namun ia harus mencari pelaku pembullyan adiknya dan juga Syifa memaksa dirinya untuk sekolah

" om tante Arsen berangkat dulu, kalau ada apa apa sama Asya hubungi Arsen ya "ucap Arsen yang sudah siap dengan tas yang disampirkan dipundak kanannya

kemudian ia mendekati Bian dan Syifa yang sedang duduk disofa sebelahnya lagi

"pasti nanti kalau ada apa apa sama Asya kita bakal hubungi kamu. kamu belajar yang baik "ucap Syifa sambil mengusap tangan Arsen yang sudah bersalaman dengan ia tadi

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang