Hello guys...
hari ini aku update lagi untuk kalian
makasih banget buat antusian kalian yang selalu sabar
nunggu aku update.
Rasanya tuh aku kayak seneng banget bisa terjun kedunia
wattpad dan jadi salah satu penulis, meski tidak seterkenal penulis lain, aku bersyukur karna aku punya kalian yang selalu setia nunggu aku buat update
Satu hal yang harus kalian tau, aku up lama itu bukan karna
males ataupun apa, tapi aku juga punya kesibukan di rl, bahkan untuk sekedar pengang hp aja aku gak langsung ke wattpad, aku punya perkerjaan lain, aku ini masih pelajar dan kalian tau sendiri gimana pelajarkan ? apalagi kalau udah mau menjelang ujian.
POKOKNYA THANKS BUAT KALIAN YANG UDAH BERTAHAN DIAWAL SAMPE KITA MAU MENUJU ENDING
LOVE YOU GUYS.. 🤍
_ happy reading _
*****
DOR...
Blus...
tembakan dan semua panahan dari arah yang berbeda berhasil melukai mengenai tubuh Cheryl. Tembakan itu tepat pada perut Cheryl dan panahan yang di panahkan oleh Elana kini tepat menacap di pinggang Cheryl sebelah kiri.
" Ahk.." Cheryl merintih sambil memegang perutnya
Nata yang melihat itu langsung ngefreez melihat Cheryl yang sedang memegang perutnya sambil menangis
" CHERYL!!"
teriak itu berasalkan dari belakang Nata. Kemudian mereka berlari mendekati Cheryl akan jatuh ketanah. Bertepatan dengan keseimbangan Cheryl yang akan jatuh Arsen langsung menangkap badan Cheryl dan mendudukan Cheryl ditanah.
" Sa-kit.." lirih Cheryl dengan tangan yang bergetar memperlihatkan darah kepada Arsen " A-ba-ng, sa-kit.."
Jian yang berada disana sudah meneteskan darah sejak tadi. Sebenarnya mereka meninggalkan Analisa dan Dara di mobil bersama beberapa polisi. Niat mereka untuk membantu mencari Cheryl. Namun, siapa sangka mereka melihat Cheryl yang tertembak dan terpanah secara bersamaan.
" Hey.. Kita kerumah sakit oke, ka-mu tahan ya." ucap Arsen
Cheryl menggeleng pelan, ini sangat sakit. Ia tidak akan tahan jika harus menahannya untuk beberapa saat lagi.
" Cher.. Liat abang, kita kerumah sakit sekarang. Kamu jangan tutup mata kamu ya." ucap Jian
" Pa-pah.."
Jian dan Arsen mengalihkan pandangannya kepada Nata yang masih ngefreze ditempat.
" Pa-pah.. Maaf.. " lirih Cheryl
Nata meneteskan air matanya. Kemudian, ia berjalan selangkah demi selangkah kehadapan Jian Arsen dan Cheryl. Kemudian ia berjongkok dihadapan mereka, lalu ia meraih tangan Cheryl.
" Pa-pah.."
Jian berpindah tempat kesamping Arsen, ia ingin memberikan ruang untuk Nata mendekati Cheryl.
" Pa-pah.. ma-af.."
" Sut.. udah, sekarang kita kerumah sakit oke.." ucap Nata.
Cheryl menggeleng, ia memegang jari jemari Nata kuat. Air matanya luruh saat Nata yang mencium lengannya sambil menangis, Jian mengalihkan pandangannya kearah lain saat air matanya akan jatuh, begitupun dengan Arsen.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARCHERYL
Teen FictionArcheryl Natasya Gabriel, gadis yang sejak kecil tidak pernah merasakan apa yang namanya kasih sayang orang tua mulai dari ibunya yang pergi meninggal saat sedang melahirkannya kedunia,dia hanya melihat wajah sang ibunya dari sebuah lembaran poto...
