Hallo guyss!!!
I'm back 😻
Maaf guys, aku jarang banget update hehe...
makasih lo udah bertahan dicerita ini meski aku lama upnya
apasih alesan kalian bertahan dicerita ini ?
jawab ya...
udahlah gausah banyak basa basi yuk langsung baca aja
janlup Vote + komen setiap paragrafnya ‼️
...Happy reanding...
●●●●●
" Kematian adalah salah satu takdir yang sangat
sulit diterima"
•••••••
Hari ini 15- 05-2025...
Ditanggal yang cantik, kita semua juga harus kehilangan manusia yang cantik yang sudah memenangkan banyaknya hantaman didunia ini. Hari ulang tahun dan hari kematiannya sama sama ditanggal cantik.
Arsen terdiam menatap nisa seseorang yang tidak akan pernah ia temui lagi untuk kedepannya. Beberapa tahun bersama dan tumbuh dewasa bersama dan kini harus kehilangan.
Archeryl Natasya Gabriel
binti
Nataya Gabriel
lahir : 15-05-2008
Wafat : 15-05-2025
Jikalau beberapa hari kebelakang semua orang seperti membenci dan mengacuhkannya. Maka hari ini semua orang menangis melihat kepergiannya.
Bahkan Jian sejak tadi terus menyalahkan dirinya sendiri karna ia telah membuat semua orang benci kepada Cheryl karna fitnahan yang dia lontarkan. Mau menyesal sekarang percuma, itu gak bikin Cheryl kembali kesamping mereka.
" Lo jahat Cher..hikss.. Lo ninggalin gue! Lo taukan gue gak suka ditinggal hah ?! lo taukan Cher ?! Lo jahat..hiks..ahkk... Lo jahat, jahat.." Livy terus memberontak dari pelukan Pramta.
Sejak tadi Livy memang terus mengamuk karna ia belum bisa menerima kenyataan pahit hari ini. Dimana ia kehilangan sahabatnya yang sangat ia percaya.
" Livy.. Tenang nak, tenang.." bisik Azra ( paman Livy )
Livy menangis didalam pelukan Pramta " Semua orang jahat hikss.. Setelah aku kehilangan Papa, aku juga harus kehilangan Cheryl.. Mereka jahat ninggalin gue... hikss "
Tera hanya bisa menggigit kuku jempolnya sambil terisak pelan. Ia tau betul bagaimana adik kandung ini menyayangi Cheryl dan papanya yang telah tiada beberapa tahun lalu. Ia tak sanggup jika harus mendekat dan memeluk adiknya, yang ada dirinya hanya akan ikut menangis bukan menenangkan.
Tera bergerak gelisah, ia mencoba mengalihkan pandangannya kearah lain. Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya.
" Cry in my arms if you need it now " ucap Rion sambil membuka kedua tangannya lebar. Tera sudah tidak kuat lagi, ia masuk kedalam pelukan Rion dan menangis disana.
Semua orang tidak ada yang tahu apa yang terjadi hari ini, mereka semua berasa kalau ini adalah mimpi buruk dan mereka harus bangun dari mimpi itu.
" Mama... hikss.. maaf.." lirih Analisa ia tidak sanggup berbicara apapun lagi.
Sejak tadi ia hanya bisa menangis menyesali semuanya. Kenapa ? Ia harus mengingat semuanya disaat semuanya akan berakhir ? kenapa ia melupakan semuanya termasuk putrinya. Ia jahat karna melupakan putrinya yang selama ini berjuang sendiri melewati banyaknya paku tajam yang melukai tiap langkahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARCHERYL
Teen FictionArcheryl Natasya Gabriel, gadis yang sejak kecil tidak pernah merasakan apa yang namanya kasih sayang orang tua mulai dari ibunya yang pergi meninggal saat sedang melahirkannya kedunia,dia hanya melihat wajah sang ibunya dari sebuah lembaran poto...
