36

1K 46 13
                                        

Hallo para readersku...
Kangen aku gak nih ? Pasti kangen ya ??

Hahahaha, sebelumnya selamat merayakan
hari lebaran. mohon maaf bila author ada salah sama klean
jarang up atau mungkin ada kata kata yang tidak sengaja membuat hati klean semua sakit, hehehe....
kalau udah dimaafin, minta THR 🤚
Canda cuyy.. jangan di seriusin
Tapi kalau mau nyeriusin karya aku
ayo 🤭

JANGAN LUPA SIMBIOSIS MUTUALISME
VOTE +KOMEN+ FOLLOW

💋 happy reanding 💋

*********

"sttt.. aws.."

Cheryl kini mencoba menarik kakinya menjauh dari tempat dimana mobil yang meledak tadi. Saat tadi mobil jatuh akan jatuh kejurang, bersamaan dengan itu ia sempat menyelamatkan diri meski badannya harus luka luka karna terkena akar akar pohon yang sangat besar.

Cheryl menarik kakinya yang terasa sakit. Bukan hanya kakinya saja, wajah Cheryl penuh dengan luka, dahi yang sudah berdarah dan semua badannya yang kini terasa lemas dan kepala yang pening.

Cheryl mengatur nafasnya agak bisa stabil kembali. Ia kemudian mendekati salah satu pohon besar yang ada di hadapannya, lalu ia duduk dibawah pohon itu dan mengatur nafasnya.

" Pliss.. Jangan seka-rang, huhh.." Cheryl memukul dadanya pelan mencoba agar nafasnya normal kembali. Bukannya nafasnya kembali normal, justru kini kepalanya sangat pusing bahkan ia serasa melayang dan karna pusing.

" J-jangan Sekarang... Pliss.." lirihnya sambil memegang kepala serta dadanya yang sesak.

" Cheryl..."

Panggilan seseorang membuat Cheryl sedikit menoleh meski hanya sebentar. Ia melihat Gio yang berdiri dihadapannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

" T-tolong aku ka...." mohon Cheryl

Kemudian Gio mendekat kehadapan Cheryl, lalu ia mengusap wajah Cheryl yang penuh dengan luka.

" Maafin gue Sen." batin Gio

" Lo masi kuat buat berdiri ? " Gio bertanya pada Cheryl yang dijawab gelengan oleh Cheryl

Cheryl tidak bohong sekarang. Tubuhnya lemas, ia benar benar tidak akan kuat untuk berdiri.

Kemudian Gio berpindah kesamping Cheryl, lalu ia menggendong Cheryl ala bridal style. Sementara Cheryl hanya pasrah sekarang, entah kemana ia akan dibawa oleh Gio, tapi ia yakin Gio tidak sejahat itu. Pasti Gio akan membawanya pulang menemui Arsen.

Gio membuka pintu mobil bagian jok belakang, lalu ia menurunkan Cheryl disana. Kemudian ia menutup kembali pintu itu, lalu ia pun masuk kedalam mobilnya dan bersiap untuk mengendarai mobilnya.

Namun saat ia akan menginjak gas, ia menatap Cheryl dari cermin diatas. Disana memperlihatkan Cheryl yang memejamkan matanya dengan tenang. Gio tidak tau Cheryl tidur atau pingsan.

" Sory Cher, abang gak bisa bawa kamu kembali ke abang kamu. Karna, abang gak mau. Orang yang abang cintai mati  ditangan bajingan seperti om kamu."

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang