Hallo...
Aku disini datang lagi
Aku up lagi buat kalian meski kalian masih
JADI PEMBACA MISTERIUS
tapi it's oke lah yaa..
SIMBIOSIN MUTUALISME
VOTE + KOMEN + FOLLOW
MAKA AKU UPDATE CEPET
... HAPPY READING...
******
" Jangan abaikan kelakuanmu.
Ingatlah tabut tuai itu ada "
*****
" Engga, bunda masih bisa temui dia dan minta maaf sama dia. Karna, tante Analisa masih hidup"
Dara dibuat terkejut dengan ucapan putra sulungnya ini. Kemudian ia berdiri dan menatap Aksara dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Maksdu lo ?! "
Kini atensi semua orang yang disana menuju kepintu utama rumah mereka yang menampilkan seorang pemuda yang menatap keluarga itu tajam.
Baru saja Aksara akan menghampiri pemuda itu. Namun, pemuda itu lebih dulu berjalan kearahnya.
" Tau dari mana lo ? " tanya Arsen
Aksara meneguk saliva nya. Ini bukan waktunya untuk mengungkap semuanya. Tapi sekarang ia harus menjawab apa ?
" Jawab Aksara !"
" Nak, kita bicara baik ba- "
" ANDA DIAM !" sentak Arsen " Anda pikir saya tidak mendengar cerita anda tentang masalalu anda dengan ibu saya hah ?! Wanita keji. Lihat sekarang dampak apa yang anda lakukan dulu, ADIK SAYA DIBENCI PAPANYA SENDIRI !"
Mulut Dara terdiam mendengar ucapan Arsen. Ia tahu ia salah. ingin sekali ia mengulang waktu, ia tidak akan melakukan hal tersebut.
" Jangan bentak Bunda gue " ujar Aksara baik baik tapi sangat penuh ancaman.
Arsen berdecih, ia menatap Aksara yang berdiri dihadapannya. Kemudian ia menatap Aksara dengan tatapan tajam.
" Lo denger sendiri kan ? Nyokap lo adalah penyebab
Bokap sama nyokap gue cerai. Lo denger sendiri kan Aksara ?! " tangan Arsen sudah mengepal kuat. Emosinya sudah memuncak " Mikir Aksara, dia bikin Cheryl dibenci sama Papanya, dia bikin keluarga gue hancur Aksara, dia bikin hidup gue sama Cheryl hancur Aksara. Dia egois ! hanya mementingkan perasaannya sendiri. Bahkan nyokap lo gak mikirin kondisi nyokap gue saat itu, jelas jelas dia sahabat nyokap gue "
Ezra dan Dara menatap Arsen dengan tatapan yang sendu. Terlihat dimata Arsen yang mulai membendung air mata. Dara mendekat kearah Arsen
" N-nak, maafin t-tante " lirih Dara sambil memegang lengan Arsen yang mengepal " Tante tau ta-nte salah, tante wa-waktu itu gak bisa kendaliin hati tante. Maaff.. "
Emosi Arsen benar benar memuncak. Namun, tidak mungkin ia menyakiti orang yang lebih tua darinya. Tidak mungkin ia meluapkan emosinya sekarang.
Arsen menepis tangan Dara yang memegang lengannya. Ia kemudian membuang mukanya kearah lain dan mengusap kasar wajahnya.
" Saya gak perlu maaf dari tante. Tapi, saya perlu jawaban Aksara mengenai keberadaan ibu saya" ucap Arsen dengan suara yang sudah serak.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARCHERYL
Teen FictionArcheryl Natasya Gabriel, gadis yang sejak kecil tidak pernah merasakan apa yang namanya kasih sayang orang tua mulai dari ibunya yang pergi meninggal saat sedang melahirkannya kedunia,dia hanya melihat wajah sang ibunya dari sebuah lembaran poto...
