28

905 64 111
                                        

Vote dan komen ya guyss...
jangan lupaa..

*****
" Aku memang gagal dalam semua hal
tapi aku mohon. Hargai semua perjuangan dan
pengorbananku "

****

2 hari berlalu...

Kesehatan Cheryl sudah membaik setelah ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit 2 hari yang lalu. Bahkan sejak dua hari yang lalu juga Cheryl sudah tidak tinggal bersama keluarga Aksara lagi, Sekarang ia tinggal dikosan kecil dekat dengan apartemen Aksara.

Kemarin dia sempat meminta ijin dulu kepada orang tua Aksara. Orang tua Aksara tidak mengijinkannya, tapi pada akhirnya mereka mengijinkannya tapi dengan syarat harus berada didekat apartemen Aksara. Dan pada akhirnya Cheryl setuju, lalu iapun tinggal disana sekarang.

Kebetulan sekali hari ini adalah hari weekend Cheryl memutuskan untuk keluar mencari perkerjaan agar bisa memenuhi kehidupannya sekarang. Sebenarnya Aksara sudah memberikan fasilitas dan kebutuhan Cheryl. Tapi Cheryl cukup sadar diri ia tidak ingin memberatkan Aksara dengan kehadirannya, iapun memutuskan untuk mencari penghasilan sendiri

Setelah menyusuri perjalanan selama 2 jam lebih. Akhirnya Cheryl melihat sebuah brosur yang dipajang di dingding sebuah cafe. Brosur itu memberitakan bahwa cafe tersebut membutuhkan perkerjaan

Tanpa pikir panjang Cheryl pada akhirnya masuk kedalam Cafe tersebut

" Kak, permisi. Benar di cafe ini sedang mebutuhkan pekerja ?" tanya Cheryl pada seorang barista cafe

" Iya, Cafe ini sedang membutuhkan perkerja. Kenapa ? kamu minat kerja disini " ucap  Barista itu dengan lembut

Cheryl mengangguk antusias

" Tapi, kayaknya umur kamu masih SMA,  yakin mau kerja disini ? " tanya barista itu lembut

Lagi lagi Cheryl hanya mengangguk kemudian Barista itu menyetujui. Lalu ia membawa Cheryl menuju keruang manejer dicafe itu

Tok..
tok..
tok..

" Permisi pak. Ada yang ingin bertemu dengan anda " ucap Barista itu

Tidak lama pintu terbuka. Cheryl tertegun melihat siapa yang keluar dari ruangan itu

" Papa ?"

Nata membalikan badannya kembali mendengar panggilan itu. Ia pun terkejut melihat Cheryl yang menatap dirinya dengan tatapan kaget

Kemudian Nata menghampiri Cheryl dan memegang kedua pundak Cheryl. Dengan mata ia menyuruh barista cafe yang mengantar Cheryl tadi untuk pergi, dan barista itu menurut lalu pergi dari sana

" Kemana saja kamu selama ini ?!  Saya mencari kamu. Kamh sengaja menghindar dari saya ?" pertanyaan bertubi tubi dari Nata membuat Cheryl menggeleng

" e-enggak "

" Masuk ! Saya ingin membicarakan satu hal dengan mu Cheryl "

Nata melepaskan pegangan pada pundak Cheryl lalu ia masuk lebih dulu meninggalkan Cheryl

******

Sementara itu dikediaman Bian kini ada dua pemuda yang merenung karna merasa tertampar dengan ucapa salah satu sahabat mereka

" Harus ya setiap masalah itu diselesaikan dengan memutuskan hubungan ? meski itu hubungan keluarga sekalipun ?"

Jian mengacak ngacak rambutnya. Ucapan Alvion terus menghantui pikirannya. Disatu sisi ia merasa bersalah dan disisi lain ia merasa kecewa

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang