13

3.4K 138 13
                                        

Vote komennya ya jangan lupaa

¤¤¤¤¤¤¤

" semua akan membaik jika kamu
menghadapinya dengan sabar "

~~~~~

" CUKUP TUAN NATA !!"

kini perhatian Cheryl teralih begitupun Nata. Cheryl bahkan sampai kaget saat melihat Arsen yang dibelakangnya diikutin oleh Jian

Arsenpun langsung mendekat kearah Nata dan langsung menarik kerah baju Nata. lalu ia bawa Nata keluar dari Cafe tersebut. Cheryl yang takut terjadi sesuatu dengan Nata langsung berlari mengikuti Arsen yang menggusur Nata paksa

" abang stop !! " ucap Cheryl sambil mengejar Arsen yang membawa Nata tanpa menghiraukan panggilan dari Cheryl

setelah berada diluar Arsen langsung berhenti dan menatap Nata tajam

" ucapan anda tadi bisa membuktikan sikap anda kepada saya. jangan pikir saya diam saya takut kepada anda. meski anda adalah ayah kandung saya, saya tidak akan takut jika anda sudah keterlaluan seperti tadi " ucap Arsen sambil mencengkram kerah baju Nata

sementara Nata hanyalah tersenyum tipis lalu ia menghempas tangan Arsen

" ternyata putraku ini sudah besar. bahkan dia sudah berani melawan ayahnya sendiri yang merupakan darah dagingnya sendiri" ucap Nata sambil menepuk kedua bahu Arsen. Namun Arsen langsung menepis tangan Nata " Asal kamu tau putraku. gara gara gadis yang kamu bela ini. dia membuat hubungan kita renggang bahkan sampai terpisah. bahkan dia telah membuatmu kehilangan ibumu " hasut Nata

Cheryl yang mendengar ucapannya Nata hanya menatap Nata sendu sambil menteskan air mata. Sebenci itu Nata pada Cheryl.

Arsen yang menatap Nata tajam kini langsung menatap Nata sendu. Jian yang melihat Cheryl mulai terisakpun langsung membawa Cheryl kedalam dekapannya

" Cukup paman Nata !!" ucap Jian " paman gak sadar bahwa ucapan paman itu menyakiti putri anda sendiri hah ?! atas kematian Tante Analisa semuanya kehilangan paman bukan cuma paman saja. semua tidak ingin tante Analisa pergi. tapi kita bisa apa tuhan sudah menakdirkan tante Analisa untuk pergi" lanjut Jian sambil mendekap Cheryl yang terisak.

" hmm.. " tawa Nata sinis " andai kamu tau Jian. Kalau saja, gadis ini tidak lahir !! , ISTRI SAYA PASTI MASIH HIDUP !" ucap Nata sambil menunjuk kearah Cheryl

Kini tangis Cheryl semakin menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya.

Bugh....

satu pukulan mendarat dirahang Nata. pukulan itu berasalkan dari Arsen yang sejak tadi menahan emosinya

" JAGA UCAPAN ANDA TUAN NATA ! " bentak Arsen

" kenapa ? bukankah itu kebenaran ?" tanya Nata " adik perempuanmu ini perusak kebahagiaanmu Arsen sadarlah. bahkan saya saja sangat menyesal menyimpan marga keluarga saya di bagian namanya"

Cheryl yang mendengar itu langsung melepas dekapan Jian lalu ia langsung berjalan kehadapan Nata. kemudian ia tersenyum dihadapan Nata

" pah..asal papa tau, Cheryl gak pernah mau ada di dunia ini, Cheryl gak pernah meminta untuk dilahirkan didunia ini,kalau Cheryl tau semuanya akan menjadi seperti ini Cheryl lebih baik mati saat Cheryl masih bayi, dan ...papa nyeselkan karna Cheryl ada didunia ini ? sekarang bunuh Cheryl pah, Cheryl gapapa kalau papa sampai bunuh Cheryl sekarang " ucap Cheryl kemudian ia mengeluarkan sebuah cutter dari dalam tasnya lalu ia berikan ketangan Nata lalu ia berikan juga pergelangan tangannya

 ARCHERYL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang