Hallo guyss...
Makasih ya mau teruss mantengin cerita aku sampe sekarang, jujur aku senang banget !! komenan kemarin rame, makasih ya..
Ayo, kita terapkan simbiosis mutualisme
Vote + Komen + follow aku bakal
update cepet..
pokoknya kalau followersnya 200 aku bakalan update
2 bab sekaliguss..
******
" Cape ? Setiap manusia punya rasa cape masing masing, dan setiap orang punya sendiri untuk menyembuhkan rasa cape itu "
******
Flashback...
Seorang gadis merenung dibawah pohon sambil memegang sebuah buku gambar. gadis kecil itu menatap langit dengan tangan yang meremas ujung buku gambar.
" Mama, kalau kata nenek. katanya kalau aku kangen mama aku harus liat langit, ini aku udah liat langit. Tapi aku masih aja kangen. Cei harus gimana ? Papa pergi ninggalin Cei, dia gak mau punya anak nakal kaya Cei. Abang juga sakit ma, Cei gak tau kenapa " ucap Gadis kecil itu sambil menatap langit yang biru
Tiba tiba suara pintu mobil tertutup membuat gadis itu beralih menatap mobil itu. Disana, ada seorang anak kecil seumurannya yang ditarik tarik entah oleh siapa.
Cheryl langsung bangun dan menyimpan buku gambarnya sembarangan. Kemudian ia berlari menuju anak perempuan yang sedang ditarik oleh cowo bertopeng.
" Hai kamu ! Lepasin dia !" teriak Cheryl
" Kamu pergi. Dia jahat, kamu gak boleh disini !" usir Gadis kecil yang disetrap oleh cowo bertopeng itu
Bukannya menurut, Cheryl malah mengeluarkan benda pipih dari kantong celananya. Kemudian ia seperti menghubungi seseorang, belum sempat Cheryl ngomong. Heand phonenya sudah di ambil dan dilempas begitu saja hingga bencar tidak beewujud, semua ini ulah cowo bertopeng itu
Mata Cheryl membulat, lalu ia berlari mendekati heand phonenya yang sudah hancur lembur. Lalu ia berjongkok dan menatap heand phonenya dengan mata yang berkaca kaca.
Livy dan orang bertopeng itu juga melihat. Orang iti terlalu memerhatikan Cheryl, dan Livy pun menjadikan ini kesempatan. Ia menggigit tangan orang itu dan berlari lalu menarik Cheryl untuk ikut berlari bersamanya menghindari orang bertopeng itu.
" Ahk... JANGAN KABUR !" teriak orang bertopeng itu.
Livy dan Cheryl berlari cukup jauh. Hingga mereka melihat ada pohon besar untuk mereka bersembunyi. Keduanya pun bersembunyi disana.
" Sutt.. nanti penculiknya denger, aku gak mau kita malah diculik bareng nanti " ucap Livy menenangkan Cheryl yang mulai terisak
Livy terlihat kasihan terhadap Cheryl. Kemudian ia menarik Cheryl kedalam pelukannya, lalu mengusap punggung Cheryl.
" Jangan menangis, nanti mata kamu sembab. Kalau kita bisa kabur dari dia, aku bakal suruh papa aku buat beliin heand phone baru buat kamu." ucap Livy
" Tapi.. disana ada..hikss.. poto mama. "
" Kamu nanti poto lagi aja sama mama kamu ya." jawab Livy
KAMU SEDANG MEMBACA
ARCHERYL
Teen FictionArcheryl Natasya Gabriel, gadis yang sejak kecil tidak pernah merasakan apa yang namanya kasih sayang orang tua mulai dari ibunya yang pergi meninggal saat sedang melahirkannya kedunia,dia hanya melihat wajah sang ibunya dari sebuah lembaran poto...
