Chika berjalan dengan mendekati keluarga nya itu. Ia ingin bertanya apa yg sebenarnya terjadi sekarang.
"Ci shani, om..tante" Semua orang pun melihat kedatangan chika. shani yg tengah menangis dengan cepat, mendekap chika.
"Cii, ini sebenarnya ada apa?" Tanya chika, yg berada di dekapan shani.
"Cii?"
"Om,om Pucho udah gak ada..."
Deg!!
Bak tersambar petir, chika berdiri mematung di dalam dekapan shani. Ia benar-benar tak percaya bahwa feeling nya itu betul terjadi.
"Nggak ci nggak, ci shani pasti bohong!" Chika memberontak, ini pasti hanya sebuah kebohongan saja kan?.
"Chika, kamu yg sabar ya" Veranda ikut menenangkan chika.
"Enggak tante, kalian semua pasti bohong.. Papah gak mungkin meninggal!!" Chika tak Terima bahwa Pucho dinyatakan telah tiada.
"Chika.."
"Gak cii, ci shani pasti bohong kan.. Papah masih hidup kan ci, cici lagi ngeprank aku kan?" Chika berharap shani berkata bahwa ini adalah sebuah prank.
"Dek yang sabar ya" Shani hanya bisa mengatakan itu. Ia bingung harus menjawab apa.
"Gak, chika mau masuk ci.. Lepas" Chika memberontak lagi, ia ingin masuk kedalam ruangan Pucho.
"Chika!" Teriak shani. Saat melihat chika sudah masuk kedalam ruangan Pucho.
"Chris" Adel menepuk bahu Christy, karena sedari tadi ia hanya berdiam saja.
"Kakek del, kakek.." Christy tidak bisa lagi membendung air mata nya, ia menumpahkan seluruh air matanya untuk mengalir deras. Karena perasaan nya saat ini. Ia sakit ketika mendengar kakek yg ia sayangi pergi. Tapi hatinya lebih sakit melihat chika yg sangat
"Yang sabar ya Chris" Adel hanya bisa memberikan pelukan nya untuk Christy.
Ia juga sama seperti chika. Tapi ia sebisa mungkin untuk tidak terlalu berlebihan. Karena mau bagaimana pun ini adalah takdir Tuhan.
"Gw mau masuk del" Lirih Christy.
"Yaudah ayok, gw anter" Adel memapah tubuh Christy yg sedikit lemas.
Akhirnya semua orang pun(ch2, zee,shani,ve,jenal, adel) masuk kedalam ruangan Pucho.
"Papah..." Lirih sendu chika, melihat tubuh Pucho yg sudah tertutupi kain putih.
Ternyata feeling nya itu betul terjadi, kini chika berjalan menuju bangsal milik Pucho dengan perlahan.
Ia sangat lemas saat ini, sudah tidak ada semangat lagi di hidup nya sekarang.
Ia benar-benar berharap bahwa ini hanyalah mimpi belaka.
"Pah, ini bohong kan.. Ayo bangun pah.. Jangan tidur gini, pah!" Lirih chika yg sudah menangis sedari tadi, ia menggoyang kan tubuh Pucho.. Agar ayah nya itu bangun.
"Chika sudah, jangan seperti ini.. Kamu ikhlasin ya sayang" Ujar shani menenangkan chika.
"Gak ci, ini pasti cuma bohong kan ci.. Ini gak mungkin papah kan ci, pasti ini orang lain.. Papah gamungkin ninggalin aku!" Chika menggeleng tak Terima, ia memberontak ketika shani memeluk nya.
"Chika, kamu tenang dulu.. Semua ini sudah takdir Tuhan nak, kamu yg sabar ya" Ujar veranda ikut menenangkan nya.
"Iya chika, ini semua sudah takdir nak, kita tidak bisa menentang takdir Tuhan" Ucap jenal, om nya.
"Ngga tante, om...ini pasti cuma mimpi kan, ayo bangunin aku. Aku gak mau mimpi ini tante!" Chika menangis dengan sendunya,hati nya benar-benar sakit.
Semua yg melihat nya ikut meneteskan air mata nya, mereka mengerti perasaan chika saat ini. Begitu pula dengan Christy. Ia benar-benar tidak bisa melihat chika menangis seperti ini, hatinya ikut merasakan sakit juga..
"Mamih... Mami yg tenang ya" Christy menghampiri chika, ia membawa chika kedalam pelukan..berharap bisa menenangkan maminya itu, di pelukan nya.
Entah kenapa saat Christy memeluk nya, chika langsung berhenti memberontak.. Semua yg melihat nya hanya terdiam saja.
"Papah saya Christy.... Papah saya, bilang kalau ini mimpi" Ujar chika, menatap mata Christy dengan sendu..ia berharap Christy mengatakan kalau ini semua hanya lah mimpi.
"Mih.." Batinnya terdiam.
"Kenapa diam, benerkan ini cuma mimpi.. Ya kan, tolong bilang ini cuma mimpi..."
"Adek, zee bilang sama saya kalau ini, mimpi kan.. Iya kan?" Chika bertanya pada zee, adel.
Sedangkan yg ditanyakan hanya diam dan saling memandang.
"Tante, tante chika yang sabar ya.." Ujar adel, yg tak bisa mengatakan apa-apa.
"Iya tante, tante yg tabah ya tan" Ujar zee.
"Apaan sih, kalian.. Kenapa ngomong gitu coba!" Ucap chika tak Terima.
"Mih, udah yaa"
"Liat temen kamu, kenapa ngomong begitu coba.. Ayo bilang ke mereka ini cuma mimpi" Chika menggenggam tangan Christy.
"Maaf mih, kakek bener udah gak ada..yg sabar mih, mamih yg kuat" Christy tak kuasa menahan air mata nya, ia menangis. Dan segera memeluk chika ya terdiam.
"NGGAK! KAMU PASTI BOHONG!!"
..
Skip pemakaman Pucho.
Pucho Tama shineggar.itu adalah nama panjang dari Pucho,ayah chika.
Ia dikuburkan di jakarta, tepatnya di makam keluarga shineggar. Pucho dikuburkan disamping istri nya, yg sudah lama tiada.
Ya, Ayana maranatha. Ibu dari chika, yg sudah lama tiada. Kenapa?
Itu entar aja bahas nya.. Hheh.
Kini chika berasa di dalam kamarnya.. Ia masih berkabung saat ini.chika bersandar pada kasurnya. Kondisi nya sangat memperhatikan saat ini. Bajunya hitam nya berantakan, serta matanya yg sangat sembab.
Ia tidak menangis lagi, chika sudah lelah untuk menangis kembali, air mata nya mungkin sudah habis?.
Tapi ada satu masalah, yg sedang ada dipikirkan nya. Masalah apa, kita liat nanti..
Saat akan memejamkan matanya, ada suara ketukan pintu diluar.. Chika menghela nafas nya, ia benar-benar tidak ingin di ganggu saat ini.
Tok tok tok!
"Siapa"
Hm kira kira siapa ya, yg ketuk pintu?
Gatau kita lanjut chapture selanjutnya.oke?
Hai guys sorry ya, udah lama up nya.. Saya habis sembuh dari sakit, jadi baru up sekarang. Mungkin karena kecapekan kali ya..
Tapi tentang sebagai permintaan maaf, kali ini bakal double up, hore!!🙌🏻
Mungkin capture selanjutnya bakal ger, hehe tapi kayaknya engga.. Tapi liat sendiri ajalah.
Segini dulu.
Arigatou 🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Anakku.
Cerita Pendek"Jangan harap saya bisa sayang sama kamu, Christy." Ucap chika dan pergi meninggalkan Christy sendirian, di tengah hujan deras. "Tuhan, aku iri dengan teman temanku yg disayang maminya, aku juga ingin merasakan nya" Batin Christy, seraya berdoa "Di...
