Mungkin chapture kali ini mengundang emosi, jadi mohon bersabar ya 🙏🏻
. .
Sesampainya di tempat yg dituju.
Yaitu, tempat penjualan kue terang bulan. Christy hendak turun dari mobil chika, tapi sebelum itu..
"Mami mau juga gak, biar aku beliin" Ujar Christy tersenyum.
"Ngga usah. Udah sana turun, awas aja kalo lama, saya tinggal!" Ucap chika tanpa melihat Christy, ia sedang memainkan ponsel nya.
"Iya mih,mami serius gak mau beli.. Apa deh nanti aku beliin" Tawar Christy.
"Saya mau kamu mending diem, udah sana turun!" Ujar chika kesal, dan mengusir Christy..
"Maaf mih" Christy akhirnya turun dari mobil chika.
Brakk!
Christy menutup pintu mobil chika, dan ia pun pergi menuju penjual terang bulan.
"Ck, ganggu aja tuh anak" Gumam chika.
Disini lain.
"Cantik banget anak papah" Gumam seorang pria berdiri di balik pohon, yg memperhatikan Christy yg sedang membeli kue terang bulan.
"Kapan ya kita bisa kumpul bareng nak?" Gumam nya lagi.
"Papah harap bisa kita bisa kumpul bersama, Christy" ..
..
"Pah, mah zoya pengen terang bulan dong disitu" Ucap zee, sembari menunjuk ke arah penjual terbul.
"Yaampun zoy, ini udah banyak loh.. Emangnya bakal habis semua" Ujar gracia, karna zee sudah memiliki banyak makanan, tapi tetap ingin membelinya lagi.
"hehehe, satu lagi mah..aku pengen makan terbul"
"Gak ada ada, ini udah banyak lohh zoya !" Tegas gracia.
"Yahh mama, gaasik" Sindir zee.
"Dih, sopan kamu begitu" Sinis gracia.
"Sudah-sudah, kalian ini hobi sekali bertengkar, capek papah dengar nya" Ucap jengah papah zee, yg bernama.. Sheno dimantara azadel. Atau biasa dipanggil sheno/seno.
Waduh seno gak tuh 🤭..
Yg trauma seno siapa nih?
Yang sudah lelah dengan anak dan istrinya. Karena tak di rumah tak di luar, selalu saja ribut.
"Mamah tuh pah" Adu zee pada sheno.
"Lho kok mama, kamu lah.kamu yg jajan terus dari tadi, lagian kamu liat sendiri kan sayang kalau zoya udah beli banyak makanan" Adu gracia yg tak mau kalah.
"Aku takut gak habis aja, nanti yg ada mubazir" Lanjut nya. Memang betul ucapan nya, azizi memang sudah banyak membeli makanan. Makanya gracia melarang nya untuk membeli lagi, takut dihabis katanya.
"huhh, bener kata mama zee, kamu udah beli banyak loh.. Kapan² aja ya" Ucap lembut sheno, ia setuju dengan ucapan istri nya, gracia.
"Nanti kita kesini lagi, sekarang kita pulang ya sayang, udah sore" Lanjut nya. gracia mendengar itu menjulurkan lidah nya, guna meledek zee. Karena suaminya lebih setuju dengan ucapan nya.
"Rasain kamu" Bisik gracia.
"Ish, mama" Batin zee kesal.
"Iyah deh pah, kita pulang aja" Ucap zee mengalah.
"Nah bagus, pinter anak papah" Ucap sheno tersenyum, dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap.
..
Kembali ke Christy.
Kini Christy tengah menunggu antriannya, ia sudah lama sekali mengantri. Kini adalah giliran pesanannya dibuat kan.
Christy menunggu di bangku panjang yg ada di situ. Ia duduk dan menggoyang-goyangkan, kaki nya seperti anak kecil.
Ia menikmati hembusan angin yg berlalu,angin sore benar-benar menghangatkan tubuhnya..
Sembari menunggu pesanannya, Christy melihat seekor kelinci yg sedang melompat-lompat ke arah pinggir jalan, sepertinya kelinci itu ingin menyebrang jalan.
Christy melihat itu langsung beranjak dari duduk nya, dan menghampiri kelinci itu.
"Kelinci kamu mau kemana, kamu mau kesana ya? bahaya tau kalo kesana sendiri, aku bantu yaa" Ujar Christy tersenyum, dan menggendong kelinci itu menyebrang jalan.
Sampai akhirnya...
Brakk!!
Chika membuka pintu mobilnya dan menutup nya dengan kencang. Ia kesal lantaran Christy tak juga kunjung tiba.
Chika berniat menghampiri Christy, ia berpikir bahwa Christy ada di tempat penjual terbul.
Ternyata dugaan nya salah, ia malah melihat melihat sebuah mobil yg tengah menghampiri Christy yg berada di pinggir jalan..
Mobil hitam berukuran besar menghampiri anaknya.
"Siapa itu? " Ucap nya mengernyitkan matanya
Disisi lain.
"Nah kamu hati-hati ya jalan nya" Ucap Christy sambil menurun kan kelinci yg ia bantu.
"Eh, kamu kan lompat ya.. Hhehe lupa aku" Ucap Christy terkekeh.
"dadahhh, nanti kita ketemu lagi ya.. Namaku Christy!" Teriak Christy, kepada kelinci yg sudah melompat pergi.
"Hei permisi dek" Ucap seorang pria di belakang Christy.
"Iya Pak, kenapa" Ucap Christy yang telah membalikkan badannya.
"Anu dek, kamu tau gak yaah..rumah pak abdul?" Tanya seorang pria. Ia bertubuh tinggi, berkumis tebal serta kepala nya yg botak, memakai baju serba hitam.
"Maaf Pak, saya gak tau.. Saya bukan orang sini" Ucap Christy tak tahu.
"Mungkin bapak bisa tanya orang lain" Lanjut nya.
"Ohh, begitu ya dek.."
"Tapi kamu tau sama anak ini?" Ujar pria itu, sembari menunjukkan sebuah foto di hpnya..
Yg dimana itu adalah foto Christy ketika bersama kelinci tadi, seperti pria ini sudah mengincar Christy sedari tadi.
"Kok kaya kenal, tapi siapa ya?" Ucap Christy bertnya, sambil berpikir.
Emang dasarnya blah bloh,ia tak sadar jika itu adalah foto nya.
Jikalau azizi ada di situ, sudah pasti ia akan manjitak/menoyor kepala Christy. Karena kepolosan nya yg diluar nalar.
Teman pria itu menghela nafas nya.
"Huhh, lu yang bener aja mau nyulik.. Anak modelan gini, lemot banget cok, foto nya sendiri aja gak kenal" Bisik salah satu teman pria tadi, sudah bisa dipastikan kalau mereka adalah penculik.
"Udah lu diem, lemot² gini yg gampang buat diculik nya" Bisik pria itu.
"Ck, ah elah.. Yaudah cepetan gausah pake lama, langsung sikat aja" Ucap temannya tak sabaran.
"Iya"
"Gimana dek, kamu tau?" Tanya penculik itu.
"Ini mirip aku gak sih pak?, bajunya sama" Ucap Christy malah bertanya..
Serah lu aja lah Christy,author capek 🙂😴
Hai Hai maaf ya, lama up banyak tugas nih belum lagi nih otak susah banget buat mikir alur jadi ini aja se kepikiran nya aja, hhehehe..
Segini dulu.
Arigatou 🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Anakku.
Cerita Pendek"Jangan harap saya bisa sayang sama kamu, Christy." Ucap chika dan pergi meninggalkan Christy sendirian, di tengah hujan deras. "Tuhan, aku iri dengan teman temanku yg disayang maminya, aku juga ingin merasakan nya" Batin Christy, seraya berdoa "Di...
