Sepulang dari rumah ayahnya. Christy diantar oleh zee. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil. Tepatnya di depan rumah Christy.
"Makasih ya zoy, udah anter aku pulang" Christy berterima kasih. dengan matanya yg sedikit sembab.
"Iya toy, kamu gapapa kan toy?" Tanya zee gelisah. Karena melihat Christy seperti tidak semangat.
"Bohong gak sih zoy, kalau aku bilang gapapa hehhe" Christy terkekeh tipis. Ia sekarang benar-benar sedang tidak apa-apa, setelah mendengar semua itu.
"Toy..." Zee menatap sendu Christy, dan segera membawa Christy ke pelukan nya.
"Gapapa, kalau kamu mau nangis" Zee mengelus lembut punggung Christy. Belum lama ia berbicara, terdengar lah suara isakan dari Christy.
"Zoy, kenapa dunia jahat sama aku.. Kenapa zoy. Bahkan sekarang rasanya aku ingin pergi setelah mendengar semua itu, aku gak nyangka kalo sebenarnya aku anak yg tidak diharapkan,aku hanya seorang anak dari sebuah kesalahan kedua orang tuaku.." Christy menangis sejadi-jadinya, ia menumpahkan semua air mata nya, pada zee. Zee hanya bisa memberikan tempat hangat untuk Christy, yaitu pelukan.
"Aku malu zoy, aku malu. Aku bener-bener malu sama kamu... A-aku anak H-haram zoy.." Lirih sendu Christy menangis dgn terisak. Azizi yg mendengar itu, ikut menangis juga. Ia merasakan jika saat ini sahabat baik nya, benar-benar sedang hancur.
"Toy.."
"Zoy,Aku ana har-"
"Sutts, enggak!.gaboleh ngomong gitu Christy, kamu bukan anak haram, liat aku. Kamu bukan anak haram ngerti!!" Ujar tegas Azizi, dengan memegang kedua pundak Christy.
"Tapi mami, sama ayah menderita karena adanya aku zee. Aku pembawa sial untuk mereka.." Christy, menepis tangan zee.
"kenapa aku harus terlahir kedunia,kalau bisa ku cuman menyusahkan mami chika, dan ayah aran. Kenapa Tuhan" Christy menangis kembali. dgn menutup matanya dengan keduanya tangan nya.
"Toy, kamu gak salah. Kamu bukan pembawa sial, kamu jangan berpikir seperti itu..jangan menyalahkan dirimu sendiri, jangan menyalahkan diri sendiri dengan apa yg tidak kamu perbuat, ini bukan kesalahan kamu Christy.." Azizi mengelus rambut Christy.
"hei, liat aku" Zee menangkup kedua pipi chubby Christy. Christy langsung menatap zee dengan mata sembabnya,dan bibir yg dimajukan. Karena tangkupan zee yg lumayan kuat.
"Sial!,lucu banget. Oke fokus Azizi" Batin zee, yg tidak bisa menahan kegemasan nya pada Christy.
"Denger aku, kamu itu bukan anak haram. Atau pembawa sial, ini terjadi karena kecerobohan orang tua kamu. Ini gak sangkut pautnya sama kamu, kamu hanyalah anugrah yg Tuhan berikan untuk mereka, kamu bukanlah sebuah kesalahan, tapi kamu itu adalah anugerah terindah Tuhan" Ujar Azizi serius.
"Mungkin emang, kamu terlahir karena sesuatu yg salah. Tapi perlu aku tekankan lagi, kamu itu tidak salah, dan bukan kamu yg salah. Ngerti kan maksud aku?" Tanya Azizi. Christy mengangguk pelan.
"Tapi.."
"Sutts, gak ada tapi tapi. Pokoknya kamu gak boleh berpikiran aneh-aneh lagi, okey?"
"hmm, okey"
"Bagus, udah ya jangan nangis lagi. Aku gasuka liat kamu nangis begini" Zee mengusap lembut air mata Christy.
"Makasih zoy, jangan tinggalin aku ya zoy. Cuma kamu yg sekarang aku percaya, aku udah gapercaya lagi sama keluarga ku" Christy merebahkan tubuh nya pada kursi mobil.
"Aku gak nyangka, mereka tahu semua ini. Tapi kenapa sama sekali gak ada yg kasih tau aku tentang ini, aku bener-bener kecewa sama mereka" Lanjut nya, tak habis pikir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Anakku.
Short Story"Jangan harap saya bisa sayang sama kamu, Christy." Ucap chika dan pergi meninggalkan Christy sendirian, di tengah hujan deras. "Tuhan, aku iri dengan teman temanku yg disayang maminya, aku juga ingin merasakan nya" Batin Christy, seraya berdoa "Di...
