Kang Yeora adalah bintang yang tak tersentuh, sempurna di mata dunia. Namun, di balik kecantikannya yang memukau, tersembunyi rahasia kelam yang hanya ia ketahui. Jeon Jungkook, pria yang dulu ia remehkan, kini adalah pengusaha sukses dengan ambisi...
Malam yang dinantikan akhirnya tiba. Suasana di salah satu acara penghargaan bergengsi di Korea terasa begitu megah, penuh gemerlap dan kemewahan. Gedung tempat acara berlangsung dipenuhi oleh dekorasi mewah yang memancarkan kilauan dari lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit. Halaman depan gedung dipenuhi dengan keramaian, terutama di sepanjang karpet merah yang telah dibentangkan untuk menyambut para tamu. Paparazzi dan fotografer berbaris di kedua sisi, siap mengabadikan momen ketika para selebriti, aktor, dan tokoh penting lainnya melintas. Kilatan kamera berdesingan tanpa henti, menciptakan suasana yang penuh antisipasi dan kegembiraan.
Jungkook, seorang direktur utama perusahaan produksi film dan konten yang tengah naik daun, menjadi salah satu sosok yang paling dinantikan di acara tersebut. Kehadirannya tidak hanya membawa prestise karena kesuksesan perusahaan yang ia pimpin, tetapi juga karena penampilannya yang menawan, yang tak jarang membuatnya dibandingkan dengan aktor-aktor papan atas. Malam ini, ia tampil dengan begitu percaya diri, mengenakan jas formal berwarna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih. Rambutnya ditata rapi, dan bibirnya tampak segar dengan warna pink alami, sementara matanya berbinar cerah, mencerminkan semangat yang ia rasakan malam itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ketika Jungkook melangkah di atas karpet merah, semua mata tertuju padanya. Para fotografer segera memanggil namanya, memintanya untuk berpose di depan lensa mereka. Tanpa ragu, Jungkook menuruti permintaan mereka, memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya dan berdiri tegap dengan penuh percaya diri. Senyumnya yang menawan, ditambah dengan postur tubuhnya yang tegap dan maskulin, membuat setiap kilatan kamera seakan berlomba-lomba untuk menangkap momen terbaiknya. Dia tahu betul bahwa penampilannya malam ini akan menjadi sorotan, dan ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memancarkan aura kesuksesannya.
Namun, di balik semua kemegahan dan sorotan kamera, ada sesuatu yang lain yang membuat hati Jungkook berdebar lebih kencang. Malam ini, ia tidak hanya hadir sebagai seorang direktur sukses yang siap bertemu dengan para tokoh penting lainnya, tetapi juga sebagai seorang pria yang tengah mengharapkan kehadiran seseorang yang spesial. Jungkook tahu bahwa wanita dambaan hatinya akan hadir di acara ini, dan pikiran itulah yang membuatnya semakin bersemangat. Setiap langkah yang ia ambil, setiap senyum yang ia tunjukkan di depan kamera, semuanya memiliki tujuan tersendiri—untuk membuatnya terlihat menarik di mata wanita yang selama ini telah mengisi hatinya.
Malam semakin larut, dan Jungkook akhirnya memasuki gedung tempat acara berlangsung. Aula utama dipenuhi dengan tamu-tamu undangan yang tengah berbincang dan bersantai, menikmati suasana yang penuh kehangatan dan kemewahan. Musik orkestra yang lembut mengalun di latar belakang, menambah kesan elegan pada malam itu. Jungkook menyadari bahwa ini adalah kesempatan emas untuk bertemu dan berbincang dengan para pemimpin industri, sutradara, dan aktor-aktor ternama. Namun, di sudut hatinya, ia tetap berharap untuk bisa bertemu dengan wanita yang telah membuatnya jatuh hati.
Saat ia berjalan melintasi aula, menyapa beberapa kenalan dengan senyum dan jabat tangan yang hangat, matanya sesekali mencari-cari sosok yang ia dambakan. Ia tidak bisa menghilangkan rasa penasaran apakah wanita itu sudah tiba atau belum. Di tengah keramaian, ia berharap bisa bertemu pandang dengannya, meskipun hanya untuk sekejap. Pikiran itu terus berputar di benaknya, menambah adrenalin yang sudah memenuhi tubuhnya sejak ia melangkah di atas karpet merah tadi.