Matahari siang menyengat seperti sorotan spotlight yang tak kenal lelah. Gedung kaca tinggi di distrik Cheongdam menjadi tuan rumah bagi salah satu acara fashion paling bergengsi tahun ini. Sebuah perayaan eksklusif dari brand dunia ternama yang untuk pertama kalinya meresmikan kolaborasinya dengan seorang aktris Korea sebagai global ambassador-Kang Yeora.
Meski tak ada jadwal syuting hari itu, hari Yeora tetap jauh dari kata kosong.
Begitu turun dari mobil, kilatan kamera langsung menyambutnya seperti sambaran petir tanpa jeda. Lensa-lensa mengintainya, mencari tiap detail dari busana dan riasan yang dikenakannya. Tapi Yeora tetap tenang, seperti biasa. Ia berjalan melewati red carpet dengan langkah mantap, seolah aspalnya memang diciptakan untuk dilewati oleh Kang Yeora hari ini.
Ia mengenakan setelan bernuansa monokrom, disesuaikan dengan tema acara: "New Global Classic." Potongan jas panjang asimetris dengan celana palazzo berbahan satin lembut membingkai tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya disanggul rapi dengan twist artistik-sederhana tapi unik, khas Yeora. Ia tidak mengikuti tren. Ia menciptakan tren.
"Itu gaya Yeora banget," bisik seorang stylist dari belakang media wall, menyikut temannya pelan.
Di dalam venue yang dipenuhi bunga putih, elemen kaca, dan pahatan modern berlapis emas, Yeora bergerak seperti magnet. Setiap langkahnya dihampiri sapaan.
"Kang Yeora, senang akhirnya bisa bertemu langsung," ucap seorang editor majalah fashion Eropa, tangannya terulur sopan.
"Selamat atas penunjukan sebagai global ambassador," ujar seorang produser dari Jepang.
"Tolong tatap ke sini, Yeora-ssi!" seru para fotografer dari berbagai arah.
Yeora menebar senyum, membungkuk sopan, lalu melanjutkan berpose sesuai permintaan. Flash dari kamera berpendar di sekelilingnya, dan sorakan kecil terdengar saat ia melambaikan tangan ringan.
Di antara para tamu, tampak wajah-wajah familiar: idol papan atas, model internasional, aktris senior, dan bahkan beberapa perancang busana global. Namun tetap saja, Yeora menjadi pusat perhatian. Tanpa perlu usaha berlebih, pesonanya menyeruak dengan elegan-dingin tapi anggun, tenang namun mencolok.
Acara berlangsung cukup lama. Ada presentasi koleksi baru, makan siang mewah, hingga sesi networking tertutup. Namun Yeora tetap mempertahankan ketenangan dan citra bintangnya. Ia berbincang, tertawa ringan, sesekali mengangguk dengan kalimat singkat. Ia profesional, tapi tak pernah berlebihan. Semua tentang Yeora terukur-tapi tidak dibuat-buat.
Di bawah langit Seoul yang mulai bergeser ke arah senja, acara akhirnya mulai mereda.
Tapi untuk Yeora, hari itu belum selesai.
Karena malam nanti, seseorang akan datang ke apartemennya. Membawa sesuatu yang lebih dari sekadar makan malam dan film lama di sofa. Seseorang yang sudah mulai diam-diam mengisi ruang yang dulu pernah hampa-dan kini membuatnya kembali memikirkan ulang apa arti kedekatan... dan rahasia.
-
Senja telah berlalu, langit malam kini pekat dan tenang. Yeora duduk anggun, dan menatap bayangan dirinya di cermin rias. Wajah segar dengan sedikit makeup, dan bibir yang ia poles dengan warna lembut. Tak berlebihan, tapi cukup untuk membuat seseorang berpikir "aku miliknya malam ini."
Ia menekan tombol hairdryer, mematikannya, dan meletakkannya ke samping. Tangannya bergerak cepat menyemprotkan parfum ke pergelangan dan belakang telinganya - aroma yang hanya Jungkook kenal dengan baik.
Semua ini bukan untuk pemotretan, bukan pula untuk premiere film - tapi untuk seseorang yang lebih membuatnya gugup dari semua itu.
Ia ingat betul ancamannya lewat chat sore tadi, "Kalau kau membatalkannya aku akan menghapus nomormu."
KAMU SEDANG MEMBACA
A Perfect Obsession
FanfictionKang Yeora adalah bintang yang tak tersentuh, sempurna di mata dunia. Namun, di balik kecantikannya yang memukau, tersembunyi rahasia kelam yang hanya ia ketahui. Jeon Jungkook, pria yang dulu ia remehkan, kini adalah pengusaha sukses dengan ambisi...
