17. Kencan

176 9 6
                                        

"Lee, aku berciuman dengan Jungkook"

Adalah sebuah kalimat kebodohan yang diutarakan Yeora dengan separuh kewarasannya. Ia tak tahan lagi untuk terus menunggu dan menyimpannya sendirian. Dengan ini, ia mempercayakan faktanya kepada manajernya untuk disimpan rapat-rapat dari individu manapun, apalagi sampai jadi bahan gosip. Yeah, seharusnya Yeora tidak sembarangan. Tapi ia benar-benar sudah menaruh kepercayaan besar kepada Lee, manajer yang sudah menemaninya selama delapan tahun berkarir.

Bagaimana ekspresi Lee saat itu? Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan lebih dari sebuah keterkejutan. Bayangkan bagaimana perasaan Lee. Ia takut, jika semua itu akan berpengaruh pada profesionalitas Yeora di industri hiburan. Senang, karena Yeora akhirnya menemukan 'sparks' seperti apa yang selalu Yeora ingin rasakan sejak dulu.

Tentu begitu banyak pertanyaan yang muncul di otak Lee dalam sekejap. Yeora menjelaskan semua itu tanpa kurang sedikitpun. Bagaimana kejadiannya, apa yang dia rasakan, dan seperti apa semua itu berakhir.

"Lalu, bagaimana kau akan menjalani keseharian pekerjaanmu? Sementara kau akan bertemu pria Jeon itu setiap hari karena dialah bos-nya. Kau tidak mungkin memiliki perasaan padanya, kan?"

Semua runtutan kalimat itu mampu membungkam Yeora dalam beberapa menit seakan membuatnya berpikir keras untuk menentukan jawaban yang mengelak dan sekiranya masuk di logika Lee yang teramat encer.

"Lee, lihat bagaimana kami berinteraksi saat di pesawat kemarin. Tidak ada masalah, kan? Nah, begitulah", jawab Yeora dengan sedikit tawa remehnya.

"Jadi, apa hubungan kalian, ha? Backstreet?", Lee menggeleng, menatap Yeora malas, "Kau bahkan tidak menjawab kalimatku diakhir. Kau menyimpan perasaan untuknya, Yeora"

Yeora mengulum bibirnya, membuang muka. Ada jeda hening diantara mereka, Yeora menengadahkan wajahnya dan tertawa remeh kembali, entah menertawakan apa.

"Ayolah. Kau tidak bisa mengelak dariku", Lee menarik sudut bibirnya, tatapannya tak lepas dari Yeora sambil menyeruput americano. "Pastikan itu tidak menghambat kinerjamu, ya? Dan, ya, jika pria kaya raya itu ingin menikahimu, jangan menolaknya, ya"

Yeora seketika bangkit dari sofa dengan ekspresi malas, "Ah!"

Seketika gadis berperawakan sedikit gemuk itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Yeora. Sementara sang aktris, ia berusaha menghindar. Menaruh satu tangan dipinggang, sedangkan tangan satunya menunjuk Lee dengan raut muka kesal.

"Yak? Aku tidak bercerita ini agar kau mengejekku, sialan. Aku tidak akan menikahi siapapun asal kau tahu"

Lee terus tersenyum menggodanya sampai Yeora geram dan melempar bantal sofa tepat pada wanita yang sedang terbahak-bahak itu.

"Yeora, kau sangat beruntung Jungkook tidak menelanjangimu saat itu juga. Kau tahu, semua pria brengsek, tapi setidaknya Jungkook tetap waras saat berhadapan dengan wanita secantik dirimu"

Dan, Yeora seharusnya sadar, bahwa itu adalah salah satu bukti bagaimana kedewasaan membuat pribadi seorang Jeon Jungkook terlihat lebih menarik dimatanya.

Oh, sialan...
Yeora semakin jatuh cinta padanya.

-

Sementara, hari dimana pemotretan untuk poster series itu telah tiba. Pemotretan dilakukan di studio tepat di dalam gedung Jeon's Entertaiment Group.

Pagi itu, suasana di studio terasa begitu sibuk. Kru berlarian, mengatur lampu, mengecek pencahayaan, memastikan set terlihat sempurna untuk pemotretan hari ini. Konsep pertama dimulai sejak pukul sembilan pagi, menampilkan Yeora sebagai wanita karir yang sukses, mandiri, dan juga elegan dalam balutan kemeja formal yang melekat pas di tubuhnya, dipadukan dengan rok pensil selutut dan heels stiletto yang menambah kesan profesional. Rambutnya ditata rapi dengan sedikit gelombang natural, melambangkan karakter yang berkelas dan percaya diri. Sementara itu, Park Jiyoung membawa karakter seorang mahasiswa yang bebas dan 'nakal', mengenakan sebuah kaos hitam yang cukup membentuk tubuh kemudian dibalut dengan jaket kulit berwarna hitam, dan juga skinny jeans yang agak membentuk paha kekarnya dengan sedikit bagian yang robek. Latar di rombak se-akurat mungkin, antara dua kehidupan yang sangat bertolak belakang-yakni kehidupan kantor Yeora dan kehidupan kampus Jiyoung-sesuai dengan tema series tersebut.

A Perfect ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang