16. Euforia & Kecemasan

165 12 9
                                        

Pagi yang terasa dingin, sejuk, dan juga hening itu mengantarkan seluruh tim Jeon's Entertaiment Group pada perjalanannya dari Pulau Jeju kembali ke hiruk-pikuk Ibu kota, Seoul. Sungguh meninggalkan kesan yang mendalam selama dua minggu dengan melakukan segala aktivitas syuting yang penuh tantangan, tidak hanya bagi pemeran, tetapi juga bagi seluruh kru yang bertugas. Terlebih bagi Yeora, di penghujung waktunya di Jeju semalam, ia malah membuat sebuah kenangan manis yang membuatnya nyaris terjaga semalaman, terngiang-ngiang di kepala bahkan hingga saat ini ketika dirinya berada dalam pesawat, membuatnya banyak menarik senyum diam-diam dan termenung cemas sekaligus.

Yeora berusaha melupakan semua itu, serius. Ia mengalihkan fokusnya, misalnya dengan menatap ke jendela pesawat, memandang hamparan laut korea yang begitu luas dan biru serta juga hamparan daratan hijau yang menyejukkan mata. Tetapi itu hanya formalitas saja, dalam kursi kelas bisnis dari pesawat yang ia naiki, seharusnya Yeora menemukan kenyamanan selama dalam perjalanan kembali ke Seoul, tetapi euforia dan kecemasannya tidak bisa membohongi raut wajahnya.

Sebenarnya apa yang membuatnya bisa berekspresi ganda seperti itu?

Pertama, Yeora merasa senang karena semalam itu benar-benar diluar ekspektasinya kepada Jungkook. Sungguh, tak pernah terbayangkan sebelumnya ia akan berciuman dengan pria yang cukup ia kagumi selama mereka mengambil proyek kerja sama. Perlu digaris bawahi, setelah 29 tahun hidup, Yeora akhirnya menemukan ciuman pertamanya. Itu yang membuat Yeora merasakan euforia-nya.

Dia masih merasakan gemuruh itu, kenangan manis yang terpatri di hatinya. Ciuman pertama yang mereka bagi di balkon kamar hotel, ciuman yang bukan hanya sekadar sentuhan bibir, tetapi sebuah pengakuan diam-diam atas perasaan yang tak terucapkan. Sesuatu yang begitu hangat dan dalam, meskipun kesunyian malam begitu penuh dengan perasaan yang campur aduk. Sepertinya itu adalah titik balik dalam kisahnya, walau kini Yeora duduk dalam ketenangan pesawat, jauh dari keramaian, hatinya tetap berdegup kencang, seolah euforia dan kecemasan bersatu.

Lalu, pada apa yang membuat Yeora cemas. Jungkook mengerti kecemasan Yeora, Jungkook memiliki paham yang sama dengan apa yang ada di benak Yeora. Maka dari itu, Jungkook mengambil alih. Ia sangat mengerti bagaimana Yeora membangun standar nya sendiri untuk tidak memberikan pengalaman ciuman pertamanya kepada sosok aktor lawan mainnya untuk tidak menimbulkan kemungkinan-kemungkinan lain yang akan membuatnya melanggar prinsipnya untuk tidak menjadi seorang profesional dalam keahliannya.

Itu adalah point nya. Tetapi, point lainnya adalah, Yeora hanya tidak ingin saja memberikan ciuman pertamanya kepada pria yang lebih muda darinya.

Yeora cemas seperti ini karena ia tahu akan ada banyak scene skinship seperti berciuman, berpelukan, pegangan tangan, dan lain sebagainya bersama lawan mainnya nanti. Sungguh Yeora tidak masalah, toh itu kenapa ia berani mengambil proyek ini karena ia siap untuk melakukan itu. Tapi, jika aktor lawan mainnya adalah pengalaman pertama sesungguhnya, ia tidak ingin. Itu kenapa, Yeora memberikan pengalaman pertamanya kepada Jungkook. Sebab, ia percaya.

"Kenapa kau selalu terdiam seperti itu?", Tiba-tiba suara Manajer Lee memecah lamunannya, menarik perhatian Yeora dari lamunan panjang yang hampir membuatnya terjebak dalam kebingungannya sendiri. Nyaris saja lupa kalau sedari tadi, manajernya sedang duduk di sampingnya sedang memakan snack dan menatap layar iPad untuk menilik jadwal Yeora selama sebulan kedepan.

"Oh, Hey! Astaga, aku lupa! Kenapa kau tidak bercerita? Siapa pria semalam yang menemuimu, Yeo?", Manajer Lee menepuk jidatnya pelan, ia mendekat pada Yeora dengan ekspresi penasaran.

Sedangkan Yeora kaget dan panik sendiri, sempat memejamkan mata. Ia langsung menegakkan tubuhnya untuk melirik kesana-kemari, memastikan keadaan aman terkendali dengan memastikan seorang pria yang duduk di area depan itu masih tetap terduduk di kursinya. Sebelum akhirnya mengembalikan pandangannya pada Manajer Lee.

A Perfect ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang