Beberapa hari berlalu setelah malam dimana Taehyung mendekati Yeora kembali dengan mencoba memberikan ciuman hangat di tepi pantai tetapi Yeora berhasil menghalaunya. Mungkin kalau seharusnya kejadian seperti itu akan menimbulkan konflik-konflik selanjutnya, tetapi bagi sebagian orang dewasa seperti Taehyung dan Yeora tampaknya berbeda.
Kedua orang itu bergaul dan berinteraksi seakan tak pernah terjadi apapun diantara mereka berdua. Apalagi setelah penolakan dari Yeora, seharusnya Taehyung mungkin akan marah atau membatasi diri untuk tak berinteraksi kembali dengan Yeora. Tetapi keduanya sama-sama berinteraksi dengan baik di lingkungan kerja tanpa mempedulikan dan mengingat kejadian ataupun kedekatan hubungan mereka baik yang lampau ataupun yang baru terjadi beberapa hari kebelakang.
Canggung tentu ada. Tetapi mereka masih memiliki kontrol penuh. Sungguh! Mereka berinteraksi akrab secara nyata, bekerja sama dengan kompak, baik ketika lingkungan berjalan dengan serius atau ketika suasana terlihat santai. Yeora dan Taehyung sangat profesional, mereka hanya peduli pada apa yang terjadi dengan dunia kerja, selain dari itu, tidak. Keduanya tidak mempedulikan perasaan pribadi dan segala permasalahannya, mereka tahu cara menempatkan dirinya masing-masing.
Kalau sedang syuting pun, Yeora dan Taehyung tetap berinteraksi akrab keduanya, bekerja sama dan sesekali berdiskusi, baik Taehyung mengarahkan atau mengoreksinya. Semua itu terjadi secara alamiah.
Mengingat hari sudah berlalu lama sejak kejadian itu, hingga detik ini, Yeora dan Taehyung tetap bekerja sama dengan baik dan kompak. Ketika matahari siang menggantung tepat di atas ladang bunga yang memanjang seperti lautan kuning keemasan. Angin bertiup lembut namun terus-menerus, membuat kelopak bunga-bunga itu bergetar seakan menari di bawah sinar matahari. Saat sutradara Junho meneriakkan, "Okay! Cut!" suara itu menggema, membelah hiruk-pikuk suasana syuting. Para kru mulai bergerak cepat, menyesuaikan peralatan, sementara para produser dan ketua kameramen berkumpul dalam diskusi intens di bawah bayang-bayang sebuah tenda kecil.
Yeora berdiri di tengah ladang, kulitnya yang putih terlihat berkilau di bawah pancaran sinar matahari. Wajahnya sedikit memerah akibat terik, dan helai-helai rambutnya beterbangan tertiup angin, menciptakan pemandangan yang begitu alami sekaligus memikat. Namun, di balik keindahan itu, ia tetap seorang aktris profesional yang tak pernah kehilangan fokus.
Manajer Lee bersama tim stylist langsung menghampiri Yeora, membawa payung kecil untuk melindunginya dari matahari sambil memperbaiki riasannya yang sedikit terganggu oleh keringat dan angin. Sementara itu, dari kejauhan, langkah Jungkook mendekat. Dengan tangan kokoh, ia membawa botol minuman dingin yang permukaannya masih berembun.
"Minumlah, Yeora", ujar Jungkook, menyerahkan botol itu kepada Yeora yang tengah dikerumuni timnya. "Kau baik-baik saja? Terik panas ini benar-benar di luar dugaan"
Yeora mendongak menatap pria di hadapannya meski dirinya tengah sibuk yang dikelilingi tim. Tatapannya lembut, disertai senyuman tipis. "Aku baik-baik saja," balasnya setelah menerima sebotol minuman dingin. "Panas memang terasa membakar, tapi tidak apa-apa. Pun, angin yang terus-menerus memang menyulitkan, tapi aku bisa melaluinya"
Jungkook menatapnya sejenak, mencoba mencari kepastian dalam sorot matanya. Meski begitu, ada kekaguman yang jelas di wajahnya—betapa tegarnya Yeora menghadapi situasi sulit ini. Ia mengangguk, kemudian berujar pelan, "Baiklah, tapi jika kau merasa tidak kuat, beri tahu aku. Kita bisa menundanya adegan selanjutnya sampai esok hari"
Momen itu terhenti ketika suara tepuk tangan menggema di udara. Produser Taehyung, dengan karisma dan energinya yang khas, kembali berdiri di tengah kerumunan. "Ayo, semuanya!" serunya lantang. "Kita sudah dekat dengan hasil yang kita inginkan. Fokus dan tunjukkan kerja terbaik kalian!"
Yeora sempat mendengar arahan Taehyung, kemudian kembali menatap Jungkook. Sebelum posisinya diambil alih oleh tuntutan profesional, ia sempat tersenyum pada pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Perfect Obsession
FanfictionKang Yeora adalah bintang yang tak tersentuh, sempurna di mata dunia. Namun, di balik kecantikannya yang memukau, tersembunyi rahasia kelam yang hanya ia ketahui. Jeon Jungkook, pria yang dulu ia remehkan, kini adalah pengusaha sukses dengan ambisi...
