part 17 mengingat kembali

179 149 13
                                        

         Happy reading gusy!!

Jangan lupa follow ya sebelum membaca !

                             Part 17

                      Mengingat kembali

Sampailah mereka di sebuah bangunan kotor ,kusam dan hampir di tutupi oleh tanaman tanaman liar.

Pertama kali mereka melihat bangunan panti yang sudah sangat kotor ,berdebu dengan banyak tanaman yang merambat di sekitar dinding luar panti .

Serta sampah yang berserakan di mana mana ,rumput rumput liar yang menutupi sebagian teras panti ,sarang laba laba yang menutupi langit langit atap teras depan panti,pokoknya kondisi panti saat ini sangat jauh berbeda dengan panti nya yang dulu .

Seketika dada mereka sesak saat mengingat kembali kehidupan panti yang amat rukun , harmonis dan bahagia .

Suara tawa yang berisik kini telah lenyap berganti dengan sunyi. Bangunan yang dulu cerah dan indah kini berganti dengan bangunan yang kotor dan hitam .

" Gak nyangka gue kalo panti yang selama ini kasih kita kebahagiaan,harus musnah hanya satu kejadian yang kelam" kata alezra ,ya alezra mulai mengingat masa kecilnya dengan saudaranya yang dulu di mana ia tengah duduk di sebuah teras dengan bermain boneka kesayangannya .

                          FLASHBACK ON

" Ezra kamanakeun Sendal abii ( kemanain sandal aku)?" Tanya vyora kepada alezra yang pada saat itu sedang main boneka di teras panti .

" Naon si vyo datang datang langsung nanya sendal ,ya mana aku tahu ( apa si vyo datang² tiba nanya sandal ,ya mana aku tahu)" jawab alezra kesal ,saat waktu bermainnya harus terganggu dengan suara vyora yang tiba² datang dan langsung bertanya pada dirinya soal sandal .

" Vyoo" panggil seorang anak laki laki berusia sekitar 10 tahunan menghampiri vyora

   Vyora pun lantas menoleh menatap anak laki laki itu dengan tatapan kesal

" Naon? ( Apa?)" Tanya vyora ketuss 

" Yaelah ketus segala neng ,nyari sendal ya ,ini bukan?" Kata anak laki laki itu sambil memperlihatkan sendal capit berwarna pink kepada vyora

" Udinn ,jadi kamu yang sembunyiin sendal aku ,ihhhh udinnnnnnn siniin gak sendal aku " teriak vyora sambil berlari menghampiri Udin.

ya laki laki yang tadi memanggil namanya ialah Udin ,laki laki yang jahil sama anak anak panti .
Sedangkan Udin ia lantas berlari menyusuri halaman panti .

Vyora pun sama ia berlari mengejar Udin yang sekarang tengah berada di depannya dengan jarak satu pohon besar .

" Udin balikin gak " ujar vyora ngos ngosan

" Gak mau wlekk" ujar Udin meledek sambil menjulurkan lidahnya

Sementara Alezra ia terbahak bahak melihat Udin dan vyora yang sedang berdebat itu

Suara tawa Alezra rupanya di dengar oleh pak Daniel , bapak nya yang sedang menonton televisi ,lantas ia pun menghampiri alezra yang berada di teras halaman panti

" Aya naon atu Ezra meni ketawa ketawa kitu? ( Ada apa atu Ezra kenapa ketawa² gitu?) " Tanya pak Daniel bapaknya Ezra pengelola panti bunda kasih

" Itu pak Udin sama vyora lagi debat soal sendal ,lucukkk" jawab alezra masih dengan tertawa ,rupanya tawa itupun menular ke pak Daniel

" Hahahaha sendal yang mana?" Tanya pak Daniel setelah selesai ia tertawa

" Itu loh pak sendal capit yang warna pink" jawab alezra sambil memegang perutnya yang keram karena terlalu lama tertawa .

" Hahahahah" pak Daniel yang mendengar ucapan dari putrinya itu pun lantas tertawa terbahak-bahak.

Sementara Udin dan vyora belum menyadari bahwa mereka jadi pusat perhatian bapaknya dan alezra .

Mereka berdua masih berdebat soal sendal ,Udin yang tak mau memberikan sendal vyora dan vyora yang sudah tak sabar ingin mengambil sendal kesayangan nya itu di tangan Udin .

" Udinnn kembalikan sendal vyoraaa" teriak vyora keras ,spontan Udin menutup telinganya yang berdenging karena suara teriakan vyora yang memekakkan telinganya .

Momen yang pas saat vyora melihat sendal kesayangannya jatuh ke tanah saat Udin melepaskannya untuk menutupi kedua telinganya ,dengan cepat vyora mengambil sendal itu dan berlari menuju teras panti yang di mana ada alezra dan pak Daniel yang masih ketawa ketawa .

Sementara Udin yang telah tersadar lantas berlari menyusul vyora dengan secepat kilat . Terkadang Udin berlari sembari lompat dan berjalan lalu berlari dan melompat begitu terus secara mengulang .

" Hos hos hos " suara nafas vyora terdengar cepat ,di ikuti oleh Udin yang sama ngos ngosan karena berlari

Sedangkan pak Daniel hanya menggeleng kepalanya sebagai tanda tak habis fikir dengan kelakuan anak anak nya itu .

" Udah debat sendalnya?" Tanya Daniel dengan bersidekap dada .

Sontak pertanyaan itu membuat udin dan vyora kaget ,karena ia sama sekali belum mengadu soal sandal kepada bapaknya .

Lalu mereka berdua serempak menatap alezra dengan tatapan tajam

" Alezraaaa" kata mereka berdua berteriak secara bersamaan

" Hahahahahaha" alezra hanya tertawa terbahak-bahak sembari memukul mukul lantai menyalurkan semua kelucuannya .

" Alezra kenapa bilang si sama bapak" protes Udin tak terima

" Biarin wlekkk" ucap alezra meledek sambil menjulurkan lidahnya

" Udahhhh jangan berantem ,mending sekarang masuk kita makan ,kasian ibu udah nunggu di dalam " ajak bapak Daniel pada mereka bertiga ( Udin , vyora dan alezra)

" Siap pak" kata mereka bertiga serempak dan tangannya membentuk tanda hormat di pelipisnya.

                  FLASHBACK END

" gue jadi inget sama Lo vyora saat berdebat soal sandal sama Udin " kata alezra saat berhasil mengingat momen itu .

" Iya bjir Lo si yang Cepu segala main bilang ke bapak " kata vyora sambil terkekeh kecil bila di ingat lagi momen di mana ia berdebat dengan Udin hanya perkara sandal

" Andai kalo Udin masih ada pasti dia udah kuliah sekarang " celetuk Ruby

" Iyaa jadi kangen sama anak anak panti yang lain ,andai aja ini semua tidak terjadi kita pasti gak akan kenal dengan kehidupan di kota " tambah alezra sembari menyeka air mata yang tadi mengalir di pipi cantiknya

" Gue kangen sama kehidupan panti dulu " kata zaza dengan tersenyum sendu ,matanya berkaca kaca .

" Udahlah tujuan kita di sini ngapain coba kalo bukan cari tahu tentang pembunuhan berantai di panti" kata zaviera perlahan melangkah mendekati bangunan kosong itu .

Ucapan zaviera tersebut sukses membuat Zaza dan keempat saudaranya langsung menyeka air mata mereka menggunakan lengan kirinya .

Benar kata zaviera mereka harus kuat ! Gak boleh lemah!

" Viera tunggu kita" teriak mereka saat menyadari zaviera telah jauh dari jangkauan mereka . Lalu mereka berempat berlari kecil menyusul zaviera .

Zaviera hanya terus berjalan menyusuri jalan setapak untuk menuju bangunan panti bunda kasih lebih dekat .

              TBC

Jangan lupa vote dan komen yaa gess!!
     
Menurut kalian alezra dan saudaranya bakalan berhasil gak nemuin bukti?

Huhuhu sedih tau mereka harus ngalamin hal hal kayak gitu .

Kata 996

Aku reren titisan Mimi peri pamit undur diri .

Tunggu reren ya di part selanjutnya 😋🥰

Papayy💓💓

mafia the devil Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang