hai guys hari ini aku double up^^
karna hari ini adalah malming jadi ada bonus untuk kalian^^
maaf jika ada kesamaan tokoh,mungkin karna tidak sengaja.
tandai typo!
happy reading gusy 💓 💓
part 53
Check up
Seorang gadis memakai seragam sekolah baru saja turun di pelataran rumah sakit . Dirinya sekarang tengah berjalan menyusuri lorong koridor . Pandangannya kesana kemari menatap satu persatu papan ruangan yang di tempel di atasnya .
Langkah kakinya terhenti tatkala netra matanya menatap ruangan dokter Raisa .ia berjalan ke arah ruangan itu.
Ceklek!
Gadis itu membuka pintu ruangan dan terpampang lah seorang gadis memakai jaket almamater dokter tengah duduk di mejanya sembari mengotak Atik laptopnya .
Pandangan gadis dokter itu teralihkan saat pasien kesayangannya telah datang .
"Selamat datang queen sini duduk," sapa hangat dokter yang bernama Raisa Tersebut.
Dokter Raisa bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati pasien kesayangannya yang tengah berdiri di depan pintu itu .
"Hai queen gimana kabar kamu?" Tanya dokter Raisa sambil merangkul pundak gadis yang bernama queen itu .
Gadis yang bernama queen tadi hanya mengulas senyum tipis serta menganggukkan kepalanya tanda ia baik baik aja .
"Baik karna hari ini jadwal chek up kamu ,jadi saya akan periksa terlebih dahulu," ujar dokter Raisa ,lalu dokter Raisa mulai menuntun queen untuk berbaring di atas brankar yang telah di sediakan
Dokter Raisa mulai memeriksa detak jantung queen dengan alat stetoskop .
Lalu mulai melangkah mendekati alat peralatan untuk mengambil alat berupa suntikkan untuk di suntikkan ke tangan queen untuk mengambil darah nya .
Darah yang sudah di dapatkan akan di uji ke laboratorium untuk mengetahui perkembangan dari penyakit yang menggerogoti tubuh queen . apakah leukimia queen mulai membaik atau tidak?
Queen meringis saat jarum suntik itu mulai di suntikkan di lengan kirinya ,queen hanya bisa menutup matanya berharap rasa ngilu bercampur dengan sakit itu bisa menghilang.
Sekitar 2 menit akhirnya jarum suntik itu telah penuh oleh darah milik queen . Queen bisa bernafas lega saat jarum suntik itu telah di keluarkan dari lengan kirinya .
"Queen mungkin tes ini akan keluar beberapa hari lagi,jadi nanti kamu bisa ke ruangan saya lagi lusa ya," kata dokter Raisa memberitahukan perihal waktu untuk keluar tes uji tersebut.
Tangannya bergerak mengusap pundak queen dengan lembut ,Sebenarnya dokter Raisa merasa kasihan pada queen karena Seharusnya anak di usia queen bisa merasakan rasa rasa bermain dan sebagainya. Bukan merasakan sebuah penyakit.
Dokter Raisa tahu ini semua takdir! Tapi ini terlalu kejam bagi anak usia queen yang harus mengalami ini semua .
"Kalo begitu queen pamit ya dok." queen bangkit dari brankar tersebut ,ia berpamitan dulu pada dokter Raisa .
Ceklek!
Pintu utama ruangan dokter Raisa telah di buka oleh queen ,dan itu artinya queen telah benar benar keluar dari ruangannya.
Dokter Raisa langsung duduk di kursi kebesarannya kembali dirinya menatap kepergian pasien kesayangannya itu dengan sendu .
🌞🌞🌞
KAMU SEDANG MEMBACA
mafia the devil
Roman pour AdolescentsCerita ini mengisahkan sebuah petualangan kelima remaja dalam mencari dalang pelaku misteri pembunuhan berantai di desa mereka yang menewaskan seluruh anggota keluarga mereka secara mengenaskan. Namun sebelum mereka menyelesaikan masalah pencarian t...
