part 67 memilih menyerah?

28 21 1
                                        

hi guys selamat hari weekend^^
gimana nih weekend kalian?
seru? biasa aja?
aku kembali lagi^^

happy reading 🌼 💓 😁

                                     part 67

                       Memilih menyerah?

    Kepala pening mulai menjalar di kepala zaza ,gadis itu dengan cepat memundurkan langkahnya kebelakang,lalu dirinya berlari cepat menuju kamar mandi .

                       Tes!.

Satu tetes darah mulai menyentuh lantai rumah sakit , darah merah itu keluar dari hidung Zaza.

Zaza memberi kecepatan lagi untuk berlari.
Setelah sekian lama dirinya berlari menyusuri lorong koridor rumah sakit akhirnya sampai di toilet.

Gegas Zaza masuk ke dalam bilik pojok toilet ,dirinya dengan cepat dan nafas yang masih memburu langsung membersihkan darah dari hidungnya .

Beberapa menit berlalu tapi darah yang keluar dari hidung Zaza tak kunjung berhenti,Zaza mulai di landa kepanikan dirinya menatap pantulan wajahnya dari cermin .

Wajah yang pucat ,mata yang sayu,bibir yang lumayan pucat menambah kesan menyedihkan di dalamnya .

Zaza tersenyum getir ,dirinya menertawakan penampilan yang sangat jelek itu .

Capek? Lelah? Itulah yang di rasakan Zaza , perlahan tubuhnya merosot ke bawah ,dia duduk di antara lantai marmer toilet .

Ia meraba raba saku roknya untuk mengambil sebuah obat pil entah apa merek obat itu yang terpenting Zaza meminum obat pil itu dua sekaligus tanpa air.

                     Pyarr!

Oh tidak! Zaza gadis itu tak sengaja menyenggol vas bunga yang berada di sampingnya,vas bunga tersebut pecah berkeping-keping hampir tak berbentuk lagi .

Tangan Zaza gemetar dirinya kembali bangun dengan susah payah ,tetes darah yang belum berhenti itu mulai mengotori lantai rumah sakit .

  "Ya Allah kenapa darah di hidung Zaza gak berhenti?Zaza harus apa?"suara parau Zaza mulai terdengar,Isakan kecil Zaza juga mulai keluar dirinya menangis dalam diam.

Sungguh Zaza masih belum siap jika dirinya telah di panggil duluan!

"Ya Allah bantu Zaza,jangan ambil nyawa Zaza dulu ,Zaza ingin bantu mereka dulu ya Allah."kata Zaza ,sekarang Zaza tengah meringkuk tubuhnya di antara kedua lututnya . Ia menghiraukan tetes darah yang berjatuhan ke lantai.

"Ya Allah jika hari ini di waktu ini Zaza telah di panggil untuk pulang ke rumahmu Zaza ikhlas ya Allah."dengan tubuh yang gemetar menahan tangis Zaza dengan susah payah bersuara .

Ya Zaza memilih menyerah jika pada akhirnya hari ini adalah ajal kematian untuknya .

"Arrghhhhhh!!!!!!!"

Teriakan Zaza menggema di dalam bilik kamar mandi yang sepi itu .

Teriakan sendu dan keras itu terasa seperti di selimuti kesedihan yang mendalam. Di kamar mandi tersebut hanya terdengar dari air keran serta detak jam dinding .

"Gue capek ya Allah,gue capek!!"

Luapan emosi itu benar benar terdengar seperti sayatan luka di dalam lubuk hatinya yang paling dalam di hati Zaza .

Luka yang selama ini ia pendam sendirian ,ia berjuang sendirian kini terluapkan seiring dengan teriakan nya itu.

Zaza meringkuk di lantai marmer kamar mandi dengan baju yang lumayan basah karena terkena cipratan air keran . Hawa dingin mulai menyeruak di dalam kamar mandi itu .

mafia the devil Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang