AL : 24

95 5 0
                                        

*****

HAPPY READING

*****

Keluarga Rafan dan Abi Umar kini pergi bersama untuk melihat persiapan acara resepsi, di sebuah ballroom yang terletak di hotel mewah pilihan Rafan, dekorasi yang indah tengah dipersiapkan untuk menghiasi seluruh ruangan, dengan dekorasi bernuansa warna putih dipadukan dengan lampu gantung dan berbagai macam bunga yang mengisi seluruh ruangan. Semua ini Rafan siapkan untuk putri semata wayang nya, Laura.

Abi Umar dan istri nya sangat takjub dengan dekorasi yang sudah keluarga Rafan siapkan. Persiapan dekorasi sudah hampir selesai, Rafan meminta Abi Umar dan Istrinya kembali ke pesantren untuk beristirahat, mereka akan bertemu lagi nanti sore untuk persiapan menjelang resepsi.

Rafan bertanya pada Kyai Umar. "Nanti Laura ikut dengan kalian atau kami jemput ya, Mar?"

Umma Trisha menjawab. "Ikut bersama dengan kita saja, kalian pasti sudah lelah mempersiapkan ini semua."

"Baiklah," jawab Rafan yang berdiri di samping Aisyah.

"Yasudah, kita pamit dulu ya, Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam, hati-hati di jalan!!"

***

Abi Umar dan keluarganya berjalan meninggalkan ballroom hotel, menuju ke lift agar lebih cepat sampai ke lantai bawah. Setelah melihat punggung Kyai Umar menghilang dari pandangan mata nya, keluarga Rafan kembali memeriksa dekorasi dan beberapa menu makanan ataupun minuman.

Sedangkan di pesantren, Laura terbangun dari tidurnya dan melihat seisi ruangan, yang dicarinya tidak ia jumpai. Sebuah ponsel ia ambil dari atas meja di samping tempat tidurnya, mengetikan sebuah pesan kepada seseorang, setelah mendapat balasan ia pun meletakkan kembali ponsel nya lalu membaringkan tubuhnya kembali di atas kasur.

Laura sudah ingin memejamkan mata nya. Namun, suara ketukan pintu terdengar. Laura pun bergegas membuka kan pintu kamarnya, dengan kecerobohan nya ia lupa tidak mengenakan jilbab, hanya memakai sebuah piyama yang sedang ia kenakan.

Suara ketukan itu ternyata Athalla, melihat penampilan Laura Athalla segera menyuruhnya untuk masuk Gus Athalla. "Ayo masuk dulu!" Perintah Athalla sambil merangkul pundak Laura.

Athalla sedang mengajar di pesantren. Namun, saat mendapatkan sebuah pesan dari Laura Athalla bergegas kembali ke kamarnya dan meminta tolong rekan nya untuk melanjutkan pembelajaran.

"Kenapa buka pintu tidak pakai kerudung?" tanya Athalla sambil sorot matanya menatap Laura.

"Lupa."

Jawaban yang Laura berikan membuat Athalla gemas dengan tingkah nya. "Rasanya pengen aku makan kamu!"

Mata Laura melotot mendengar perkataan Athalla. "LOH.''

''Bercanda, sudah-sudah kamu mandi sekarang!!" ucap Athalla sambil mengusap rambut Laura yang terurai.

"Menggemaskan, untung saja kamu sudah menjadi milikku. Aku berjanji sampai kapan pun hanya kamu, selalu kamu, dan akan tetap kamu pemenang nya, tak kan ku biarkan kamu bersaing dengan wanita lain di luar sana." lirihnya dalam hati sambil menatap punggung Laura yang hendak ke kamar mandi.

Athalla hendak mengambil air minum di dapur untuk Laura, langkah nya terhenti setelah mendengar sebuah ponsel sedari tadi berdering suara nya tak berasal dari ponsel milik nya, melainkan milik Laura. Athalla menghampiri asal suara itu. Namun, ia tak berani memegangnya, ia hanya melihat siapa yang menghubungi Laura sedari tadi.

ATHALLAURA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang