Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pesan Anonim

19 8 6
                                        

Kenapa banyak sekali hal mengganggu di dunia ini. Apakah dunia memang sesibuk itu?

---

Makan siang bersama Rafan menjadi salah satu hal yang membahagiakan dan harus dipublikasikan.

Airin suka sekali mengunggah banyak hal di Instagram miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Airin suka sekali mengunggah banyak hal di Instagram miliknya. Tentang banyak sosok berharga di kehidupannya yang biasa-biasa saja, tetapi perlu ia kenalkan kepada dunia. Isi feed Instagram-nya penuh dengan sesuatu yang menarik dan estetik, dan kini ia merasa dunia harus mengenali Rafandra sebagai lelakinya.

Komentar dari teman-temannya langsung membanjiri. Belum pernah Airin mengunggah lelaki di Instagram miliknya yang sudah memiliki puluhan ribu followers. Rafan pertama kalinya. Kebanggaan Airin yang harus ia pamerkan.

"Senang banget banyak yang kepo. Biarinlah. Cari tahu sendiri." Airin bermonolog sambil tertawa. Matanya terus menatap ke arah layar ponsel yang menampilkan gambar yang baru saja dia unggah. Bunyi notifikasi tanda suka dan komentar kian bermunculan.

Go publik yang masih setengah-setengah itu, membuat banyak pertanyaan kian memenuhi kolom komentar. Siapakah pemilik kaus merah yang sedang dating dengan Airin?

Setelah puas memandangi layar ponsel, Airin mengambil handuk yang tergantung di balik pintu dan berniat menuju kamar mandi. Badannya lengket sekali setelah seharian di kampus, kemudian lanjut makan bersama Rafan.

Sebelum menuju kamar mandi, Airin membuka aplikasi WhatsApp. Tidak ada pesan dari Rafan, padahal tadi Airin meminta untuk menghubungi saat Rafan sudah sampai.

"Mungkin Abang lupa. Ya, udah, bersih-bersih dulu, biar harum. Terus Bang Rafan makin cinta, deh," ucap Airin dengan senyum lebar yang terus menghiasi bibirnya.

"Halu terus."

Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari bawah kolong tempat tidur, membuat Airin terlonjak. Terkejut luar biasa.

"Astaga, Nadin! Kamu ngapain di bawah situ?" Airin menyentuh dadanya, detak jantungnya terdengar sangat kencang.

Nadin menyengir tanpa rasa bersalah. "Tiduran," jawabnya singkat.

"Mama udah capek beliin kasur yang besar ini buat kamu, tapi kamu milih tidur di kolong? Sekecewa apa mama kalau tau kamu lebih suka tidur di kolong daripada di kasur," ucap Airin dramatis sambil menggelengkan kepala.

"Lebay! Sana mandi, Kak. Baumu busuk sekali, kayak abis bongkar sampah di belakang rumah," kata Nadin dengan tangan bergerak menutup hidung, seolah benar bau Airin sebusuk itu.

"Sembarangan kamu. Ya, sudah, Kakak mandi dulu. Tidur di atas, dan jangan biasain ngomong tiba-tiba kayak tadi. Serem." Airin bergegas menuju kamar mandi.

🍀🍀🍀

Mata Airin langsung terarah menuju satu pesan yang masuk ke Instagram miliknya. Bukan pengikutnya, dan dia tidak mengikuti akun tersebut. Akun yang jelas saja fake. Terlihat dari tidak adanya followers dan postingannya. Benar-benar kosong.

Pesan Tanpa SuaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang