Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Beach Date

6 1 0
                                        

Untuk menjadi garda terdepan, kami siap untuk berpura-pura sampai batas waktu yang belum ditentukan.

---

Suara dentingan notifikasi terdengar nyaring saat Airin sibuk menulis journaling hariannya. Kali ini dia sedang meng-upgrade kesibukannya untuk satu minggu ke depan, tentunya dengan menyelipkan satu atau dua list dating bersama kekasihnya. Senyum tidak pernah lepas dari wajah cantiknya. Lesung pipi yang terkadang tidak terlalu tampak jelas itu kini mulai menunjukkan eksistensi saat Airin tersenyum.

Vania
Ai, sabtu main ke pantai yuk?

Airin terdiam membaca pesan yang Vania kirimkan. Tidak ada yang salah dengan ajakan itu, apalagi dia baru saja berbaikan dengan Rindu. Suasana baru tentu mereka butuhkan. Yang salah adalah waktu di mana dia baru saja menyampaikan keinginan untuk melakukan beach date bersama Rafan.

Airin
Ih, pengen banget tauuu
tapi aku baru aja ajak bang rafan buat beach date
kalau gitu, sekalian triple date aja yuk?

Pesan yang Airin kirimkan tentu akan sampai ke grup yang berisi empat anggota itu. Tidak salah lagi, tentu mereka akan menolak. Keyakinan tentang Airin yang sudah terlanjur bucin itu membuat mereka merasa terganggu dan khawatir.

Tiba-tiba, Bagas memberi saran kalau mereka pura-pura muncul saja di pantai, tanpa Airin tahu. Tentu saja tanpa Bagas. Dia akan ikut bersama mereka, tetapi kehadirannya tidak akan bisa tertangkap panca indera.

Vania
Yaahh yaudah deh
Kapan-kapan aja kalau gitu
Have fun
Hati-hati
Awas kenapa-napa

Vania memberi peringatan seperti yang mereka sepakati. Pelan-pelan saja, tetapi mampu membuat Airin terusik dan mulai memikirkannya. Lambat laun Airin pasti akan merasakannya dan mulai memikirkan peringatan mereka.

Airin
Ah, kecewa sekali
Oke deh
Kenapa-kenapa gimana cobaa?
Akukan sama ayang

Vania
Rambut yang sama hitam
Hati siapa yang tauu

Airin
Jangan mulai deh van

Vania tidak lagi membalas. Dia mulai menyadari satu hal, Airin bukan tipe orang yang lebih mementingkan teman dibanding pasangan. Jika sudah bucin, dia akan lebih memilih pasangan daripada teman yang sudah menemaninya bertahun-tahun lamanya. Dia bisa mementingkan cowok yang baru saja dikenali dan mengabaikan teman yang membersamainya sejak lama.

Kalau udah bucin, kebanyakan orang emang suka tolol.

***

Siang yang tidak terlalu terik mengantarkan dua sejoli duduk di pinggir pantai. Senyum manis tidak pernah luntur dari pipi gadis itu. Dia bahagia sekali memandang cowok yang saat ini duduk di sampingnya dan menggenggam tangannya. Lagu "Kemesraan" yang sering dinyanyikan oleh Mama Ema kini seolah berputar berkali-kali di otaknya. Dia merasa cocok sekali untuk menjadi tokoh dalam video klip lagu tersebut.

"Bang, rasa bahagia Abang sebanyak apa saat ini?" tanya Airin menatap ke sampingnya. Wajahnya sedikit dia tundukkan agar bisa menatap wajah Rafan seutuhnya. Ditatap secara intens seperti itu membuat Rafan bergerak tidak nyaman. Jantung pun sama tidak nyamannya. Suaranya begitu kencang. Dia khawatir Airin dapat mendengar suara detak jantungnya yang bertalu-talu.

Pesan Tanpa SuaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang