Dua Puluh

789 60 6
                                        




















Happy reading guyss♡♡





"Mari masuk." Lanjut alden lalu berjalan mendahului resya dan juga dario

Saat memasuki rumah itu resya berdecak kagum dengam furniture dan desain rumah itu, sangat cantik.

"Kau tinggal disini sendirian?." Tanya resya sambil ekor matanya melirik kesana dan kemari mengngagumi keindahan desain rumah itu

"Tidak, dengan dario juga."

"maksutku apakah orang tuamu juga tinggal disini?." Pertanyaan resya membuat alden terdiam, resya yang mengetahui itu serasa mengerti apa yang membuat pria itu terdiam

"Ma-"

"Mereka sudah lama meninggal.." ucap alden

Damn!

"Aku. Aku tidak bermaksut seperti itu."

"Aku tau." Jawab alden

"Mari ikut denganku." Lanjut alden lalu menggandeng tangan resya

Resya memandangi tangan alden yang tengah menggandeng tangannya "Bagusmu tenanan, ora editan, seng marai aku kedanan, i lop yu mas aku padamu." gumam resya sembari tersenyum

Terjemah : gantengmu sungguhan, bukan editan, yang membuat aku tergila-gila

Tak terasa tibalah mereka di sebuah ruangan yang di penuhi oleh rak rak buku yang menjulang tinggi, yups benar! Perpustakaan.

Resya menggelengkan kepalanya seraya berdecak kagum, "CK mengagumkan, ini perpustakaan pribadi milikmu?."

"Lebih tepatnya milik keluargaku." Jawab Alden lalu berjalan menuju rak buku yang berada di depannya

'milik keluarganya kan berarti milik dia juga dong? Edan nih cowok bikin kepala gw tambah pusing aja untung cakep.' batin resya sambil menatap malas Alden

Resya berjalan menghampiri Alden yang tengah sibuk mencari-cari buku yang berada di rak itu.

"Kau mencari apa?." Tanya resya yang sudah berada di samping Alden

"Buku."

"CK, tahu maksudnya buku apa yang sedang kau cari." Decak resya kesal

"θρύλος Amethysta." Jawab alden

"Hah?." Bingung Resya lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal

"Ketemu." Lanjut Alden sembari menyunggingkan senyumannya, ia menarik salah satu buku yang ia cari-cari sedari tadi lalu mengajak resya duduk di sofa yang tersedia di perpustakaan itu

Mereka duduk berhadapan dengan meja yang menjadi sekat keduanya, "Jadi itu buku yang sedari tadi kau cari?." Tanya resya yang sudah mendaratkan pantatnya di sofa yang berada disana

"Iya, buku ini akan menjawab semua pertanyaan mu." Jawab Alden lalu menyodorkan buku tua itu kedepan resya

Resya menatap alden sekilas lalu mengambil buku itu, ibu jarinya mengusap cover buku usang itu dengan lembut hingga menyebabkan debu-debu itu berjatuhan karena kegiatan mengusap resya.

"Alden, apa arti dari judul buku ini?." Tanya resya kepada alden karena judul buku yang menurutnya membingungkan itu

"θρύλος amethysta, θρύλος berasal dari bahasa yunani yang berarti legenda dan amethysta adalah nama marga jika digabungkan menjadi legenda amethysta." Jelas alden

Grand Duke itu Milikku Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang