Bab 20: Jalan yang Baru

67 4 0
                                    

Pagi itu, udara terasa lebih segar dari biasanya. Arlo duduk di dekat jendela, memandangi langit yang mulai cerah dengan penuh ketenangan. Sebelum semua ini, ia tak pernah benar-benar melihat dunia dengan cara ini. Penuh warna, penuh kemungkinan. Setiap langkah yang ia ambil sekarang terasa lebih berarti, seperti ia sedang melangkah menuju sesuatu yang lebih baik.

Namun, meski semuanya terlihat lebih terang, masih ada banyak hal yang harus diselesaikan. Ada luka yang belum sepenuhnya sembuh, ada kenangan yang masih membayangi setiap langkahnya. Tapi, Arlo tahu bahwa ia tak lagi sendiri. Elias ada di sampingnya, dan meskipun perjalanan mereka penuh dengan tantangan, mereka berdua bisa saling menguatkan.

Pagi itu, Arlo memutuskan untuk menemui keluarganya. Ia tahu ini bukan hal yang mudah, dan mungkin ia belum siap sepenuhnya untuk kembali. Tetapi, entah mengapa, hatinya terasa lebih ringan. Mungkin karena ia tahu bahwa ia bisa memilih jalannya sendiri, meskipun ada banyak harapan yang terpendam di balik pintu rumah itu.

Di luar, mobil yang ia tumpangi melaju perlahan menuju rumah keluarganya. Saat pintu rumah itu muncul di depan matanya, Arlo merasa sedikit cemas. Namun, kali ini, ia tidak merasa terjepit oleh masa lalu. Ia bisa menghadapinya dengan kepala tegak, siap untuk melihat apa yang akan terjadi.

Begitu memasuki rumah, suasana terasa berbeda. Tidak ada lagi suasana tegang yang dulu sering memenuhi ruangan ini. Luciano, Dante, Marco, dan Reynard—semua tampak menunggu dengan harapan yang tampaknya tulus. Arlo merasakan mata mereka tertuju padanya, seolah-olah mereka sedang menunggu sesuatu yang sangat penting.

"Lio..." Luciano memanggilnya dengan lembut, menyebut nama anak bungsunya yang sudah lama hilang dari pandangan. Wajahnya tampak lebih tua, lebih lelah, dan Arlo bisa melihat penyesalan yang terukir dalam matanya.

Arlo menatap Papanya dengan tenang, tetapi tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang masih ada. "Lio belum bisa memaafkan semuanya, Pah," katanya perlahan. "Tapi... Lio tidak ingin telus hidup dalam kebencian."

Dante, yang berdiri di samping Luciano, melangkah maju dengan penuh harapan. "Lio, kami ingin memperbaiki semuanya. Tidak ada kata terlambat. Kami ingin memberi yang terbaik untukmu."

Marco yang biasanya keras pun tak bisa menutupi rasa sesalnya. "Kami terlalu keras padamu, Arlo. Aku... aku sangat menyesal."

Arlo menarik napas dalam-dalam. Ia merasa ada beban yang perlahan menghilang dari pundaknya. "Lio butuh waktu untuk menelima semuanya," ujar Arlo, suara yang lebih mantap. "Dan Lio akan coba membeli kesempatan untuk kita memulai lagi. Tapi, Lio tidak bisa beljanji."

Luciano mengangguk, seolah memahami bahwa Arlo membutuhkan waktu. "Kami akan menunggumu , Lio. Kami akan melakukan apapun yang bisa untuk membuat semuanya lebih baik."

Dengan kata-kata itu, Arlo merasa sedikit lebih lega. Ia tidak tahu apakah ia akan benar-benar bisa memaafkan semuanya dalam waktu dekat, tetapi satu hal yang pasti: ia telah memutuskan untuk tidak lagi terjebak dalam masa lalu.

Di sisi lain, Elias menatap Arlo dengan tatapan penuh dukungan. Meskipun Arlo merasa bahwa pertemuan ini hanya langkah awal, ia tahu bahwa dengan adanya Elias di sisinya, ia tak akan merasa sendirian lagi.

"Telima kasih," ujar Arlo pada Elias, suaranya penuh dengan rasa terima kasih yang tulus. "Tanpa Abang , Lio mungkin masih teljebak dalam kebingungan ini."

Elias tersenyum dan meraih tangan Arlo, menggenggamnya dengan lembut. "Abang akan selalu ada untukmu, Lio. Apapun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama."

Arlo tersenyum kembali, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama. Ia tahu perjalanan ini masih panjang, dan banyak yang harus ia hadapi. Namun, sekarang ia merasa lebih siap untuk melangkah ke depan, dengan kepala tegak, dan dengan hati yang lebih terbuka.

Dengan langkah pasti, Arlo melangkah maju—menyusuri jalan yang baru, bersama dengan orang-orang yang kini lebih mengerti dan siap untuk mendukungnya.

---

"ARLO  SALVATICI" End Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang