Keheningan yang semula ada di mansion Salvatici mulai berubah. Keluarga ini kini bersiap untuk menghadapi ancaman besar yang datang dari keluarga Moretti. Setiap anggota keluarga mulai menjalani peran mereka masing-masing, dan Arlo merasakan beratnya tanggung jawab yang harus dipikul. Namun, ada satu hal yang tak dapat ia pungkiri—ia tidak lagi sendirian.
Pagi itu, setelah makan pagi bersama, Arlo menemui papa nya, Luciano, di ruang kerja. Papanya sedang memeriksa laporan dari pengacara dan pengawal keluarga, memperhatikan setiap detail yang mungkin terkait dengan ancaman yang lebih besar dari keluarga Moretti.
"Arlo," Luciano menyambut dengan tatapan tajam, namun hangat. "Ada yang perlu kamu bicarakan?"
Arlo mengangguk. "Lio ingin tahu lebih banyak, pah. Lio tahu kita sudah mempelsiapkan dili, tapi apa lencananya? Apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi meleka?"
Luciano menatap anak bungsunya sejenak, kemudian berdiri dan berjalan menuju jendela besar di ruangan itu. "Keluarga Moretti tidak main-main, Arlo. Mereka sudah melakukan banyak hal untuk melemahkan kita, dan sekarang, mereka semakin berani. Kita harus bergerak cepat dan pasti. Ini bukan hanya tentang bertahan—ini tentang melindungi keluarga ini, dan memastikan kita tetap menguasai permainan."
Arlo mendekat, lebih fokus dari sebelumnya. "Lio siap untuk apapun, pah. Apa yang halus Lio lakukan?"
Luciano berhenti sejenak, berpaling untuk menatap Arlo dengan pandangan serius. "Kami sudah menyiapkan rencana, tapi kali ini kamu akan lebih terlibat. Kami tahu mereka mungkin akan berusaha menyerang dari berbagai sisi, tapi kita harus menyerang lebih dulu. Tidak ada lagi waktu untuk bertahan. Jika mereka ingin perang, kita harus tunjukkan siapa yang sebenarnya menguasai."
Dante, Marco, dan Rico kemudian masuk ke ruangan itu, masing-masing membawa informasi terbaru. Dante duduk di sisi meja, membuka beberapa dokumen. "Kami sudah mendapatkan informasi penting dari sumber terpercaya," katanya dengan suara serius. "Keluarga Moretti akan melancarkan serangan besar dalam waktu dekat. Mereka mulai mengumpulkan pasukan mereka di luar kota."
Marco menambahkan, "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kita harus memukul mundur mereka sebelum mereka memiliki kesempatan untuk bergerak lebih jauh."
Arlo merasakan ketegangan di ruangan itu. Keluarga ini, yang dulu terasa jauh dan acuh, kini tampak lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya. Setiap anggota keluarga Salvatici kini berdiri bersama, siap menghadapi bahaya yang datang.
Luciano menatap anak-anaknya dengan penuh keyakinan. "Kita akan bergerak cepat. Kita tidak akan memberi mereka ruang untuk menyerang. Keluarga Moretti tahu bahwa kita telah siap. Kita akan serang mereka dengan penuh kekuatan."
Arlo merasa darahnya berdegup kencang. Ini adalah momen yang menentukan—bukan hanya untuk keluarga Salvatici, tetapi juga untuk dirinya sendiri. Meskipun ia masih merasa gugup, ada sesuatu dalam dirinya yang kini tumbuh. Ia bukan lagi anak kecil yang takut dengan bayang-bayang masa lalu. Ia bagian dari keluarga ini, dan ia siap untuk melindungi mereka.
"Siap, papa," jawab Arlo dengan suara yang lebih tegas. "Kita akan melawan meleka belsama."
Luciano tersenyum sedikit, lalu memandang anak-anaknya dengan rasa bangga. "Ini bukan hanya tentang perang, Arlo. Ini tentang keluarga kita. Apa pun yang terjadi, kita akan selalu bersama."
Arlo mengangguk, merasakan tekad yang lebih kuat dalam dirinya. Dengan keluarga di sampingnya, ia merasa bahwa tak ada yang mustahil.
Di luar ruangan, langkah kaki terdengar mendekat. Seorang pengawal masuk dengan wajah serius, membawa kabar baru. "Tuan Luciano, ada sesuatu yang perlu Anda ketahui."
Luciano mengangkat alis, lalu mengalihkan pandangan pada pengawal itu. "Apa yang terjadi?"
"Family Moretti telah memulai pergerakan mereka. Mereka sudah bergerak menuju kota. Kami harus bertindak sekarang."
Luciano mengangguk, wajahnya kembali serius. "Saatnya tiba. Kita bergerak sekarang."
Dengan langkah pasti, keluarga Salvatici bersiap untuk menghadapi perang yang akan datang, satu pertempuran yang akan menentukan nasib mereka, dan kehidupan mereka yang akan selalu terjalin dalam darah dan keluarga.
---

KAMU SEDANG MEMBACA
"ARLO SALVATICI" End
ActionArlo Salvatici, anak bungsu keluarga mafia ternama, lahir di tengah tragedi yang merenggut nyawa mamanya. Namun, kehadirannya justru dianggap sebagai kutukan. Dibenci oleh papa dan Abang-abangnya, Arlo tumbuh dalam cemoohan, tamparan, dan perlakuan...