21

270 27 0
                                        

"Cepat ke sini, Nona Leta terluka parah!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cepat ke sini, Nona Leta terluka parah!"

"Ng-nggak usah," Leta menahan lengan Lusi yang sedang menghubungi rekannya.

Lusi mengerjap dan menatap Leta khawatir. "Nona terluka, saya tidak—"

Leta meringis dengan menekan perutnya yang terluka. "Bi-biarkan Kenzo menyelesaikan a-acaranya. Ka-mu saja yang ba-wa saya ke ru-mah sakit," selaknya susah payah. "Bi-biarkan sampai selesai dan...jangan beritahu Kenzo tentang ini."

Lusi menatap penuh kekhawatiran pada Leta. "Tapi...," Leta tersenyum kecil, memberikan keyakinan pada Lusi kalau dirinya baik-baik saja.

Lusi mengangguk dan membantu Leta berdiri dan keluar gedung menuju rumah sakit.

Diperjalanan, wajah Leta sudah sangat pucat apalagi darah yang masih mengalir disela jari tangannya. Sedangkan Lusi disebelah Leta menatapnya dengan penuh kekhawatiran.

Beberapa menit perjalanan, Leta tiba di rumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan untuk dilakukan operasi.

Lusi yang menunggu di depan pintu ruang operasi merasa gelisah. Lusi bimbang, apa dirinya harus memberitahu Tuannya, Kenzo atau menurut pada Leta untuk tidak bicara.

Langkah kaki terburu-buru terdengar diikuti raut wajah penuh akan khawatir. Nicholas, pria yang menjemput Leta datang setelah mendapatkan telepon dari Lusi perihal keadaan Leta.

"Bagaimana keadaan Nona Leta sekarang?"

Lusi menggeleng pelan. "Belum ada kabar, Nona sedang dilakukan operasi untuk menjahit luka dibagian perutnya."

Nicholas memijit keningnya dan menatap pintu ruangan operasi. "Bagaimana bisa terjadi? Kamu sedang apa disana?"

Lusi merasa bersalah dan menceritakan kejadiannya secara jujur. "Selama di toilet saya tidak tau apa yang terjadi, karena setelahnya Nona Leta keluar dan langsung terjatuh di depan pintu toilet."

Nicholas menghela napas berat dan menghubungi beberapa rekan kerjanya untuk menyelidiki kejadian di gedung saat itu.

"Kamu jaga Nona Leta jangan biarkan sendiri, jika ada sesuatu darurat yang mengharuskan kamu pergi, hubungi yang lain untuk berjaga. Pastikan seorang perempuan yang setara kemampuannya denganmu," perintah Nicholas. Pria itu tau, Kenzo sangat pencemburu makanya Kenzo memberikan Lusi perintah untuk menemani Leta selama acara berlangsung.

"Baik," Lusi tidak akan kecolongan lagi kali ini.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PUNISHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang