24

185 15 0
                                        

Menatap gedung tinggi, Leta dibuat terpana dengan arsitekturnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menatap gedung tinggi, Leta dibuat terpana dengan arsitekturnya. Mewah, elegan dan artistik.

Kenzo menautkan jari tangannya dengan Leta, seolah tidak akan membiarkan wanitanya lepas.

Leta melihat Kenzo menekan lantai paling atas saat menaiki elevator.

"Keluargamu sudah di mana?" tanya Leta gugup.

"Ada di dalam," jawab Kenzo diselengi senyuman tipis.

"Aku gugup banget, Ken," ucap Leta.

Kenzo mengelus genggaman tangannya. "Rileks, sayang, seperti sebelumnya. Orang tuaku sudah rindu denganmu."

Leta tersenyum tipis. "Kamu paling bisa buat aku tenang."

Tiba di tempat yang dituju, genggaman tangan Leta mengerat dan Kenzo merasakannya.

Melangkah tenang, Leta mengerjap, ternyata bukan hanya keluarga Kenzo. Ada banyak orang lain yang berada di ruangan itu. Mereka seperti Kenzo, orang-orang berada. Leta menarik napas dan menghebuskan perlahan, berusaha merilekskan tubuhnya yang sangat gugup.

Kenzo yang mengerti keadaan, dielusnya genggaman tangan Leta.

"Selamat malam," Kenzo menyapa saat berada di area perkumpulan yang tentu membuat atensi mereka langsung tertuju padanya. Terutama yang berdiri disebelahnya. Mereka dibuat penasaran, siapa wanita yang berdiri disebelah Kenzo.

"Maaf sudah menunggu lama," ucap Kenzo.

"Tidak apa-apa Kenzo, kami juga baru saja tiba," jawab seorang pria paruh baya yang terlihat sungguh kharismatik.

Di tempat itu sudah ada keluarga Arslan, mereka tersenyum hangat pada Leta. Begitupun dengan Zeelina yang senang akan kedatangan Leta.

"Disini sayang, duduk dekat tante,"ucap Alice pada Leta.

Kenzo menuntun Leta untuk duduk didekat keluarganya.

"Malam tante, om dan Zeelina," sapa Leta dengan senyuman.

"Malam kak Leta," balas Zeelina diikuti Alice dan Kenzie.

Kenzo tersenyum dan menarik kursi disebelah Leta.

"Kak Leta, kakak cantik sekali." Ucapan Zeelina membuat pemilik nama tersipu malu karena ruangan yang besar dan hanya diisi beberapa orang, otomatis semua orang mendengar ucapan Zeelina.

"Wanita disampingmu siapa, Kenzo?" Seorang wanita paruh baya langsung memberikan pertanyaan setelah melihat kehadiran Leta.

Kenzo melirik sekilas Leta yang mulai tegang. "Kekasihku."

Leta membungkukkan sedikit tubuhnya. "Letashia Quinzee," ucapnya memperkenalkan diri dengan ramah.

Terkejut yang diperlihatkan wanita itu pada Kenzo maupun Leta. "Kekasih? Bukannya, kekasihmu, Gracia?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PUNISHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang