Chapter 11

1.4K 177 24
                                        

Suara tawa terdengar dari ketiga orang yang berada di atas motor. Mereka berboncengan tiga dan merasa lucu dengan aksi tersebut, seumur hidup Sakura pun baru kali ini dia naik motor bertiga apalagi itu motor trail, yang mana mereka duduk berdempetan.

Semua ini adalah ide dari Utakata yang ternyata bersaudara dengan Hinata. Saat mereka makan malam tadi, dia berkenalan dengan anggota keluarga Hinata, ternyata ayahnya adalah kepala desa.

Alasan kenapa Hinata mengajaknya makan malam itu karena bertepatan ada acara kecil-kecilan di rumahnya, disitulah Sakura bertemu dengan mereka dan berkenalan, untuk kepada desa, serta pemilik rumah yang ia beli rumah mereka, sudah ia kenali termasuk Utakata, jadi dia tidak merasa canggung berada di tengah-tengah keluarga tersebut.

Mereka menerima dan memperlakukan dirinya seolah dia adalah anggota keluarga tersebut. Bahkan saat pulang dia dipaksa untuk membungkus makanan, pulang pun diantar oleh Utakata dan Hinata, meskipun mereka harus berdempetan tiga orang, tapi tidak masalah itu adalah hal yang menyenangkan, bahkan selama perjalanan dihiasi dengan tawa.

"Terima kasih banyak yaa" ucap Sakura, memamerkan senyum lebarnya kepada dua orang yang berada di atas motor tersebut.

"Dari tadi kau terus mengucapkan terima kasih, santai saja setelah ini kita akan sering makan malam bersama" jawab Utakata gemas, dia sempat melototi Hinata yang memukul pundaknya keras.

"Jangan macam-macam pada Sakura, dia itu teman baruku. Kalau dia tidak nyaman bagaimana?" Hinata mengeluarkan protesnya pada sepupunya itu, sedari tadi diperhatikan pria itu selalu mencari kesempatan mendekati Sakura.

"Kau ini benar-benar ya, tidak ada salahnya kau membantuku mendekati Sakura" ujar Utakata masih tidak terima.

Terjadilah aksi saling melototi satu sama lain, jika Hinata sambil melayangkan pukulannya pria itu hanya bisa menangkis. Sedangkan Sakura hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung dengan mereka berdua, apa yang harus dilakukannya untuk memisahkan perkelahian konyol tersebut.

"Ah sudah-sudah kalian jangan bertengkar, aku jadi tidak enak hati" gumamnya lirih, Sakura sampai bingung harus berekspresi seperti apa, dia ingin tertawa tapi kasihan melihat Utakata yang mendapatkan pukulan dari Hinata.

"Kau lihat sendiri kan Sakura, wanita ini hanya kelihatannya saja lembut, pantas saja paman belum mengijinkannya menikah, bayangkan akan jadi seperti apa suaminya nanti kalau terkena pukulannya"

"Kau ini benar-benar kompor dua tungku ya, cepat antar aku pulang" pertengkaran harus diselesaikan atau mereka benar-benar akan berhenti besok pagi, "Sakura kami kembali dulu ya, besok aku akan mengajakmu berkeliling lagi"

Sontak Sakura kembali tersenyum lebar, dia mengangkat tangan dan melambaikannya, "aku akan menunggumu, hati-hati di jalan ya, titip ucapan terima kasih lagi untuk keluarga kalian"

"Kalau kau butuh bantuan telpon saja aku ya" itu ucapan Utakata sebelum dia menjalankan motornya. Tadi mereka sudah saling bertukar nomor ponsel, sebenarnya di desa ini jaringan internet lumayan lancar, tapi karena penduduknya bekerja tanpa menggunakan internet jadi masih jarang orang-orang menggunakan ponsel, ada tapi kebanyakan anak muda. Untuk orangtua biasanya mereka hanya menggunakan ponsel biasa yang hanya bisa untuk memanggil dan mengirim pesan.

Sakura masih melambaikan tangan pada Hinata, tanpa sadar dia kembali tersenyum lebar. Hari yang menyenangkan terasa lebih cepat berlalu, padahal dia sangat menikmati saat-saat bersama keluarga tersebut, tidak pernah merasakan perasaan hangat seperti itu sebelumnya. Inikah yang dinamakan makan malam bersama keluarga besar? Mungkin iya.

***

Hampir berjalan dua minggu dan Sasuke sama sekali tidak mendengar kabar dari kekasihnya. Dia sengaja menghentikan Sai mencari keberadaan Sakura karena yakin wanita itu akan kembali ke hadapannya tanpa dipaksa. Tapi sepertinya wanita itu benar-benar melarikan diri.

RELATIONSHIP CRACKSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang