Chapter 15

1.3K 143 18
                                        

Malam semakin larut begitu dia memilih keluar dari hotel, hanya ingin mencari angin sambil berjalan-jalan kecil. Kepalanya benar-benar penat dengan masalah yang sedang dialaminya ini. Sakura sempat berpikir untuk pergi memeriksa ke dokter, bisa jadi dia membutuhkan psikiater. Jika bukan karena dia wanita yang kuat, yakin seratus persen dia bisa gila karena masalah-masalah ini.

Seakan terpikirkan sesuatu, dia menghentikan langkahnya tepat di depan taman yang tidak jauh dari hotel, menatap datar lampu taman yang hampir sama tinggi dengannya. Sakura mengernyitkan alisnya, "Benar aku harus ke dokter untuk memeriksa keadaanku, bagaimana bisa aku setenang ini ketika banyak masalah pasti ada yang tidak beres dengan diriku" dia bergumam seperti itu lalu menduduki tubuhnya di salah satu kursi taman.

Belum lama dia duduk, ada orang lain yang ikut duduk di sampingnya. Sakura tidak menoleh untuk mencari tahu siapa orang itu, dia sedang sibuk dengan isi kepalanya. Tapi hanya beberapa menit karena saat orang itu tidak sengaja menyentuh pundaknya, dia menoleh dengan wajah penuh tanya.

Seorang pria tampan dengan wajah tidak asing menatapnya ramah. Sakura tidak langsung membalas senyuman tersebut, dia semakin mengernyit keheranan merasa pernah melihat pria itu tapi entah dimana. Butuh waktu beberapa detik untuknya berpikir sebelum menyadari jika pria itu mirip...

"Maaf mengganggumu nona" ucap pria itu, mungkin merasa bersalah karena Sakura menatapnya tajam. Tapi nyatanya Sakura tidak bermaksud untuk bersikap kasar, raut wajahnya spontan karena tengah berpikir.

Sakura menggeleng tapi kali ini dia tersenyum, rasanya tidak nyaman bersikap kasar pada orang yang sopan, meskipun dia tidak tahu tujuan pria itu apa. "Tidak apa, santai saja"

"Oh ya perkenalkan namaku Itachi" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.

Sakura terkejut tapi tetap membalas uluran tangan tersebut, "Namaku Sakura" ya benar pria itu sangat mirip dengan Sasuke, hanya saja dia memiliki tatapan yang hangat dan rambut sedikit memanjang yang diikat.

"'Kau sendirian disini, tidak takut? Apalagi ini sudah larut malam" ucapnya terdengar nada candaan.

"Aku hanya ingin mencari angin saja, lagipula taman ini tidak seseram yang terlihat"

"Kau berani juga ya" ucap Itachi, "oh ya kau tinggal di dekat sini?"

"Hmm ya" jawab Sakura ragu-ragu.

"Bagaimana setelah ini ku antar kau pulang" melihat respon datar dari Sakura, pria itu langsung menggeleng. "Jangan salah paham, aku tidak bermaksud buruk. Aku hanya tidak ingin kau kenapa-napa, ini sudah larut malam tidak menutup kemungkinan ada orang jahat yang bisa melukaimu"

"Bagaimana jika orang jahat itu adalah kau?" 

Suasana di antara mereka menegang seketika, angin malam semakin menusuk permukaan kulit keduanya. Sakura bahkan memundurkan posisi duduknya menjauh dari pria itu, dia tidak bermaksud serius dengan kata-katanya barusan tapi melihat respon Itachi dia merasa aneh. Tapi Sakura, ayolah siapa yang tidak akan merespon seperti itu ketika disudutkan dengan pertanyaan menusuk.

"A-aku--"

"Ya ampun santai saja aku hanya bercanda" diikuti tawa kecilnya, Sakura segera beranjak dari duduknya, "aku pergi dulu"

Itachi tidak menjawab apapun tapi dia melambaikan tangannya pada wanita pink tersebut. Tanpa sadar ternyata dia tersenyum melihat tingkah Sakura. "Kau manis, pantas saja adikku tergila-gila padamu... Haa tapi tetap saja tujuan awalku bukan untuk hal yang tidak berguna ini"

***

Merasa keadaannya mulai membaik dari kemarin, Sasuke memilih untuk memeriksa pekerjaannya dari rumah. Berjaga-jaga jika ada sedikit kesalahan yang mungkin bisa berpengaruh buruk bagi perusahaannya, bagaimana pun juga perusahaan tersebut sudah menjadi tanggungjawabnya, meski dia sibuk mengurus beberapa masalah di luar perusahaan dia tetap harus memperhatikan pekerjaan utamanya itu.

RELATIONSHIP CRACKSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang