Menganggap Itachi adalah lawan yang remeh mungkin kesalahan besar, pria itu memiliki banyak anak buah belum lagi kelicikannya dalam dunia bisnis gelap membuatnya dengan mudah untuk melarikan diri.
Sasuke dan anak buahnya sampai dibuat kecolongan ketika menghampiri tempat persembunyian mereka yang ternyata sudah kosong, sekarang mereka sibuk meretas cctv di seluruh kota untuk mencari keberadaan Itachi.
Mungkin saja dia belum menyentuh Sakura, tapi Sasuke tidak akan diam saja jika kekasihnya tidak berada dalam pengawasannya, apalagi sudah jelas-jelas Itachi mengetahui Sakura sedang mengandung penerus Uchiha, dia akan terus berupaya menyembunyikan Sakura dan menjadikan wanita itu sebagai alat.
Sambil berusaha mencari keberadaan Itachi, Sasuke juga mulai mengumpulkan banyak bukti atas kejahatan yang Itachi lakukan selama ini, dia harus segera dihukum karena perbuatannya.
"Sai untuk sekarang aku serahkan pekerjaan kantorku padamu, aku benar-benar harus menangkap sialan itu" ucapnya sambil membalikkan posisi kursinya kepada Sai yang sedari tadi berada di sampingnya.
Tidak hanya Sai, ada Ino yang tampak murung. Mereka berdua sengaja Sasuke panggil untuk memberikan pekerjaan yang harusnya Sasuke atasi. Dia harus fokus mencari keberadaan Itachi dan Sakura, mungkin akan membutuhkan banyak waktu jadi pekerjaannya harus ada yang ambil alih kalau tidak ingin kakeknya marah-marah.
"Lalu bagaimana dengan Sakura? Dia sedang mengandung anakmu, keselamatannya nomor satu. Itachi tidak akan membiarkan bayi itu berlama-lama di dalam perut Sakura" Ino masuk ke dalam pembicaraan tersebut ketika melihat kekasihnya hanya diam saja.
"Aku akan segera mendapatkan keberadaannya" jawab Sasuke.
"Kalau kau jujur dari awal pasti ini semua tidak akan terjadi, Sakura bukan hanya terluka karena laporan palsu tentang dia keguguran tapi sekarang dia ikut mendapatkan masalah hanya karena permasalahanmu dengan Itachi" ucap Ino dia sangat emosi ketimbang Sasuke yang bersikap tenang.
Bahkan Sai harus menahan tubuh Ino yang akan maju untuk bertindak kasar pada Sasuke, "Ino tenanglah, disini bukan hanya kau yang khawatir"
"Dari awal aku tidak bisa tenang, ck kalian berdua sama saja" dia menyentak kasar tangan Sai, lalu pergi begitu saja dari ruangan Sasuke. Mengabaikan panggilan pria itu yang memintanya untuk tetap di dalam ruangan.
"Dia semakin keras kepala... Ah Sasuke maaf ya, dia sedikit sensitif mungkin karena pengaruh kehamilannya" gumam Sai merasa bersalah.
"Hn, kalau begitu urus saja kekasihmu dulu, sepertinya perempuan hamil membutuhkan banyak perhatian"
"Y-ya kau benar"
***
Rasa sesak di hatinya masih terasa dan mengganggu, meski ada kebahagiaan yang dia terima tapi tidak dapat membendung kecewanya. Dia menangis dalam diam memperhatikan perutnya yang terlihat rata namun nyatanya di dalam hidup buah hatinya.
Banyak pertanyaan timbul di kepalanya tapi dia tidak ingin mencari tahu lebih dalam, biarkan terjawab sendiri. Dia lelah dengan semua situasi yang sedang terjadi, lihat saja sekarang dia bahkan disekap oleh orang yang sangat tidak disangka-sangka. Pain? Bagaimana bisa pria itu dengan jahat mengurungnya di dalam ruangan tersebut, entah dimana dia berada tapi Sakura yakin tempat ini sulit untuk dijangkau.
Suara berisik dari luar ruangan menambah kekhawatiran pada dirinya sendiri, jika dia tidak akan baik-baik saja. Entah apa alasan mereka menculiknya, tapi dia yakin seratus persen jika semua itu ada hubungannya dengan bayi di dalam perutnya.
"Kali ini mama akan melindungi mu sayang, tenang saja baik kau dan mama akan baik-baik saja" gumam Sakura pelan sambil membelai perutnya.
Terserah permasalahan Sasuke dan pria-pria itu apa, dia tidak ingin ikut campur, meskipun alasan dia diculik karena Sasuke, tidak ingin peduli dan berusaha mencari cara untuk keluar dari tempat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
RELATIONSHIP CRACKS
FanfictionHarusnya Sakura sadar jika ini bukan cinta, melainkan obsesi pria itu pada dirinya.
