Chapter 19

1K 109 4
                                        

Sakura bisa kembali menghirup udara segar ketika dia kembali menginjakkan kakinya di rumah yang pernah dia tinggali itu. Rumah yang ternyata di rawat oleh Hinata terlihat sangat bersih dan nyaman untuk ditinggali. Dia bersyukur bisa mendapatkan teman yang baik seperti mereka.

Mereka bertiga yang sedang duduk di hadapannya tengah asik berbincang, Hinata, Naruto dan Utakata. Utakata sudah menceritakan apa yang terjadi pada dirinya ke Hinata, begitu juga dengan Naruto dia menceritakan semuanya pada kekasihnya tanpa terlewat satupun.

Sempat terjadi perdebatan antara Hinata dan Naruto, karena dokter itu berani mengambil pekerjaan yang membahayakan, bagaimana kalau saat itu Hinata tidak menelpon Naruto hanya karena sedang rindu, entah apa yang akan terjadi pada Sakura.

"Sudah Hinata kau tidak perlu marah pada Naruto, dia juga seperti itu karena menjalankan pekerjaannya sebagai dokter" ucap Sakura lembut berusaha menenangkan Hinata yang masih terlihat marah pada Naruto. Kalau Utakata jangan ditanya, dia malah semakin memanas-manasi Hinata.

"Kalau kau kembali mengambil pekerjaan itu aku tidak akan segan-segan memutuskan hubungan kita" ancam Hinata, dia kembali memutar pada Sakura yang tampak meringis.

"Sakura dia seorang dokter, tugasnya harusnya membantu orang sakit bukannya malah menggugurkannya"

"Iya kau benar, bagaimana kalau ternyata selama ini dia sudah menggugurkan banyak bayi, bayang--"

DUGHH

Tangan Naruto lebih dulu melayang di kepala Utakata membuatnya meringis kesakitan hingga tidak bisa melanjutkan ucapannya. "Kau jangan asal bicara ya"

"Aku bersumpah ini pertama kalinya aku mengambil pekerjaan itu, itu pun karena Itachi mengancam ku jika aku tidak menyetujuinya  dia akan membuatku berhenti menjadi dokter di rumah sakit tempatku bekerja" jelas Naruto pada Hinata.

Sebenarnya penjelasan itu sudah dia katakan sedari tadi, tapi namanya masih emosi Hinata tanpa henti mengoceh pada Naruto.

Sakura juga tidak bisa menyalahkan Naruto, dia hanyalah dokter yang ditugaskan, yang harus dia benci adalah Itachi oh dan mungkin juga Sasuke.

"Itachi itu benar-benar tidak berubah ya, dari jaman kuliah pun tidak beres. Pantasan sekarang menjadi Mafia Narkoba" gumam Hinata pelan. Dan itu ditanggapi dengan anggukan pelan dari Naruto maupun Utakata.

Berbanding terbalik dengan Sakura yang memasang wajah terkejut, dia menatap wajah mereka satu persatu seperti tidak terkejut dengan perbuatan jahat Itachi padanya.

"Ka-kalian mengenal Itachi, bagaimana bisa?"

Mereka bertiga saling pandang satu sama lain, lalu menatap wajah terkejut Sakura. "Dia senior di kampus, dulu kami satu universitas dan dia sangat sangat pembuat onar. Mentang-mentang keluarga Uchiha dia selalu seenaknya" jelas Utakata.

"Iya tapi aku tidak pernah melihat wajah adiknya, yang ternyata adalah mantan kekasihmu" kini Hinata berujar pada Sakura, "dunia sempit sekali ternyata"

"Tunggu dulu jadi kalian berkuliah di ibukota?" Tanya Sakura lagi.

"Ya, tapi aku berkuliah sambil mengawasi Hinata takut-takut dia berbuat macam-macam dengan Naruto, padahal saat itu harusnya aku bergaul dengan anak-anak kota lainnya" ucap Utakata.

"Hey dasar mulutmu, tanpa aku juga kau tidak diijinkan kuliah di ibukota" protes Hinata tidak terima. Dia dan Utakata memang melanjutkan perguruan tinggi di ibukota tapi harus melewati berbagai macam cobaan, tahu jelas bagaimana ayahnya.

Jadi mereka diijinkan berkuliah di ibukota asal tidak melakukan hal-hal yang berlebihan dan saat sudah selesai langsung kembali ke kampung halaman lagi.

RELATIONSHIP CRACKSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang